Konten dari Pengguna

Fungsi Lampu Sein Motor, Cara Kerja, dan Komponen Penyusunnya

Infootomotif

Infootomotif

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi lampu sein motor. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lampu sein motor. Foto: Pixabay

Lampu sein merupakan salah satu komponen yang wajib ada pada motor sebagai fitur keselamatan. Fungsi lampu sein motor sendiri adalah pengendara di sekitar ketika kendaraan hendak belok kanan atau kiri.

Umumnya, lampu sein motor berwarna kuning dan menyala secara berkedip-kedip. Posisi lampu ini ada di bagian depan dan belakang kendaraan. Keduanya akan menyala bersamaan bila pengendara mengaktifkannya.

Berkedipnya lampu sein motor disebabkan oleh flasher atau turn signal relay. Komponen ini akan membuat lampu sein menyala secara berkedip-kedip dengan jarak waktu tertentu, yaitu antara 60-120 kali setiap menitnya.

Fungsi Lampu Sein Motor

Ilustrasi lampu sein motor. Foto: Pexels

Menurut informasi yang dituliskan dalam situs Wahana Honda, fungsi lampu sein motor jika dirincikan secara menyeluruh adalah sebagai berikut.

  • Sebagai indikator atau isyarat bahwa kendaraan akan berbelok, baik ke kiri maupun ke kanan. Dengan begitu, pengendara lain dapat mengetahui kondisi kendaraan di depan mereka. Hal ini tentu juga dapat mengurangi risiko terjadinya kecelakaan.

  • Sebagai isyarat kepada pengendara lain bahwa Anda akan menyalip atau mendahului kendaraan di depan Anda, sehingga pengendara yang akan didahului dan pengendara lain yang ada di belakang mengetahuinya.

  • Sebagai isyarat agar kendaraan yang berlawanan arah dengan kita keluar jalur kita. Misalnya, ada kendaraan yang berlawanan arah menyalip kendaraan di depannya dengan mengambil jalur kita, maka kita bisa menyalakan lampu sein guna memberikan peringatan kepada kendaraan tersebut untuk keluar jalur kita.

  • Memberi isyarat ketika kita akan berpindah jalur. Misalnya, jalanan terbagi menjadi dua jalur, jika ingin pindah dari jalur pertama ke jalur kedua, maka Anda wajib menyalakan lampu sein.

Baca juga: 5 Penyebab Lampu Motor Kurang Terang

Cara Kerja Lampu Sein Motor

Dikutip dari buku Pemeliharaan Listrik Sepeda Motor SMK/MAK Kelas XI karya Z. Furqon, S.T. dan Drs. Joko Pramono, cara kerja lampu sein motor adalah apabila switch pada komponen ini dipencet, arus dari baterai akan mengalir melewati sekring.

Lalu, arus tersebut menuju kunci kontak. Kemudian melewati flasher untuk menuju ke lampu sein depan dan belakang, serta indikator sein pada speedometer.

Komponen Penyusun Lampu Sein Motor

Ilustrasi mengendarai sepeda motor. Foto: Pexels

Cara kerja lampu sein tidak akan sempurna jika tidak didukung dengan komponen penyusunnya. Merujuk buku Pemeliharaan Listrik Sepeda Motor SMK/MAK Kelas XII karya Muhammad Achsanudin, S.Pd.T dan Edi Putra Wirawan, S.Pd.T., komponen tersebut yaitu:

  • Trafo: Terletak di luar kotak rangkaian dan menyediakan sumber tegangan untuk semua bagian lampu sein.

  • Power Supply: Membantu meningkatkan tingkat arus listrik yang dibutuhkan oleh sinyal. Ini juga membantu mengatur suhu komponen agar tetap stabil.

  • Kontrol Timer: Bertugas untuk mengatur jeda antar sinyal cahaya sehingga dapat menciptakan efek berkedip atau pengulangan.

  • Flasher/Relay: Menghubungkan koordinator ke saklar otomatis dan mengontrol arus listrik yang diperlukan untuk mengaktifkan lampu sein.

  • Saklar Otomatis: Saklar yang dapat mengalirkan arus listrik dengan cepat dan efisien, ketika arus tertentu hilang atau diperlukan. Dapat digunakan untuk mengontrol lampu sein pada rangkaian.

  • Terminal Saklar: Berfungsi untuk menghubungkan saklar otomatis dengan kabel listrik yang dilewatkan ke lampu sein.

  • Baterai/Aki: Berfungsi untuk menghasilkan arus listrik yang dibutuhkan untuk membuat sinyal bekerja.

  • Kontrol Putar: Beguna untuk mengatur waktu lampu sein saat menyala atau mati.

  • Lampu Sein: Bagian utama dari komponen rangkaian, lampu sein akan menyala atau mati sesuai dengan fungsi kontrol putar.

  • Gasket: Komponen tambahan yang membuat rangkaian lampu sein benar-benar aman untuk digunakan. Gasket berfungsi sebagai isolator agar arus listrik yang lewat tidak mengalir ke tubuh para pengguna.

  • Kabel: Berfungsi untuk menyalurkan arus listrik dari baterai ke sinyal.

  • Switch: Berfungsi untuk mengubah arus listrik ke mode sinyal.

  • Sistem Kontrol: Berfungsi untuk mengubah warna LED sesuai dengan mode yang dipilih.

  • Modul Efek: Digunakan untuk membuat efek berkedip-kedip dan lainnya.

  • Resistor: Berfungsi untuk membatasi arus listrik yang mengalir ke sinyal.

  • Grafik Logam: Berfungsi untuk menghasilkan efek pencahayaan yang mengesankan.

  • Kontakor: Berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan arus listrik yang dikirimkan ke sinyal.

  • Transistor: Berfungsi sebagai switch elektronik yang mengontrol arus listrik.

(NDA)