Fungsi Sekring Motor dalam Sistem Kelistrikan dan Jenisnya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sekring merupakan salah satu komponen yang terdapat dalam sistem kelistrikan sepeda motor. Komponen ini berperan penting untuk memutus arus jika terjadi korsleting.
Setiap sepeda motor dilengkapi dengan sekring sebagai pengaman rangkaian listrik. Sehingga dapat mencegah kerusakan pada komponen elektrik akibat adanya hubungan pendek arus listrik tersebut.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai fungsi sekring motor, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini beserta jenis-jenisnya.
Fungsi Sekring Motor
Sekring, atau yang kerap disebut sebagai fuse ini merupakan pengaman rangkaian listrik yang paling banyak digunakan.
Adanya sekring bertugas untuk melindungi komponen-komponen kelistrikan pada sepeda motor dari kerusakan akibat arus listrik yang berlebihan.
Korsleting tidak hanya dapat merusak komponen elektrik, namun juga berisiko menimbulkan kebakaran yang membahayakan pengendara.
Dalam buku Motor Listrik (2021) karya Faikul Umam, dkk, sekring terdiri dari sebuah kawat halus pendek yang akan meleleh dan terputus jika dialiri oleh arus listrik yang berlebihan ataupun terjadinya hubungan arus pendek dalam sebuah peralatan listrik.
Dengan putusnya sekring, arus listrik berlebihan tersebut tidak dapat merusak komponen-komponen yang terdapat dalam rangkaian elektronika tersebut.
Baca Juga: 8 Penyebab Kipas Radiator Motor Tidak Berputar
Jenis-jenis Sekring Motor
Terdapat dua jenis sekring yang sering ditemui pada sepeda motor, yakni sekring tabung (tube fuse) dan sekring tancap (fuse blade). Kedua sekring motor memiliki penggunaan yang berbeda.
1. Sekring Tabung
Sekring tabung umum ditemukan pada sepeda motor keluaran lama. Kawat pengamanan di dalamnya terbungkus oleh tabung kaca transparan.
Sehingga memudahkan pengendara untuk memeriksa kondisi sekring apakah putus atau tidak.
2. Sekring Tancap
Jika sering tabung banyak digunakan pada sepeda motor lawas, pada sepeda motor baru lebih sering memakai sekring tancap. Pemasangan sekring ini dilakukan dengan cara ditancapkan, sehingga piranti ini dinamakan demikian.
Sekring tancap memiliki beberapa ragam warna yang menunjukkan kapasitas yang dilambangkan dengan satuan Ampere (A). Adapun varian warna dan spesifikasinya antara lain sebagai berikut.
Warna oranye memiliki kapasitas 5A
Warna merah memiliki kapasitas 10A
Warna biru memiliki kapasitas 15A
Warna kuning memiliki kapasitas 20A
Warna bening atau warna ungu memiliki kapasitas 25A
Warna hijau memiliki kapasitas 30A
Dengan mengenali warna dan kapasitasnya, hal ini berguna untuk menentukan perawatan dan penggunaan yang tepat supaya tidak cepat rusak.
Namun sering waktu, sekring motor bisa mengalami kerusakan karena kabel yang getas dan soket-soket yang berkarat. Oleh karena itu, penting bagi pemilik motor untuk rutin membersihkan sekring dan kotak sekring.
Apabila sekring terlihat gosong atau rusak, maka segera ganti dengan komponen yang baru supaya sistem kelistrikan motor tetap aman.
(SA)
