Cara Pasang Relay Klakson Motor yang Mudah

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Merasa suara klakson motor Anda kurang nyaring? Tahukah Anda bahwa Anda bisa memanfaatkan komponen yang disebut relay untuk membantu klakson motor menjadi lebih keras.
Seperti yang Anda ketahui, klakson berfungsi sebagai tanda saat Anda berkendara di jalan. Sistem klakson membutuhkan energi listrik yang tersambung dengan aki motor.
Beberapa rangkaian seperti kabel penyalur listrik juga penting dalam penggunaan sistem klakson ini. Bunyi klakson juga bisa mengalami masalah kerusakan. Alhasil suara yang dihasilkan akan kecil atau minim dan bahkan bisa saja tidak dapat berfungsi.
Bagi para pecinta otomotif motor, biasanya mereka mengganti komponen klakson ini agar menghasilkan suara yang sedikit kencang. Untuk menghasilkan suara klakson yang lantang membutuhkan daya yang cukup besar dan menambah beberapa komponen untuk meningkatkan suara klakson tersebut.
Salah satu komponen yang dibutuhkan adalah relay. Dikutip dari buku Utak-atik Otomotif oleh Firmansyah Saftari, relay adalah suatu komponen yang digunakan sebgai saklar penghubung atau pemutus untuk arus beban yang cukup besar, dikontrol oleh sinyal listrik dengan arus yang kecil.
Dengan menggunakan relay, kabel yang menuju saklar tidak perlu ebal, karena arus yang terhubung ke saklar sangat kecil. Komponen ini sudah banyak ditemukan di beberapa bengkel atau onlineshop yang menjualnya.
Berbagai merek relay yang diedarkan dipasaran seperti Hella, Bosch, Wolo, PIAA, fer, dan masih banyak lagi. Dari sekian banyak merek, biasanya orang memilih merek Bosch yang asli dan socket relay-nya.
Cara pemasangan relay ini juga membutuhkan beberapa komponen pendukung, seperti:
Socket Relay dan terminal konektornya
Relay Bosch 4 kaki tipe "0 332 019 453"
Fuse Box (kotak sikring) dan terminal konektornya
Fuse/sikring 10 Ampere
Kabel tebal serabut diameter 5mm
Terminal Ring 10mm
Untuk sistem pemasangannya sendiri menggunakan dua macam sistem pelistrikan untuk klakson, yaitu yang dikontrol oleh tegangan negatif dan tegangan positif. Pada bagian bawah relay terdapat beberapa kode nomor untuk menandakan pemasangan rangkaian kabel seperti nomor 30, 85, 86, dan 87.
Negative Trigger
Sistem yang dikontrol oleh tegangan negatif biasanya menggunakan 2 kabel, satu kabel untuk ke positif dan satu lagi ke saklar pengontrol.
Begini cara memasangnya:
Pasang kabel bagian ujung relay yang bernomor 30 diarahkan ke bagian positif aki (Wajib menggunakan kabel yang tebal dikarenakan langsung dari aki motor).
Pasang kabel bagian ujung relay yang bernomor 87 diarahkan ke bagian positif klakson (Penggunaan kabel nya bisa menggunakan yang tebal atau pun yang sedang).
Pasang kabel pada bagian ujung relay dengan nomor 85 yang diarahkan ke bagian kabel klakson (A).
Pasang kabel pada bagian ujung relay bernomor 86 yang diarahkan langsung ke bagian kabel klakson (B).
Pasang ujung kabel relay pada nomer 85 dan 86 yang polaritas nya bisa di bolak balik.
Positive Trigger
Sistem yang dikontrol oleh tegangan positif biasanya menggunakan satu kabel saja dari saklar pengontrol. Kabel satunya lagi mengambil negatif dari ground atau body.
Begini cara memasangnya:
Pasang kabel pada bagian ujung relay no 30 mengarah ke positif aki (kabel wajib tebal karenaa langsung dari aki)
Pasang pada bagian ujung relay no 87 mengarah ke positif klakson (kabel tebal ataupun sedang).
Pasang pada bagian ujung relay no 85 mengarah ke kabel klakson A
Pasang pada bagian ujung relay no 86 dihubungkan ke bagian body motor (ground/negatif)
(FOV)
