Konten dari Pengguna

Ban Retak Apakah Aman Digunakan? Ini Penjelasannya

Infootomotif

Infootomotif

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ban mobil retak. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ban mobil retak. Foto: Unsplash

Ban merupakan komponen penting yang berperan besar dalam mendukung keselamatan dan kenyamanan berkendara. Karena itu, kondisi ban harus selalu diperhatikan sebelum dipakai untuk bepergian.

Namun, ada salah satu masalah yang dapat muncul, yaitu ban yang retak. Masalah ini bisa ditemui pada dinding samping maupun tapak ban yang jarang disadari oleh pengendara.

Lantas, apakah ban retak aman digunakan untuk berkendara? Simak jawaban dan informasi lain selengkapnya di bawah ini.

Ban Retak Apakah Aman Digunakan?

Ilustrasi penggunaan ban mobil yang retak untuk berkendara. Foto: Pexels

Saat memeriksa ban kendaraan pemilik dapat menjumpai retakan kecil yang terbentuk di dinding samping atau di antara tapak ban.

Retakan pada ban merupakan tanda bahwa karet pada ban mulai rusak. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti usia ban yang sudah tua, paparan sinar matahari, beban berlebih, atau faktor lain yang dapat merusak kompon ban.

Munculnya retakan pada ban dapat menjadi situasi berbahaya, tergantung pada luas dan lokasinya.

Mengutip laman Tire Outlet, apabila retakan pada dinding samping hanya berukuran kecil dan dangkal, retakan tersebut kemungkinan besar tidak menimbulkan bahaya secara langsung.

Namun, sebaliknya jika retakan pada ban terus bertambah panjang dan dalam, hal ini dapat meningkatkan risiko pecah atau rusak secara tiba-tiba.

Retakan pada dinding samping dapat menyebabkan hilangnya tekanan udara, berkurangnya kekuatan ban, dan peningkatan risiko pecah saat berkendara.

Selain itu, retakan pada tapak ban dapat memengaruhi cengkeraman, terutama pada permukaan basah atau licin. Berkurangnya cengkeraman dapat mengganggu pengereman dan pengendalian kendaraan, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

Jika retakan sudah mulai terlihat pada ban, penting untuk segera mengganti ban dengan yang baru. Retakan yang terlihat pada bagian tapak ban menunjukkan adanya gangguan struktur internal ban, sehingga tidak aman untuk dikendarai di jalan raya.

Baca Juga: Cara Baca Kode Produksi Ban Motor untuk Mengetahui Usianya

Cara Merawat Ban Retak supaya Tetap Aman

Ilustrasi cara merawat ban. Foto: Pexels

Ban memiliki batas waktu pemakaian yang membuatnya akan rusak seiring berjalannya waktu. Ban yang sudah tua lebih rentan mengalami keausan atau keretakan.

Namun, perawatan yang buruk seperti mengisi ban dengan tekanan yang tidak tepat, paparan panas yang berlebihan, dapat mempercepat munculnya retakan.

Untuk memperpanjang usia penggunaan ban, berikut perawatan yang bisa dilakukan.

  • Parkir kendaraan di tempat yang aman dan jauh dari paparan sinar matahari langsung yang dapat merusak ban.

  • Pastikan ban tetap terisi dengan tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan.

  • Ganti ban secara berkala setiap 5-6 tahun setelah pembuatan.

  • Lakukan rotasi ban secara rutin untuk mengurangi risiko retakan pada ban yang disebabkan oleh keausan tidak merata.

  • Bersihkan ban secara berkala setelah berkendara untuk menghindari penumpukan lumpur atau kotoran yang bisa merusak karet ban.

  • Hindari membawa muatan yang terlalu berat.

  • Lakukan pemeriksaan pada ban secara rutin untuk mendeteksi retakan, tonjolan, atau keausan yang tidak normal.

(SA)