Jenis Baterai Sepeda Listrik, Kenali Perbedaannya

Konten dari Pengguna
18 April 2022 11:52 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Vintage Electric Shelby. Foto: Electec
zoom-in-whitePerbesar
Vintage Electric Shelby. Foto: Electec
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Jenis baterai sepeda listrik mungkin belum banyak diketahui. Kendaraan dengan penggerak listrik saat ini sedang digencarkan oleh Pemerintah Indonesia. Pemerintah melakukan berbagai kebijakan dan pembangunan ekosistem kendaraan listrik sebagai bentuk komitmen terhadap perubahan iklim.
ADVERTISEMENT
Dilansir dari laman Curbed, sepeda listrik adalah sepeda standar yang dilengkapi dengan motor listrik. Motor listrik tersebut berfungsi untuk memberikan dorongan atau lebih dikenal sebagai pedal assist.
Pengendara sepeda listrik akan mendapat manfaat besar dengan adanya dorongan dari motor listrik tersebut. Manfaat yang didapatkan antara lain ketika melewati lintasan yang berbukit, mengangkut barang, dan berpergian dengan jarak yang jauh.
Sepeda listrik menggunakan jenis-jenis baterai yang berbeda-beda. Penasaran dengan jenis baterai sepeda listrik? Berikut ini adalah ulasannya.

Jenis Baterai Sepeda Listrik

Sepeda listrik bertenaga surya yang dikembangkan Unpad. Foto: Dok. Istimewa
Jenis baterai pada sepeda listrik cukup beragam. Berikut ini adalah jenis-jenis baterai sepeda listrik dikutip dari laman Epic Cycles.

1. Baterai Lead Acid

Jenis baterai sepeda listrik yang pertama adalah baterai lead acid. Baterai ini dikenal sangat murah. Baterai ini memiliki kapasitas daya yang lebih kecil dengan bobot yang cukup berat dibandingkan dengan jenis baterai sepeda listrik lainnya dengan berat dan ukuran yang sama.
ADVERTISEMENT
Baterai ini merupakan baterai terberat dari semua jenis baterai sepeda listrik yang tersedia di pasaran. Baterai lead acid tiga kali lebih berat dari baterai lithium dan dua kali lebih berat dari baterai nikel. Selain itu, baterai jenis ini memiliki kapasitas daya yang lebih rendah dibandingkan baterai nikel dan lithium yakni setengah dari kedua jenis baterai tersebut. Sehingga, penggunaan baterai lead acid tidak terlalu direkomendasikan untuk sepeda listrik.

2. Baterai Nikel Kadmium

Jenis baterai sepeda listrik yang kedua adalah baterai nikel kadmium. Baterai jenis ini kuat dan dapat bertahan untuk waktu yang sangat lama jika dilakukan perawatan dengan tepat. Baterai ini juga menawarkan kapasitas yang lebih besar dibandingkan dengan baterai jenis lead acid. Namun, kapasitas baterai ini jauh lebih sedikit dibandingkan baterai lithium.
ADVERTISEMENT
Baterai sepeda listrik jenis nikel kadmium memiliki kinerja beban yang baik. Baterai ini mampu menahan banyak tekanan dari throttle. Namun, kelemahan dari baterai ini adalah memiliki self-discharge rate yang rendah. Daya pada baterai ini dapat berkurang sebanyak 70% dalam waktu 24 jam setelah diisi daya penuh namun tidak digunakan. Hal ini disebabkan karena baterai sepeda listrik jenis nikel kadmiun memiliki kepadatan daya yang rendah.
Baterai nikel kadmium juga memiliki harga yang mahal. Selain itu, baterai nikel kadmium juga memiliki kandungan yang berbahaya untuk lingkungan. Baterai jenis ini bukan pilihan yang tepat untuk sepeda listrik Anda.

3. Baterai Lithium Ion

Jenis baterai sepeda listrik yang ketiga adalah baterai lithium ion. Baterai ini menjadi baterai default untuk setiap sepeda listrik yang tersedia di pasaran saat ini. Baterai lithium ion memiliki kapasitas yang lebih besar tetapi bobotnya tidak terlalu berat. Baterai ini juga tahan lama.
ADVERTISEMENT
Meskipun baterai lithium ion cukup mahal, Anda disarankan untuk membeli sepeda listrik dengan jenis baterai lithium ion. Baterai ini ideal untuk setiap sepeda listrik dalam hal jangkauan jarak, berat, hingga umurnya yang cukup panjang.
(RFN)