Cara Memasang Spion Motor dan Posisinya yang Benar

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Spion seringkali disepelekan oleh banyak orang khususnya pengendara sepeda motor. Padahal, komponen tersebut sangat penting dan vital untuk keselamatan pengendara.
Pemerintah bahkan telah membuat aturan terkait kewajiban memasang kaca spion pada sepeda motor. Ketentuan ini tertuang dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).
Fungsi dari spion pada motor sendiri adalah untuk membantu pengemudi untuk melihat keadaan sekitar, seperti di samping kanan dan kiri atau belakang saat berkendara.
Spion juga bisa dimanfaatkan pengemudi untuk melihat keadaan jalan ketika ingin menyeberang. Nah, agar menambah visibilitas Anda saat berkendara, simak cara memasang spion motor dan mengatur posisinya yang benar dalam uraian di bawah ini.
Cara Memasang Spion Motor
Pemasangan spion motor tak boleh asal. Kaca spion pada sepeda motor pun harus dipasang sebanyak dua buah di lokasi yang telah disediakan.
Berdasarkan informasi yang diterangkan dalam channel YouTube DNG OTOMANIA, ada beberapa tahap ketika memasang spion pada sepeda motor. Berikut cara memasang spion motor yang benar:
Persiapkan perlengkapan yang sudah tersedia di dalam bungkus spion tersebut.
Pasang tuas pada spion, lalu tambahkan baut agar tuas terpasang pada spion. Kencangkan menggunakan kunci L. Saat mengencangkan, posisi spion menghadap ke depan dan ujung tuas menghadap ke belakang.
Setelah tuas terpasang pada spion, selanjutnya pasang spion ke tempat pemasangan spion motor. Masukkan baut antara lubang yang ada di tuas spion dengan lubang tempat pemasangan spion.
Kencangkan baut tersebut menggunakan kunci L dengan rapat. Setelah terpasang rapat, lakukan penyetelan pada baut yang berada di antara tuas dan spion.
Setel posisi spion dengan benar agar nyaman saat menggunakannya ketika berkendara.
Baca juga: Apa Itu Injeksi Motor? Ini Pengertian, Komponen, dan Tips Merawatnya
Posisi Spion Motor yang Benar
Posisi spion sejatinya sudah dirancang sedemikian rupa oleh pabrikan menyesuaikan jenis motor. Rata-rata memiliki ukuran tingginya 75 sampai 80 mm dan lebar 130 hingga 140 mm.
Sementara itu, tangkai spion motor pun harus memiliki panjang keseluruhan 100 sampai 130 mm, yang dihitung dari ujung drat pada setang motor.
Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, Ludhy Kusuma mengingatkan, posisi spion yang benar minimal bisa memantulkan visibilitas belakang dan sedikit membuka keluar sehingga jangkauan pengelihatan makin luas.
Lewat posisi itu, fungsi spion bertambah. Komponen ini menjadi alat bantu untuk memantau gerak-gerik mencurigakan sebagai pencegahan tindak kriminalitas. Khususnya situasi rawan seperti malam hari, sehingga pengendara bisa lebih menyikapi dan mengambil keputusan menjaga diri.
"Penyesuaian spion harus dilakukan setelah pengemudi mendapatkan posisi berkendara yang paling tepat dan baik untuk mengemudi," tambah Ludhy, dikutip kumparanOTO.
Selebihnya Ludhy melengkapi, fungsi spion tanpa disadari juga bisa menjadi pedoman posisi, atau alat bantu mengukur jarak kendaraan di samping.
Apabila terlalu dekat dan spion hampir menyentuh kendaraan di samping, artinya pengendara wajib mengoreksi posisinya untuk menjaga jarak aman.
(NDA)
