Cara Menggunakan Hydrometer dengan Benar

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hydrometer adalah alat ukur yang banyak digunakan pada dunia otomotif. Alat ukur ini memanfaatkan berat jenis cairan untuk mendapatkan hasil pengukuran.
Fungsinya sendiri adalah untuk mengukur berat jenis accu atau aki atau dengan kata lain untuk mengukur berat jenis atau kepadatan relatif suatu fluida.
Cara Menggunakan Hydrometer
Cara Menggunakan Hydrometer
Dikutip dari laman sekolahkami.com, cara menggunakan hydrometer ini sebenarnya sangatlah mudah. Namun, dalam penggunaannya perlu diperhatikan beberapa hal sehingga hasil pengukurannya dapat benar-benar akurat dan sesuai dengan kenyataan. Untuk lebih jelasnya berikut cara-caranya untuk Anda.
1. Pastikan Alat Ukur Bersih
Mempersiapkan hydrometer dan aki yang akan diukur dan pastikan alat ukur hydrometer dalam kondisi bersih.
2. Kalibrasi Hydrometer
Mengkalibrasi hydrometer dengan mengukur berat jenis air terlebih dahulu. Hasil pengukuran harus menunjukkan pada area bening atau dengan kata lain air memiliki berat jenis 1 kg/cm3.
3. Memulai Pengukuran
Membuka semua tutup accu dan aki. Menekan suction bulb secukupnya dan masukkan pickup tube atau ujung dari hydrometer ke dalam elektrolit baterai. Melepas tekanan pada suction bulb akan elektrolit terhisap ke dalam gelas kaca atau outer tube dan pelampung akan melayang dan menunjukkan angka atau hasil pengukuran.
4. Membaca Hasil Pengukuran
Membaca hasil pengukuran massa jenis elektrolit air dan mencatat hasilnya di dalam kertas.
5. Mengulang Pengukuran
Melakukan pengulangan pengukuran untuk memastikan hasil pengukuran benar atau akurat sesuai dengan kondisi elektrolit baterai. Massa jenis standar elektrolit baterai yaitu 1,260-1,280.
Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Penggunaan Hydrometer
Dalam proses pengukuran massa jenis elektrolit baterai atau accu, perlu diperhatikan beberapa hal agar dalam proses pengukuran menghasilkan hasil yang maksimal. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan saat menggunakan hydrometer.
Memposisikan hydrometer tegak lurus dengan praktikum untuk mempermudah dalam proses pembacaan hasil pengukuran.
Dalam proses pembacaan juga harus dalam posisi tegak lurus sehingga hasil pembacaan akurat.
Jangan mengangkat hydrometer yang berisi elektrolit baterai untuk mencegah terjadinya kerusakan yang diakibatkan oleh elektrolit.
Arti Warna pada Saat Pengukuran Hydrometer
Pada melakukan proses pembacaan hasil pengukuran hydrometer sebenarnya hanya membaca skala yang disediakan. Kemudian hasilnya dilakukan perhitungan atau dibandingkan dengan warna yang ada atau ditunjukkan pada hasil perhitungan. Berikut perhitungannya.
Bening atau tidak berwarna merupakan salah satu warna yang ada pada hydrometer yang menandakan netral atau berat jenis air yaitu 1.
Merah merupakan salah satu warna pada hydrometer yang memiliki arti kondisi aki yang harus dilakukan pengisian dan penambahan accu zur atau asam sulfat. Pada posisi merah biasanya elektrolit memiliki massa jenis dari 1100-1220.
Putih merupakan salah satu warna pada hydrometer yang memiliki arti poor atau cukup. Dalam hal ini aki dalam kondisi normal sehingga tidak perlu dilakukan tindakan apa pun. Warna putih biasanya elektrolit memiliki massa jenis dari 1225-1250.
Hijau merupakan salah satu warna pada hydrometer yang memiliki arti good atau baik. Pada kondisi ini elektrolit memiliki jenis sebesar 1250-1280.
(HDZ)
