Cara Kerja Kopling Otomatis dan Mengenali Komponennya

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sistem kopling pada motor bekerja sebagai pemutus putaran mesin ketika melakukan perpindahan gigi transmisi. Untuk motor kopling, Anda harus menekan tuas kopling terlebih dahulu untuk memutus putaran mesin tersebut. Lantas, bagaimana cara kerja kopling otomatis?
Dikutip dari laman Federal Oil, kopling otomatis atau yang biasa disebut dengan istilah kopling sentrifugal, akan sering Anda temui pada motor bebek, gokart, hingga sepeda mesin. Perpindahan gigi transmisi pada kopling otomatis memang dilakukan secara manual, hanya saja pengendara tidak harus mengoperasikan kopling tersebut.
Mengutip buku Pemindah Tenaga Kendaraan Ringan oleh Fathun, M.Pd, kopling otomatis memanfaatkan gaya sentrifugal dari pelat kopling yang menekan bagian rumah kopling. Gaya ini menjauhkan poros dari putaran, maka semakin cepat putaran akan semakin kuat tekanan pelat tersebut.
Namun tentu saja kopling otomatis tidak bisa bekerja tanpa adanya komponen pendukung atau komponen penyusunnya. Berikut komponen-komponen kopling otomatis tersebut:
1. Input Shaft
Poros input ini memiliki peran sebagai sumber putaran yang nantinya akan dikirimkan ke roda. Posisi komponen ini berada di tengah mekanisme kopling otomatis. Poros ini berupa poros engkol untuk motor bebek dan berupa driven pulley untuk sistem CVT.
2. Clutch Shoe
Clutch shoe ini terhubung dengan input shaft, dan berbentuk seperti sepertiga lingkaran. Jika input shaft berputar, maka clutch shoes juga akan berputar dengan Rpm yang sama.
3. Clutch Housing
Komponen ini memiliki bentuk serupa dengan tromol rem dan berlokasi di bagian luar guna menyelimuti clutch shoe. Komponen ini terhubung dengan poros roda.
4. Return Spring
Komponen yang satu ini berfungsi untuk menjaga clutch shoe agar tidak mengembang. Selain itu, return spring juga berfungsi untuk mengembalikan posisi clutch shoe agar mengincup ketika terjadi deselerasi putaran mesin.
Setelah mengetahui komponen yang mendukung cara kerja kopling otomatis, lantas bagaimana cara kopling otomatis bekerja? Berikut penjelasannya.
Cara Kerja Kopling Otomatis
Cara Kerja Kopling Otomatis
Seperti yang sudah disebutkan di atas, kopling otomatis memanfaatkan gaya sentrifugal sebagai mekanismenya. Masih mengutip pada buku yang sama, berikut cara kerja kopling otomatis:
1. Ketika Mesin Mati
Saat mesin mati atau belum dinyalakan, maka posisi clutch shoes akan mengincup. Maka dari itu, clutch shoe dengan clutch housing tidak terhubung yang membuat roda dapat berputar dengan bebas tanpa ada hambatan dari crankshaft mesin.
2. Ketika Mesin Low Speed
Ketika mesin dalam posisi idle, maka input shaft dan clutch shoes berputar dengan Rpm yang rendah. Putaran ini menghasilkan gaya sentrifugal yang masih rendah karena putaran yang dihasilkan juga rendah. Maka dari itu, clutch shoe belum dapat terhubung dengan clutch housing sehingga mesin bisa hidup namun kendaraan tidak bisa melaju.
3. Ketika Mesin Middle to High Speed
Ketika motor melaju, maka Rpm mesin secara otomatis akan bertambah. Pertambahan ini akan menghasilkan gaya sentrifugal yang semakin besar sehingga clutch shoe akan mengembang. Komponen yang mengembang ini akan menempel dengan clutch housing hingga mesin bisa diteruskan ke clutch housing dan menyebabkan roda dapat berputar.
Ketika melakukan deselrasi atau pengurangan kecepatan, maka gaya sentrifugal ini akan mengecil dan return spring akan menarik clutch shoe untuk kembali mengincup. Maka dari itu, clutch shoe akan terlepas dan putaran mesin akan terputus ketika Anda melepas gas.
Seperti itu informasi seputar cara kerja kopling otomatis. Selain memahami komponennya, Anda juga perlu merawat komponen ini secara berkala. Agar terjamin, Anda bisa melakukan perawatan di bengkel resmi.
(AA)
