Konten dari Pengguna

Fungsi Kipas Pendingin pada Alternator dan Komponen Lainnya

Infootomotif

Infootomotif

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Alternator Mobil (Foto: dok. Muhammad Ikbal/kumparanOTO)
zoom-in-whitePerbesar
Alternator Mobil (Foto: dok. Muhammad Ikbal/kumparanOTO)

Alternator adalah sebuah komponen mobil yang berfungsi untuk menghasilkan arus listrik bagi seluruh komponen kelistrikan sekaligus pengisian aki.

Dalam komponen alternator ada yang dinamakan kipas pendingin atau lebih dikatakan Alternator Fan yang tentunya memiliki fungsi yang berbeda di setiap komponennya.

Lantas, apa fungsi dari kipas pendingin pada alternator dan komponen lainnya?

Fungsi Kipas Pendingin pada Alternator dan Komponen Lainnya

Dikutip dari laman resmi Auto2000, fungsi dari kipas pendingin ini adalah untuk mendinginkan kumparan baik stator dan rotor saat bekerja.

Kipas ini diperlukan untuk mencegah alternator overheat, karena panas berlebih di dalam alternator akan mengganggu proses pengisian arus listrik secara keseluruhan.

Alternator Mobil (Foto: dok. Muhammad Ikbal/kumparanOTO)

Selain kipas pendingin, ada 6 komponen lainnya yang memiliki fungsi yang berbeda, yaitu:

Rotor Coil

Rotor coil adalah kumparan berputar yang berfungsi menyediakan medan magnet di dalam alternator. Kita mengetahui bahwa prinsip kerja alternator yakni dengan memanfaatkan perpotongan garis gaya magnet untuk menghasilkan aliran listrik.

Untuk mendapatkan perpotongan gaya magnet tersebut, maka harus ada medan magnet yang dibangkitkan terlebih dahulu. Pada pengisian sepeda motor, rotor sudah menggunakan permanen magnet sehingga tak perlu dibangkitkan lagi medan magnetnya.

Tapi pada komponen alternator mobil, rotor terbuat dari kumparan yang bisa mengeluarkan medan magnet hanya apabila dialiri arus listrik.

Dari mana arus listrik berasal? Tentu saja dari aki. Aki berfungsi sebagai penyalur listrik. Tanpa aki, tentu mobil tidak bisa dihidupkan. Rotor ini terhubung ke poros alternator, sehingga saat poros berputar rotor juga berputar dan medan magnet akan bergerak-gerak.

Stator Coil

Stator coil adalah kumparan statis yang berfungsi menangkap perpotongan medan magnet. Seperti yang dijelaskan diatas, untuk menghasilkan aliran listrik, maka medan magnet harus berpotongan dengan kumparan.

Nantinya, pada kumparan statis tersebut akan timbul aliran listrik dengan tegangan dan arah tertentu. Lokasi stator ada di bagian luar rotor coil. Ada jarak beberapa milimeter antara permukaan rotor dengan permukaan stator.

Karena jaraknya cukup kecil, maka medan magnet dari stator akan menyentuh kumparan stator. Sehingga begitu rotor diputar, medan magnet tersebut akan berpotongan dengan stator coil.

Alternator Shaft

Poros alternator berfungsi sebagai penghubung antara bagian pulley dengan rotor. Sehingga putaran dari pulley alternator bisa tersambung ke rotor dan rotor dapat berputar.

Brush

Brush atau sikat adalah komponen alternator tembaga berbentuk kotak kecil, yang digunakan untuk menghubungkan arus listrik ke rotor coil.

Kita tahu bahwa rotor memerlukan arus listrik untuk membangkitkan kemagnetan namun rotor ini juga berputar. Jadi arus listrik tidak bisa disambungkan begitu saja menggunakan kabel.

Jalan keluarnya, yakni dengan memanfaatkan dua buah brush yang menekan slip ring. Slip ring sendiri merupakan bagian pada ujung poros alternator yang terhubung ke dua ujung kumparan rotor. Sehingga saat brush ini menempel pada slip ring maka arus listrik akan tersalur ke rotor.

Bearing

Bearing berfungsi sebagai bantalan yang akan melapisi poros alternator dengan frame alternator. Sebetulnya bukan hanya pada alternator, semua mekanisme putaran pada sistem apa pun wajib memiliki bearing.

Tanpa bearing maka putaran poros bisa lebih kasar dan berat. Pada alternator, umumnya ada dua buah bearing yang diletakkan dibagian frame depan dan frame belakang.

Rectifier/Dioda

Rectifier atau rangkaian dioda adalah komponen untuk mengubah arus AC menjadi DC. Rectifier diperlukan karena arus output dari stator coil, masih bersifat AC atau bolak balik. Sementara kelistrikan mobil menggunakan tegangan yang dihasilkan oleh DC.

Sehingga diperlukan rangkaian dioda untuk mengubah arus AC ke DC. Cara pengubahan ini murni tugas dari dioda di mana dioda dapat memblok aliran arus dari salah satu arah. Sehingga saat arus AC dialirkan ke dioda maka hanya satu arah saja yang dapat lewat dan menjadi searah/DC.

(HDZ)