Cara Mengisi Air Radiator Mobil dengan Benar

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengisi air radiator dengan benar sangat penting untuk menjaga performa mesin dan mencegah masalah overheating. Perawatan ini tidak boleh diabaikan, karena sistem pendingin yang baik akan menjaga kesehatan mesin mobil dan memperpanjang usianya.
Air radiator merupakan cairan penting untuk sistem pendingin mobil. Cairan ini diformulasikan untuk menyerap panas yang dihasilkan mesin selama pengoperasian dan membuangnya melalui radiator.
Pengisian air radiator tidak sulit untuk dilakukan. Pemilik mobil dapat melakukan prosedur tersebut di rumah dengan mengikuti beberapa panduan. Simak penjelasan selengkapnya pada uraian di bawah ini.
Cara Mengisi Air Radiator Mobil
Untuk menjaga performa mesin tetap optimal, pemilik mobil perlu memastikan air radiator dalam jumlah yang cukup. Jika level cairan terlalu rendah, segera tambah air radiator sampai mencapai ketinggian yang sesuai standar.
Berikut penjelasan mengenai langkah mengisi air radiator mobil seperti yang dikutip dari laman How Stuff Works.
1. Pastikan Mesin dalam Keadaan Dingin
Sebelum mengisi air radiator mobil, pastikan mesin dalam keadaan mati dan sudah dingin. Selain itu, parkir kendaraan di tempat yang aman dengan rem parkir aktif.
Baca Juga: Air Radiator Keluar dari Selang Pembuangan, Ini Penyebabnya
2. Temukan Lokasi Radiator
Reservoir air radiator biasanya berupa wadah plastik transparan yang terletak di dekat radiator. Seringkali diberi label dengan kata "coolant" atau memiliki simbol yang menyerupai termometer.
Untuk membantu menemukannya, periksa buku manual kendaraan masing-masing.
3. Periksa Level Air Radiator
Lepaskan tutup reservoir cairan pendingin dan periksa ketinggian cairan terhadap garis pengisian di sisi reservoir. Untuk memeriksa level cairan pendingin, amati skala “Min” dan “Maks” di sisi reservoir.
Cairan harus berada di antara tanda minimum dan maksimum. Jika cairan terlalu rendah, segera siapkan untuk mengisi cairan pendingin.
Selain itu, hal lain yang perlu diperhatikan adalah warna cairan pendingin. Cairan pendingin biasa harus jernih dan memiliki warna yang sama dengan cairan pendingin baru.
Jika warnanya gelap, coklat, atau berlumpur, jadwalkan melakukan pengurasan air radiator di bengkel. Hubungi mekanik segera jika mencurigai adanya kebocoran atau selang pecah yang menyebabkan cairan pendingin terlalu rendah.
4. Isi Air Radiator
Untuk mengisi air radiator gunakan corong untuk menuangkan cairan pendingin ke dalam reservoir hingga mencapai garis pengisian. Jangan mengisinya terlalu banyak, karena cairan pendingin memerlukan ruang untuk mengembang saat memanas.
5. Tutup dengan Rapat
Setelah menambahkan air radiator baru, pasang kembali tutup pada reservoir dan bersihkan tumpahan untuk mencegah kerusakan.
6. Periksa Kebocoran
Untuk memastikan pengisian sudah dilakukan dengan benar, lakukan pemeriksaan akhir untuk mengetahui apakah ada tumpahan atau kebocoran di sekitar tangki reservoir atau tutup radiator.
Nyalakan mesin dan biarkan menyala selama beberapa menit. Ini akan membantu mengedarkan cairan pendingin secara menyeluruh.
Periksa bagian bawah mobil apakah ada kebocoran. Jika melihat ada kebocoran, penting bagi pemilik mobil untuk segera memeriksakan mobil ke mekanik profesional.
(SA)
