Konten dari Pengguna

Cara Mengganti Filter Oli Motor yang Benar

Infootomotif

Infootomotif

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Filter oli motor berbahan kawat . Foto: dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Filter oli motor berbahan kawat . Foto: dok. Istimewa

Untuk menjaga performa motor tetap baik, Anda harus rajin mengecek kondisi komponen yang ada di kendaraan tersebut. Hal ini supaya tidak terjadi kerusakan di komponen lainnya sehingga berpotensi memperparah kondisi kendaraan.

Salah satu komponen yang harus dipantau adalah filter oli. Filter oli motor merupakan komponen penting dalam kinerja kendaraan.

Dikutip dari kumparanOTO, filter oli memiliki tugas untuk menyaring berbagai kotoran dari produk pembakaran yang tak larut agar tidak masuk terbawa oli ke ruang mesin.

Gram-gram kotoran tersebut biasanya dihasilkan dari sisa-sisa pembakaran pada ruang mesin yang tidak dapat terbakar dengan sempurna. Mengingat pentingnya peran filter oli tersebut, maka kondisi filter oli juga harus selalu terjaga dengan baik.

Apabila ada kerusakan pada filter oli, motor akan terasa tidak nyaman digunakan seperti menimbulkan bunyi kasar. Biasanya, bunyi tersebut akibat komponen mesin yang ada di dalamnya terjadi baret. Contohnya pada piston dan blok silinder.

Ilustrasi filter oli sepeda motor. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Jika ada serpihan kerak atau kotoran masuk di sela-sela antara dua komponen ini dalam posisi piston bekerja, maka akan ada baret entah pada permukaan piston atau pada silinder. Apabila terjadi, gejala kompresi turun akan muncul dan menimbulkan tenaga motor Anda lemah serta ada asap putih dari knalpot.

Sebagian orang terkadang kurang memperhatikan filter oli dan tidak mengetahui waktu yang tepat untuk menggantinya. Di dalam buku panduan juga sudah tertera waktu ideal dalam penggantian filter oli pada motor.

Contohnya, apabila penggantian oli sepeda motor tersebut dilakukan pada setiap 3 ribu kilometer, maka penggantian filter oli tidak boleh lebih dari 6 ribu kilometer. Sebab, bila penggantian filter oli lebih dari 2 kali ganti oli, maka berpotensi merusak mesin itu sendiri.

Dilansir dari situs resmi Top1, ada beberapa komponen yang berpotensi mengalami kerusakan selain piston dan blok silinder, seperti :

  • Camshaft

  • Crankshaft

  • Rocker arm

  • Engine overheat

Untuk itu, rajinlah memeriksa komponen ini agar mencegah kerusakan pada filter oli mau pun komponen lainnya. Bila Anda merasa filter oli tersebut perlu untuk diganti, seperti ini cara menggantinya.

Cara Mengganti Filter Oli Tipe Kaleng

Cara Mengganti Filter Oli Tipe Kaleng

Tipe filter oli ini sebenarnya sama tapi sudah dibuat lebih praktis. Tipe kaleng biasanya tidak diletakkan di dalam mesin, melainkan diluar mesin sehingga kita mudah menemukannya. Berikut cara menggantinya.

  1. 1. Buka Penutup Filter

    Pastikan Anda sudah menemukan posisi filter. Jika sudah, buka penutup filternya menggunakan kunci. Biasanya ada tiga buah baut yang mengikat penutup ini. Putar berlawanan arah jarum jam.

  2. 2. Bersihkan Lokasi Filter

    Pastikan lokasi pemasangan filter sudah Anda bersihkan untuk menghindari kotoran mengendap.

  3. 3. Pasang Filter Baru

    Untuk filter penggantinya, anda bisa menggunakan jenis filter original atau after sales. Buka filter oli yang masih baru, kemudian beri sedikit oli pada seal oringnya. Kemudian pasang menggunakan tangan tidak terlalu kencang.

Harga filter ini juga tidak terlalu mahal, hanya berkisar antara Rp 30ribu - Rp 70 ribu. Pada penggantian filter oli ini sebaiknya Anda juga melakukan penggantian oli mesin.

(FOV)