Konten dari Pengguna

Drag Race, Adu Cepat Motor di Jalur 201 Meter

Infootomotif

Infootomotif

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Drag Race ojol di Gunungkidul, Yogyakarta. Foto: Instagram/@gojekgunungkidull
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Drag Race ojol di Gunungkidul, Yogyakarta. Foto: Instagram/@gojekgunungkidull

Bagi Anda pecinta otomotif khususnya sebagai pelaku atau penikmat adu balap kendaraan pasti mengerti mengenai drag race. Kegiatan ini cukup populer di seluruh dunia dan menjadi salah satu olahraga otomotif.

Olahraga ini bisa terbilang cukup ekstrim dan membutuhkan alat keselamatan yang lengkap. Kendaraan yang dipakai tidak sembarangan karena telah dirancang khusus untuk mengadu performa dari kendaraan tersebut.

Drag race juga sangat populer di Indonesia dengan banyak penggemar. Biasanya pemerintah daerah mengadakan perlombaan ini tiap tahunnya di jalan raya. Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mengikuti perlombaan satu ini.

Ada beberapa orang awam juga masih belum paham apa itu drag race dan bagaimana aturan serta sejarah lainnya mengenai olahraga ini. Dilansir dari laman resmi Fortuna Motor, begini penjelasan lengkapnya.

Definisi Drag Race

Drag race adalah cabang olahraga otomotif yang mempertandingkan antar dua kendaraan beradu kecepatan di jalan lurus sepanjang 201 meter. Aturan pemenang perlombaan ini cukup siapa yang mencapai garis finish terlebih dahulu adalah pemenangnya.

Umumnya, para pembalap yang mengikuti perlombaan ini merupakan bagian dari sebuah tim/kelompok. Drag race mempunyai kelas-kelas tersendiri di setiap perlombaannya. Kelas-kelas tersebut diatur sesuai dengan jenis dan daya dalam motor tersebut.

Jenis yang diperlombakan contohnya, seperti kelas motor bebek, motor matic, motor sport, dan dengan kapasitas mesin cc yang sama tentunya. Pembalap yang pertama mencapai garis finish akan lolos ke babak selanjutnya, hingga masuk dalam final dan ditentukan siapa juara dari balapan tersebut.

Yang menentukan kemenangan drag race ini tidak hanya performa dari kendaraan tersebut, melainkan penguasaan para pembalap atas beberapa teknik, serta strateginya.

Sejarah Drag Race

Freddie Frith tercatat sebagai pemenang kejuaraan dunia balap motor pertama. Foto: Dok. MotoGP

Olahraga drag race ini merupakan kegiatan mendunia yang awalnya kemunculannya di negara Amerikan Serikat pada tahun 1950. Event pertama yang digelar secara profesional ini diadakan oleh sebuah organisasi yang bernama Asosiasi Sepeda Motor Amerika atau AMA tepatnya di California pada tahun 1953.

Event tersebut mewadahi para pembalap untuk beradu di lintasan lurus sesuai dengan aturan yang telah ditentukan. Kendaraan yang diikutkan dalam drag race ini dirancang dengan mengacu pada prinsip-prinsip balap, yaitu dengan pemangkasan bobot motor dengan mencopot komponen yang tidak diperlukan.

Kemudian, ada pengubahan yaitu penggunaan wheelbase lebih panjang dari motor standar. Selang beberapa lama, olahraga ini menyebar ke seluruh penjuru dunia termasuk ke Indonesia.

Sejarah Drag Race di Indonesia

Drag race ini masuk ke Indonesia adalah pada tahun 1995. Awalnya kegiatan event ini tidak terlalu banyak dan ramai. Namun, lama kelamaan masyarakat Indonesia mulai banyak yang tertarik dan ikut serta dalam perlombaan tersebut. Akhirnya, di penjuru daeerah di Indonesia menjadikan pagelaran ini tiap tahunnya hingga ada kejuaran nasional.

Aturan Drag Race

Drag race mempunyai beberapa aturan yang berlaku, baik untuk penyelenggara maupun. para pembalap. Berikut aturan tersebut :

  • Lintasan pacu : Panjang lintasan mulai start hingga ke finish sejauh 201 meter dengan lebar 4 meter. Lalu, akan disambung dengan linatasan pengereman yang juga panjangnya adalah 201 meter. Untuk pagar pembatas antara arena balap dan penonton, minimal berjarak 1,5 meter dari tepi jalur dengan pagar pembatas tertutup rapat.

  • Persyaratan pembalap : Peserta balap wajib memiliki Kartu Izin Start atau KIS dari Ikatan Motor Indonesia untuk kategori Balap Motor. Peserta hanya diijinkan untuk mengikuti maksimal tiga kelas utama. Yang tidak kalah penting adalah, peserta wajib memakai nomor start pada setiap kelas yang diikuti.

  • Kelas yang ditandingkan : Ada kelas campuran 250 cc 2 langkah, kelas bebek 125 cc 4 langkah, kelas sport 150 cc 2 langkah, kelas bebek 125 cc 2 langkah.

Tata Cara Perlombaan Drag Race

Ada beberapa poin tata cara atau teknis yang harus diperhatikan saat mengikuti perlombaan ini, di antaranya:

  1. Jika peserta kurang dari 16 maka, lomba dilaksanakan dalam 2 heat dan jika peserta lebih dari 16 maka, lomba akan dilaksanakan babak penyisihan.

  2. Urutan start Heat kedua berdasarkan hasil dari Heat Pertama. Waktu terkecil pertama start dahulu, dilanjutkan urutan waktu terkecil kedua dan seterusnya.

  3. Pada saat peserta masuk ke area starting, peserta akan ditentukan panitia jalur mana yang akan dipergunakan peserta tersebut (jalur A atau B), dengan jalur yang berbeda setiap heat.

  4. Peserta wajib membawa kendaraannya dan hadir ditempat start sesuai dengan jadwal start untuk kelas tersebut.

  5. Peserta yang terlambat hadir 5 menit setelah peserta terakhir didalam kelas tersebut dianggap mengundurkan diri.

  6. Tidak diperbolehkan memperbaiki kendaraan di area starting.

  7. Tidak diperbolehkan memindahkan gigi dengan tangan.

  8. Kedua tangan harus memegang stang kendaraan dan tidak diperbolehkan mengangkat kaki, baik sebelah maupun kedua-duanya keatas jok.

  9. Peserta yang mencuri start langsung dikenakan sanksi Diskualifikasi.

  10. Start dilakukan dalam keadaan mesin hidup/menyala.

  11. Perlombaan yang terdiri dari dua heat akan diambil waktu tempuhnya berdasarkan HEAT 1 + HEAT 2 dibagi 2 (dua). (Everage Time)

  12. Hasil waktu tempuh peserta yang dikeluarkan oleh kamar hitung adalah mutlak dan tidak dapat diprotes/diganggu gugat.

  13. Jika HEAT 2 / Final tidak bisa dilakukan/lombakan (Force Majeure), maka hasil HEAT 1 / Penyisihan yang menjadi waktu tempuhnya (hasil juara)

  14. Jika terjadi nilai waktu yang sama, pemenang ditentukan dari catatan waktu yang terbaik di heat kedua.

  15. Bila masih sama, untuk menentukan pemenang dilihat dari kapasitas cc yang lebih kecil.

  16. Ada atau tidaknya suatu protes panitia berhak memerintahkan pembongkaran mesin kendaraan peserta. Sanksi : Diskualifikasi.

(FOV)