Cara Mengatasi Oli Rembes Tanpa Bongkar Mesin Motor

ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pasti Anda tahu sebagai pemilik kendaraan bermotor mengenai oli. Oli dipakai sebagai pelumas mesin agar tidak terjadi gesekan secara langsung antar kinerja dalam mesin.
Selain itu, oli juga berguna untuk pendingin mesin. Oli kendaraan harus sesuai dengan takaran dan kekentalan tertentu untuk mendapatkan performa dan keawetan mesin.
Hal ini dikarenakan agar oli tidak mengalami kebocoran pada mesin. Seringkali Anda menemukan bekas oli di jalan akibat tetesan bocor. Atau kendaraan Anda sendiri pernah mengalami hal tersebut.
Kejadian tersebut jangan dibiarkan, karena itu merupakan tanda kerusakan pada mesin. Khususnya pada motor, kebocoran oli bisa menjadi alasan penyebab masalah serius pada kendaraan.
Hal ini bisa jadi ada kaitannya dengan kerusakan komponen lain. Oli menjadi elemen yang penting untuk mekanisme kerja motor dalam meningkatkan umur komponen. Oli juga berfungsi untuk mengurangi korosi dan gesekan antar bagian mesin yang bergerak.
Kekurangan oli dapat menyebabkan kinerja motor menjadi tidak maksimal. Bisa-bisa, dapat membuat mesin gagal menyala atau cepat rusak.
Oli yang rembes atau mengalami kebocoran biasanya akan menunjukkan kondisi di mana oli berkurang secara signifikan dibandingkan pemakaian biasa.
Namun, jangan khawatir karena hal ini bisa diatasi dengan perbaikan yang benar. Selain itu, untuk mengatasi kebocoran oli pada mesin motor juga tak perlu melakukan pembongkaran mesin.
Cara Mengatasi Oli Rembes Tanpa Bongkar Mesin Motor
Cara Mengatasi Oli Rembes Tanpa Bongkar Mesin Motor
Dilansir dari laman resmi Auto2000, berikut ini cara mengatasi oli rembes tanpa bongkar mesin motor.
1. Kencangkan Semua Baut atau Ganti Baru
Baut pada mesin untuk aliran oli bisa dol atau kendor. Kondisi ini sering terjadi dan biasanya sering dialami oleh kendaraan-kendaraan yang sering dipakai. Anda harus memeriksa setiap baut di area kebocoran oli untuk memastikannya. Jika baut kendor, maka Anda hanya perlu mengencangkannya. Tak hanya itu, Anda juga harus memastikan baut terpasang dengan benar dan tidak miring. Jika baut miring, maka akan terasa berat dan berpotensi merusak ulir karter atau baut itu sendiri. Jika baut sudah dol atau slek, maka Anda perlu menggantinya dengan yang baru. Anda dapat membuat drat baru atau memanfaatkan baut lain yang ukurannya sedikit lebih pendek.
2. Ganti paking yang rusak atau segel yang aus
Berbagai komponen dan poros pada motor memiliki sambungan yang berbeda-beda dan memiliki gasket untuk menjaga oli tetap di dalam mesin. Jika motor sering digunakan, banyak bagian mesin yang bergerak sehingga menyebabkan poros berputar dan suhunya pun meningkat. Kondisi ini dapat membuat oli merembes. Cara mengatasinya yaitu dengan mengganti segel dan paking. Memang tidak memerlukan biaya yang banyak, tetapi memakan waktu yang cukup banyak.
3. Gunakan sealant oli mesin
Sealant biasa digunakan untuk menangani kebocoran ringan. Sealant adalah sejenis cairan yang digunakan untuk menutup kebocoran dari dalam. Sealant dipakai sebagai penutup sekaligus kondisioner untuk segel dan paking yang kemudian dapat mengembalikannya ke bentuk semula. Sealant bentuknya cair dan penggunaannya harus dicampur dengan oli mesin. Bahan ini tidak mengganggu fungsi kinerja bagian lainnya.
4. Perhatikan ring motor
Selanjutnya yaitu pastikan komponen ring ini ada. Baut karter oli biasanya dilengkapi dengan ring yang berfungsi untuk mencegah kebocoran oli. Jika ring ini hilang atau rusak, maka bisa jadi inilah penyebab oli rembes.
5. Pakai seal tape
Seal perseneling atau seal kick starter yang rusak dapat diperbaiki dengan tanpa membongkar mesin. Jika kebocoran terjadi pada bagian ini, maka Anda hanya perlu mencongkel seal yang sudah rusak, kemudian menggantinya dengan seal yang baru. Setelah itu, tambahkan oli untuk menjaga kapasitas oli yang ditentukan.
(FOV)
