Fungsi Power Steering pada Mobil di Setiap Komponennya

Konten dari Pengguna
14 Agustus 2021 18:22
·
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sejarah power steering pada mobil. Foto: dok. GuideAuto
zoom-in-whitePerbesar
Sejarah power steering pada mobil. Foto: dok. GuideAuto
Teknologi dalam kendaraan mobil semakin berkembang dari waktu ke waktu. Perkembangan ini menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dalam mengendarai mobil.
Salah satunya yaitu teknologi power steering. Kebanyakan mobil zaman sekarang telah menggunakan teknologi ini.
Power steering merupakan salah satu bagian dari sistem kemudi yang ditambahkan pada roda mobil. Teknologi ini berfungsi untuk memudahkan putaran kemudi agar lebih halus dan memberikan kenyamanan pada pengendara.
Sistem kerja power steering ini didukung oleh beberapa komponen untuk bekerja sama dan menjalankan fungsinya masing-masing. Sebagai pemiliki mobil, Anda harus mengenalnya lebih dalam mengenai komponen dari power steering ini.

Komponen Power Steering pada Mobil

Lingkar setir all new Hyundai Santa Fe, ilustrasi setir mobil Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Lingkar setir all new Hyundai Santa Fe, ilustrasi setir mobil Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Dilansir dari situs resmi Daihatsu Indonesia, berikut komponen pada power steering dengan fungsinya masing-masing.
1. Reservoir Tank
Komponen yang pertama yaitu ada reservoir tank. Komponen ini terletak pada bagian hidrolik pump yang berfungsi untuk menampung cadangan minyak yang dimiliki power steering. Minyak ini berasal dari control valve dan mengalir melalui low pressure hose, lalu ditampung oleh reservoir tank.
Kemudian minyak yang ditampung oleh reservoir tank nantinya akan disalurkan atau disalurkan kembali melalui pompa dari power steering. Sebagai pemilik mobil Anda harus selalu memastikan bahwa kadar dari minyak power steering ini mencukupi dan jangan biarkan oli power steering sampai dalam keadaan kosong.
2. Vane Pump
Jika salah satu komponen power steering yaitu reservoir tank fungsinya untuk menyalurkan kembali minyak power steering melalui pompa. Vane pump inilah yang dimaksud dengan pompanya yang mana bagian dari komponen power steering.
Komponen ini digerakkan dengan pemanfaatan dari putaran mesin yang terhubung dengan v belt dan melalui pulley.
3. Low Pressure Steering Hose
Berikutnya ada komponen low pressure steering hose yang mempunyai fungsi sebagai tempat mengalirnya power steering oil. Komponen ini juga sering disebut sebagai selang power steering, dan di dalamnya mengalir fluida bertekanan rendah yang berasal dari rotary control valve kemudian menuju ke arah reservoir tank.
4. Steering Rack Shaft
Steering rack shaft yaitu salah satu dari komponen power steering, yang mana sebagai poros utama kemudi dan berfungsi sebagai penerus putaran dari roda kemudi pada steering gear box.
Komponen ini memiliki piston di salah satu sisinya dan piston tersebut terhubung dengan bagian power cylinder. Sementara sisi yang lainnya disematkan gear yang terhubung dengan pinion gear.
5. Steering Gear Housing
Steering gear mempunyai fungsi sebagai tempat meletakkan pinion gear dan juga power steering rack. Adanya komponen ini di desain menyatu dengan beberapa komponen lainnya, seperti power silinder dan control valve.
Keberadaan dari steering gear ini bentuknya berbeda-beda pada setiap kendaraan, tergantung ukuran dan lain sebagainya.
6. High Pressure Steering Hose
Jika ada komponen low pressure steering hose, maka ada juga high pressure steering hose sebagai bagian dari komponen power steering. Komponen ini fungsinya tidak jauh berbeda dengan low pressure, akan tetapi high pressure dapat mengalirkan minyak power steering yang memiliki tekanan tinggi. Bahan dari high pressure steering hose sendiri biasanya terbuat dari bahan baja atau logam.
Sebenarnya cara kerja dari power steering ini cukup sederhana dan tidak serumit yang dibayangkan. Power steering memiliki dua cara kerja, yaitu posisi setir netral (roda ban lurus ke depan) dan posisi setir membelok.
(FOV)