Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Bahan Pengisi Accumulator Adalah Zat Ini, Hati-hati Ketika Membongkar
2 Juni 2022 12:39 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Bahan pengisi accumulator adalah salah satu bahan kimia yang cukup berbahaya. Anda perlu berhati-hati ketika hendak melakukan perawatan accumulator mobil. Komponen ini merupakan bagian dari sistem kelistrikan pada kendaraan.
ADVERTISEMENT
Dilansir dari laman lifepal, accumulator lebih dikenal dengan nama aki. Accumulator atau aki adalah ruang penyimpanan energi listrik yang dinamis. Accumulator memiliki proses elektrokimia yang bersifat bolak-balik. Accumulator memiliki fungsi sebagai penyuplai energi ke starter mesin kendaraan.
Listrik yang terdapat pada komponen accumulator (cell connector) akan mengalir ke dalam sistem starter. Selain itu, accumulator juga memiliki fungsi sebagai penyuplai listrik ke sistem pengapian kendaraan.
Sistem pengapian pada mesin merupakan bagian penting saat mesin mobil menyala. Sistem pembakaran yang rusak akan berdampak langsung pada komponen mesin lainnya. Selain itu, accumulator juga memiliki fungsi sebagai penyuplai listrik ke bagian lampu dan komponen kelistrikan lainnya pada mobil.
Lalu apa bahan pengisi accumulator kendaraan bermotor? Berikut ini adalah ulasannya.
ADVERTISEMENT
Bahan Pengisi Accumulator Adalah Zat Ini
Accumulator terdiri dari dua jenis yakni accumulator basah dan kering. Dilansir dari laman Auto2000, accumulator basah adalah accumulator yang diisi dengan cairan asam belerang atau sulfuric acid. Sedangkan, accumulator kering memiliki cairan elektrolit atau gel yang sudah tersimpan dalam kondisi tersegel. Accumulator kering sering juga disebut dengan maintenance free battery sebab perawatannya cukup mudah.
Bahan pengisi accumulator basah terdiri dari dua bahan yakni air accu dan air zuur. Dilansir dari laman otoklix, aiur accu adalah air yang telah mengalami proses penyulingan dan demineralisasi sehingga kandungan mineral di dalamnya sudah dihilangkan. Air accu biasanya memiliki tutup kemasan berwarna biru.
Air accu juga lebih dikenal dengan air suling. Air ini cocok untuk menambah volume cairan aki karena tidak mempengaruhi kandungan elektrolit dalam aki basah. Air ini tidak berbahaya jika terkena kulit.
ADVERTISEMENT
Selain air accu, accumulator juga memiliki bahan pengisi berupa air zuur. Dilansir dari laman otoklix, air zuur adalah air dengan kandungan elektrolit yang lebih pekat. Air ini terdiri dari asam belerang atau asam sulfat yang pekat di dalamnya. Cairan asam belerang ini berfungsi untuk menyimpan dan menghantarkan arus listrik.
Air zuur biasanya ditandai dengan kemasan berwarna merah. Air ini berbahaya jika terkena kulit. Efek yang ditimbulkan jika terkena cairan air zuur adalah menyebabkan iritasi kulit, membuat kain berlubang hingga membuat karat pada logam. Air ini digunakan untuk mengisi air accumulator yang kosong atau ketika pertama kali mengisi accumulator yang kosong.
Untuk aki kering, bahan yang digunakan untuk mengisi adalah gel dengan kandungan asam sulfat atau asam belerang. Kandungan asam yang pekat pada gel ini berfungsi untuk menyimpan dan menghantarkan arus listrik. Bahan ini berbahaya jika mengenai tangan karena dapat menimbulkan iritasi.
ADVERTISEMENT
(RFN)