Konten dari Pengguna

Ciri-ciri V-Belt Motor Harus Diganti, Ini Tandanya

Infootomotif

Infootomotif

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cover CVT Honda Vario 125 yang sudah  dilepas Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
zoom-in-whitePerbesar
Cover CVT Honda Vario 125 yang sudah dilepas Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO

V-belt merupakan salah satu komponen dalam sistem penggerak motor matik. Sabuk ini terbuat dari bahan karet yang memiliki fungsi untuk meneruskan putaran mesin ke roda belakang.

Meski terbuat dari bahan yang kuat, komponen ini dapat rusak sehingga mau tidak mau harus diganti dengan yang baru. Apabila v-belt tidak pernah diganti, maka hal tersebut akan berdampak pada penurunan performa mesin.

Untuk dapat menentukan kapan v-belt harus diganti, simak ciri-ciri yang dapat dikenali pada uraian berikut ini.

Ciri-ciri V-Belt Motor Harus Diganti

Contoh V-Belt pada motor matik Foto: dok. Aditya Pratama Niagara/kumparan

Frekuensi penggantian v-belt umumnya akan tergantung pada sejumlah faktor seperti jenis v-belt hingga gaya mengemudi pengendara.

Untuk membantu mengetahui waktu yang tepat untuk mengganti v-belt, Info Otomotif telah merangkum dari berbagai sumber mengenai sejumlah tanda yang bisa dijadikan petunjuk.

1. Timbul Bunyi Berisik pada Area CVT

Salah satu tanda yang bisa dikenali bahwa v-belt motor matik perlu diganti adalah ketika muncul decitan pada boks CVT pada saat melakukan akselerasi awal.

Suara berisik tersebut menandakan adanya gangguan pada v-belt. Selain itu, kondisi tersebut juga dapat terjadi karena ada gesekan v-belt dengan komponen pulley, generator, alternator, ataupun kompresor.

Baca Juga: 6 Cara Membersihkan Blok Mesin Motor di Rumah

2. Tarikan Motor Menjadi Berat dan Kasar

Ketika v-belt dalam kondisi normal, tarikan motor akan terasa halus dan lancar. Namun lain halnya ketika v-belt putus, biasanya tarikan motor terasa menjadi lebih berat dan kasar.

Untuk memeriksanya, pengguna motor dapat merasakan apakah tarikan tersendat saat berakselerasi pada kecepatan tinggi. V-belt yang rusak akan kesulitan mencapai kecepatan puncak.

4. Timbul Getaran

Ciri-ciri v-belt membutuhkan penggantian yang lainnya yakni timbul getaran pada motor. Getaran ini biasanya muncul karena v-belt mulai longgar dan getas.

5. V-Belt Retak atau Pecah

Tanda berikutnya yang bisa dilihat apakah v-belt perlu diganti atau tidak adalah dari kondisi fisiknya. Jika pengguna motor melihat v-belt mulai retak atau pecah-pecah, maka sebaiknya langsung segera diganti.

Kondisi v-belt yang sudah aus maupun retak akan kehilangan performanya untuk menggerakkan komponen motor yang terhubung.

Untuk menghindari hal ini, pemilik kendaraan perlu rutin mengecek kondisi velt setiap kali melakukan perawatan dan pastikan permukaannya tidak pecah-pecah.

Sesuai dengan rekomendasi pabrikan, umumnya v-belt harus diganti tiap 2 tahun atau ketika daya jelajah motor sudah mencapai 24 ribu kilometer.

Namun interval pergantian v-belt juga dapat disesuaikan dengan gaya berkendara. Jika motor sering bekerja berat dengan akselerasi cepat, maka v-belt mungkin memerlukan penggantian lebih awal.

(SA)