Jenis Piston Mobil dan Pengertiannya

Konten dari Pengguna
19 Agustus 2021 10:20 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Kolong Mobil Foto: dok. Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kolong Mobil Foto: dok. Pixabay
ADVERTISEMENT
Pada sistem kendaraan mobil terdapat banyak komponen di dalamnya. Dari sekian komponen tersebut ada yang dinamakan dengan piston.
ADVERTISEMENT
Mungkin banyak orang pernah mendengar komponen yang satu ini. Namun, tidak banyak yang tahu mengenai fungsi dan jenisnya pada komponen tersebut.
Padahal, komponen ini sangat penting dalam sistem penggerak mesin mobil. Komponen tersebut juga biasa disebut dengan torak.

Pengertian Piston

Dilansir dari laman resmi Wuling Indonesia, piston atau torak adalah jantung mesin yang berperan langsung pada proses pembakaran untuk menghasilkan tenaga.
Piston yang bergerak naik turun akan menghasilkan energi ke seluruh bagian mesin, mulai dari mekanisme engkol, fly wheel hingga pemindah daya dan penggerak roda. Kepala piston memiliki beberapa macam bentuk, ada yang cembung dan ada juga yang datar.
Cara kerja komponen ini berhubungan langsung dengan proses pembakaran, maka dari itu piston disebut juga dengan jantung mesin kendaraan. Energi yang dihasilkan dari komponen ini adalah tenaga gerak.
ADVERTISEMENT
Tenaga yang dihasilkan dari naik turunnya piston tersebut akan dilanjutkan ke mekanisme engkol dan terus berlanjut sampai pada komponen penggerak roda. Pada piston juga terdapat sebuah pin yang dibuat dari bahan baja nikel.

Jenis Piston yang Digunakan pada Mobil

Ilustrasi membersihkan ruang mesin mobil pakai lap. Foto: dok. caranddriver
Selain itu, piston memiliki berbagai macam jenisnya. Berikut keterangan jenisnya.
1. Piston Split
Yang pertama, piston ini memiliki alur dengan bentuk huruf T atau huruf U. Tujuan dari pemberian alur pada piston ini adalah untuk memudahkan saat terjadinya pemuaian. Sisi kerja piston dibuat alur dengan huruf-huruf tersebut yang tegak lurus terhadap piston pin.
2. Piston Slipper
Pada piston slipper, bagian yang bekerja atau yang bergesekan dengan dinding silinder adalah bagian yang tidak terhubung dengan piston pin. Bagian sisi yang segaris dengan piston pin sama sekali tidak bergesekan dengan dinding silinder.
ADVERTISEMENT
Bagian bawah piston ini berbeda antara yang segaris dengan piston pin dan yang tidak segaris. Bagian yang segaris dengan piston pin dipotong. Ini memiliki tujuan untuk membuat piston menjadi lebih ringan dan memperpendek batang penghubung. Dengan demikian, mesin akan dapat bekerja lebih ringan dan tenaga yang dihasilkan dapat lebih besar.
3. Piston Autothermic
Jenis piston autothermic dirancang sedikit berbeda dengan jenis piston lainnya. Piston ini dibuat dari bahan paduan alumunium yang ditujukan untuk meningkatkan tingkat pemuaian. Bagian atas piston dibuat lebih kecil dibandingkan dengan bagian bawah piston.
Konstruksi semacam itu akan membuat kinerja piston kurang baik saat mesin masih dingin. Sehingga untuk mengatasi hal ini, pabrikan menciptakan ring piston dengan tingkat pemuaian lebih kecil sehingga mudah memuai dan kinerja mesin dapat mudah tercapai.
ADVERTISEMENT
4. Piston Oval
Yang terakhir ada piston oval yaitu jika pada jenis autothermic yang dibedakan pada diameter atas dan bawah piston berbeda dengan jenis ini. Jenis ini membedakan tebal dinding piston di sepanjang keliling piston.
Pada bagian piston yang berdekatan dengan piston pin dibuat lebih tebal dibandingkan dengan sisi kerja (sisi piston lainnya). Ketika pemuaian terjadi, bagian dinding piston yang memiliki ketebalan lebih besar akan cepat memuai dibandingkan sisi lainnya.
Sehingga kondisi ini membuat piston menjadi oval yakni pada bagian sekitar lubang pin piston memiliki diameter lebih kecil daripada bagian kerja. Pada kondisi dingin, maka keovalan akan hilang dan piston menjadi bulat kembali.
Seperti itulah jenis-jenis piston pada mobil, semoga artikel ini menambah ilmu Anda.
ADVERTISEMENT
(FOV)