Ini Indikator Kapan Harus Ganti Engine Mounting pada Mobil

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jika memiliki mobil, Anda sebagai pemilik sebaiknya selalu memperhatikan kondisinya. Tujuannya agar mobil tetap terawat dan selalu nyaman ketika digunakan.
Untuk melakukan perawatan mobil, Anda harus memahami bagian-bagian mobil. Ini penting agar Anda bisa mengetahui ketika mobil Anda sudah terasa tidak nyaman karena kerusakan suatu bagian.
Salah satu bagian mobil yang jarang diketahui oleh pemiliknya sendiri adalah engine mounting. Padahal, peran engine mounting ini sangat berpengaruh terhadap kenyamanan berkendara.
Engine mounting adalah sebuah dudukan atau penyangga pada bagian dalam mobil. Fungsinya adalah untuk meredam getaran yang terjadi akibat getaran mesin.
Bagian ini juga berfungsi menjadi penyangga agar logam mesin dan logam bodi mobil tidak bersentuhan.
Mengingat pentingnya komponen ini, Anda sebaiknya mengetahui kapan harus ganti engine mounting.
Anda perlu mengenali tanda-tandanya agar dapat segera membawa mobil Anda ke bengkel ketika bagian ini mulai rusak.
Untuk membantu Anda mengetahui kapan engine mounting harus diganti, berikut ini adalah informasinya.
Kapan Harus Ganti Engine Mounting?
Dikutip dari kumparanOTO, setidaknya ada 4 gejala yang bisa Anda rasakan untuk mengetahui kapan harus ganti engine mounting. Berikut ini penjelasannya:
Getaran Mesin Terasa Lebih Kuat
Menurut Kepala Bengkel Auto2000 Raden Inten Bandar Lampung, Nurrahman Adi Saputra, tanda engine mounting harus segera diganti dapat dirasakan dari getarannya.
Engine mounting yang sudah tidak prima akan membuat getaran mesin terasa lebih kuat dari biasanya.
Getaran yang kuat ini dapat Anda rasakan pada saat mesin mobil dalam kondisi stasioner.
Getarannya akan terus bertambah kuat jika dalam keadaan rusak sampai tidak mampu lagi menyangga mesin dengan baik.
“Getaran terasa lebih kuat dari biasanya, mobil bermesin bensin akan mirip seperti mobil diesel getarannya sehingga terasa tidak nyaman,” ujar Nurrahman.
Muncul Bunyi-Bunyi Aneh
Kedua, Anda bisa mencoba mendengarkan bunyi mesin mobil. Ketika berakselerasi atau deselerasi, coba dengarkan apakah ada bunyi-bunyi aneh. Jika kerusakannya semakin parah, bunyinya akan bertambah keras.
“Di beberapa kasus bisa muncul bunyi-bunyi aneh seperti klutuk-klutuk. Kalau sudah semakin kuat suaranya, bisa jadi rusaknya sudah cukup parah,” kata Nurrahman.
Hentakan Mesin Lebih Kuat
Di sisi lain, menurut Kepala Mekanik tim balap GRT, Hadi Taruna, tanda engine mounting harus diganti juga bisa dirasakan dari hentakan mesin. Anda bisa coba rasakan pada saat pedal gas pertama kali diinjak.
Tanda kerusakan ini muncul karena pengait mesin sudah longgar. Akibatnya, engine mounting tidak bisa menyangga bodi mobil dengan baik.
“Ketika pedal gas diinjak, pengemudi bisa merasakan hentakan yang lebih kuat. Pada saat mobil diam kondisi stasioner, lalu tiba-tiba diinjak pedal gasnya, akan terasa hentakan yang kuat,” terang Hadi.
Posisi Mesin Tidak Ideal
Terakhir, tanda-tanda engine mounting harus diganti juga bisa terlihat secara visual. Ini bisa Anda lihat dari posisi mesin yang turun atau miring.
Kondisi ini ada penyebabnya. Ini terjadi karena karet engine mounting sudah robek atau tidak tebal lagi sehingga berpengaruh terhadap posisi mesin.
“Kalau engine mounting bagian atas sudah kena, posisi mesin akan lebih turun atau miring. Posisinya menjadi tidak proporsional,” jelas Hadi.
Itulah 4 tanda penting yang bisa Anda jadikan indikator untuk kapan harus ganti engine mounting. Jika keempat tanda tersebut mulai terasa pada mobil Anda, sebaiknya segera bawa mobil Anda ke bengkel resmi. (RAS)
