Dasar Kerja Motor Starter pada Mobil Didukung Komponen Ini

·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada dasarnya, mobil berpaku kuat pada seluruh rangkaian komponen mesin yang digunakan. Yang mengawali semua proses tersebut adalah sistem starter mobil.
Namun, apa dasar kerja motor starter pada mobil? Lalu apa saja rangkaian sistem untuk starting atau memulai pergerakan mesin tersebut? Berikut ini informasinya untuk Anda.
Dasar Kerja Motor Starter pada Mobil
Dikutip dari berbagai sumber, apabila suatu penghantar dialiri arus listrik dan ditempatkan di dalam suatu medan magnet, maka garis-garis gaya magnet dari kutub utara (N = north) ke kutub selatan (S=South) akan berbelok mengikuti arah garis gaya magnet yang berasal dari penghantar.
Garis-garis gaya magnet dari kutub utara ke selatan tersebut akan berbelok ke bagian atas penghantar. Apabila garis-garis gaya magnet yang berbelok itu diumpamakan sebagai karet, maka karet itu akan mendorong penghantar ke arah bawah. Demikian juga dengan garis-garis gaya magnet tersebut akan mendorong penghantar untuk bergerak atau terlempar ke bawah.
Sistem Starter Mobil dan Cara Kerjanya
Setelah mengetahui dasar kerjanya, langsung kita masuk ke cara kerjanya. Apa yang dimaksud dengan starter? Dalam bahasa orang awam, sebenarnya Anda bisa menyebut sistem ini sebagai rangkaian untuk menghidupkan mesin.
Anggapan tersebut memang benar. Meski terkesan diminimalisasi, tetapi kegunaan dari sistem ini sendiri memang untuk mengawali perputaran mesin kendaraan.
Komponen mesin akan mendapatkan putaran awal melalui bantuan flywheel yang dimotori oleh motor starter. Setelah itu, mesin akan mampu melakukan perputaran dengan sendirinya karena proses pembakaran mulai berjalan.
Pada dasarnya cara kerja dari sistem ini tidak terlalu rumit, namun perlu adanya rangkaian gerakan dari satu komponen ke komponen lainnya.
Berdasar dengan informasi tersebut, bisa dikatakan jika sistem akan berlangsung dengan seluruh komponen yang berkaitan.
Dalam hal ini, prinsip kerja yang digunakan adalah perubahan energi listrik menjadi energi putar atau kinetik pada seluruh komponen mesin. Di sinilah sistem starter mobil berjalan.
Cara kerja dari sistem ini bermula dari posisi pemutaran kunci kontak menuju kondisi ST atau start. Arus listrik dari baterai akan masuk ke terminal 50 pada switch magnet, yang kemudian daya positif baterai akan menuju ke terminal 30 pada magnet.
Kedua hal tersebut akan memulai rangkaian plunger pada Solenoid (switch magnet). Plunger itulah yang akan mendorong garpu pendorong mesin yang berdekatan dengan pinion gear.
Di sinilah proses starter akan dilanjutkan dengan pergerakan pinion untuk menyalurkan perputaran pada dinamo ke gigi flywheel. Setelah mencapai tahap ini, maka mesin akan segera hidup dengan bantuan perputaran flywheel tersebut.
Macam Starter Berdasarkan Cara Pengoperasiannya
Starting system sendiri mulai dikembangkan guna mempermudah dan kecepatan proses. Dengan semakin berkembangnya teknologi kendaraan, maka macam dari cara pengoperasiannya akan semakin mudah.
Berkaitan dengan hal ini, cukup banyak produsen mobil terbaru yang sudah dilengkapi dengan sistem elektrik.
Starter elektrik sebenarnya adalah salah satu jenis yang cukup populer untuk kendaraan terbaru dewasa ini.
Dasar dari jenis sistem starter mobil yang satu ini adalah penggunaan tenaga arus listrik untuk memulai sistem. Prosesnya dianggap lebih cepat dan bahkan kerap diterapkan untuk mesin sepeda motor dan mobil.
Jika starter elektrik lebih banyak digunakan untuk mobil, berbeda lagi dengan starter mekanik yang mana butuh tenaga manusia. Jika Anda membayangkan hal tersebut, sudah jelas.
Jika jenis ini tidak mungkin digunakan untuk mobil. Karena itulah sistem ini banyak ditemukan di sepeda motor dengan bentuk kick starter.
Yang terakhir adalah sistem dengan nama starter pneumatic. Pada dasarnya, proses starter mesin yang satu ini terjadi dengan sumber tenaga dari tekanan udara.
Sangat tidak mungkin jika diterapkan pada mobil atau sepeda motor. Pasalnya, mesin yang digunakan akan lebih besar. Umumnya jenis ini digunakan pada mesin kapal laut.
Komponen Starter Mobil
Kembali pada sistem starter yang berjalan karena adanya rangkaian komponen mobil yang saling membantu. Dalam hal ini, setidaknya terdapat 10 komponen yang melengkapi sistem starter mobil tersebut.
Sistem ini terhubung dengan motor starter yang merupakan bagian utama dengan 3 jenis berbeda, yakni motor planetary, konvensional, dan reduksi.
Di dalam bagian itu sendiri, setidaknya ada beberapa komponen penting yang harus ada dan dalam keadaan terbaiknya. Seperti yoke dan pole core yang berbentuk silinder dengan tugas sebagai penopang field coil dan memperkuat medan magnet.
Berkaitan dengan hal tersebut, field coil yang terbuat dari lilitan tembaga berfungsi untuk membangkitkan medan magnet.
Dibantu dengan pole core dan field coil, armature akan mengubah energi listrik yang dihasilkan aki menjadi energi mekanik. Bentuk dari energi tersebut adalah momen putar yang bersentuhan dengan brush.
Sedangkan armature brake akan melakukan pengereman saat putaran mulai terlepas dari kaitan dengan flywheel. Komponen selanjutnya adalah drive lever dan plunger yang bertugas mendorong pinion gear untuk menyalurkan putaran dinamo dan flywheel.
Ada pula brush dengan tembaga lunak sebagai penyalur arus listrik dari field coil. Terdapat komponen starter clutch yang merupakan komutator untuk mengamankan armature coil.
Komponen starter mobil juga dilengkapi dengan saklar magnet dan juga magnetic switch. Tugasnya adalah melepaskan pinion dan mengalirkan arus listrik melalui terminal utama. Kemudian, ada pula Komutator yang bertugas sebagai penghubung arus listrik. Dan terakhir adalah pinion gear yang menjadi penghubung poros engkol dan flywheel.
(HDZ)
