Fungsi Tachometer Beserta Jenis-jenisnya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tahukah Anda mengenai fungsi tachometer? Atau Anda belum mengenal dengan alat atau komponen ini? Jika belum, simak terus ulasannya berikut ini.
Mungkin selama ini yang Anda ketahui tentang komponen informasi atau alat pengukur kecepatan di belakang setir kemudi adalah Speedometer. Ternyata, ada juga alat pengukur atau penunjuk informasi lainnya yang disebut dengan tachometer.
Tachometer adalah sebuah alat ukur yang sering digunakan untuk mengukur titik aman atau berbahaya dan menunjukkan kecepatan rotasi pada suatu kendaraan. Beda dengan speedometer, tachometer ini menggunakan rotasi per menit (rpm) dalam indikatornya.
Fungsi Tachometer
Setelah Anda mengerti tentang tachometer, berikut ini kami akan membahas fungsinya. Dikutip dari laman Suzuki Indonesia, tachometer ini tidak hanya digunakan di kendaraan mobil saja, melainkan pesawat, hingga alat medis.
Indikator yang memiliki satuan rotasi per menit (rpm) ini sangat bermanfaat bagi pengendara. Tachometer ini bisa disebut sebagai instrumen yang menuntun pengoperasian kendaraan.
Dengan berpedoman pada tachometer, kendaraan akan berjalan menurut putaran statis. Hal tersebut memungkinan bisa menghemat bahan bakar. Jika pada mobil, alat ini berfungsi khusus memantau rpm mobil.
Dengan melihat angka yang tertulis dalam tachometer, Anda bisa memantau rpm supaya tidak melebihi ketentuan pabrik saat menggunakan mobil. Karena, jika angka rpm terlalu tinggi, hal ini dapat mengurangi usia pemakaian mesin menjadi sangat pendek.
Jenis-Jenis Tachometer
Zaman sekarang segala komponen teknologi kendaraan hampir berbasis digital. Sama halnya dengan tachometer, saat ini telah muncul komponen ini yang berbasis digital.
Tachometer pun juga memiliki beberapa jenis, berikut jenis-jenis tersebut :
1. Optic
Yang pertama yaitu tachometer optic atau biasa disebut non contact yang digunakan untuk mengukur kecepatan rpm. Alat ini berbentuk batang yang memuat jalur atau garis. Photo Sensornya menghadap ke arah batang tersebut.
Cara kerja alat tersebut adalah setiap batang berputar, kemudian photosensor akan menentukan jumlah garis yang dilewati. Output yang dihasilkan berbentuk pulsa. Pada periode ini, kecepatan reguler akan diukur dengan rangkaian counter. Sistem kerjanya telah tercantum pada batang optic.
Fungsi dari photosensor ini bisa mendeteksi garis menjadi kelebihan yang dimiliki gerigi optic. Akan tetapi, alat itu tidak dapat mendeteksi jarak sehingga diperlukan pemasangan 2 photosensor.
2. Rotor Bergigi
Selanjutnya, jenis tachometer yang satu ini terdiri dari satu sensor tetap dan satu paket pemutar gerigi, roda, dan bahan besi. Untuk melakukan fungsinya, rotor gerigi menggunakan dua sensor, yakni Variable Reluctance Sensor dan Hall Effect Sensor.
Untuk Sistem kerjanya ditandai dengan adanya perputaran rotor, kemudian terjadi pengukuran bagian rotor yang bergerigi. Setiap gerigi yang dilewati ini akan terdeteksi oleh sensor magnet. Medan magnet akan bertambah, menginduksi tegangan lilitan kawat, hingga dihasilkan energi.
Energi tersebut akan diubah menjadi gelombang kotak yang memiliki rangkaian ambang detektor. Gelombang kotak jernih akan terus dihasilkan setiap waktu saat gerigi melewatinya.
3. DC
Yang terakhir yaitu tachometer DC. Tachometer ini merupakan generator yang berfungsi untuk memproduksi tegangan DC sesuai kecepatan batang. Alat ini terdiri dari magnet tetap dan bagian yang berbahan koil.
Di dalam sistem kerja tachometer ini juga terjadi konversi secara langsung. Konversi langsung itu terjadi antara kecepatan dan tegangan. Maka dari itu, tachometer DC sering digunakan dalam instrumen kelautan.
Tachometer DC mempunyai keunggulan dalam menjaga agar inersia tidak turun. Namun, jika hal itu terjadi, langkah yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan sikat. Perlu diperhatikan juga bahwa penggunaan sikat seperti itu dapat menjadikan inersia cepat aus.
Frequently Asked Question Section
Apa itu tachometer?

Apa itu tachometer?
Tachometer adalah sebuah alat ukur yang sering digunakan untuk mengukur titik aman atau berbahaya dan menunjukkan kecepatan rotasi pada suatu kendaraan.
Apa dasar penghitungan tachometer?

Apa dasar penghitungan tachometer?
Beda dengan speedometer, tachometer ini menggunakan rotasi per menit (rpm) dalam indikatornya.
Apa saja kendaraan yang menggunakan tachometer?

Apa saja kendaraan yang menggunakan tachometer?
Dikutip dari laman Suzuki Indonesia, tachometer ini tidak hanya digunakan di kendaraan mobil saja, melainkan pesawat, hingga alat medis.
(FOV)
