Kapan Air Radiator Mobil Harus Diganti? Ini Waktu yang Direkomendasikan

Konten dari Pengguna
19 April 2024 16:46 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi memeriksa radiator. Foto: Seksan Kingwatcharapong/Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi memeriksa radiator. Foto: Seksan Kingwatcharapong/Shutter Stock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Radiator termasuk salah satu komponen vital yang mendukung kinerja mesin kendaraan. Komponen ini berfungsi untuk mendinginkan mesin supaya menghindarkannya dari risiko overheating.
ADVERTISEMENT
Adapun bagian dari sistem radiator yang perlu diperhatikan adalah air radiator. Cairan ini perlu diperiksa secara rutin. Pasalnya bila air radiator habis akan berdampak buruk pada kinerja mesin.
Selain itu tidak kalah penting, air radiator juga perlu diganti setelah mencapai batas waktu tertentu. Untuk mengetahui kapan air radiator mobil harus diganti, simak uraiannya di bawah ini.

Waktu untuk Mengganti Air Radiator Mobil

Reservoir Air Radiator Foto: Alfons Yoshio Hartanto/ kumparanOTO
Pengguna mobil perlu tahu waktu yang tepat untuk mengganti air radiator. Cairan ini membantu kerja radiator dalam menjaga suhu mesin mobil dengan optimal.
Penggantian air radiator dapat dilakukan setiap interval 20.000 kilometer atau dua tahun. Apabila mobil sudah melewati jarak tempuh yang direkomendasikan, maka pemilik kendaraan harus segera mengganti air radiator mobil.
ADVERTISEMENT
Air radiator yang tidak diganti dalam waktu yang cukup lama akan mengalami penurunan fungsi dan performanya. Kendati demikian, jangka waktu dan jarak tempuh tersebut dapat berbeda sesuai dengan spesifikasi mobil yang digunakan.
Selain itu, tanda lain untuk segera mengganti air radiator adalah ketika sudah keruh dan berubah warna. Kondisi tersebut menandakan bahwa kualitasnya sudah menurun karena adanya kontaminan dan kotoran yang terus bersirkulasi di mesin.
Kepala Bengkel Auto2000 Cabang Krida Cilandak, Heri Andriyanto, menjelaskan apabila cairan masih bagus dan sudah mendekati low level maka bisa menambahkan cairan lagi.
Cairan coolant yang digunakan harus sejenis supaya tidak merusak mesin. Selain itu, tidak diperbolehkan untuk mengisi reservoir radiator dengan air keran karena mengandung mineral yang mampu menimbulkan kerak dan karat pada radiator mobil.
ADVERTISEMENT
“Air keran itu bikin karat ya berarti nanti pendinginannya jadi enggak maksimal atau sempurna. Kalau terpaksa saat darurat mungkin boleh saja tetapi itu enggak boleh sering-sering,” paparnya seperti yang dikutip dari kumparanOTO.
Pemilik kendaraan juga diimbau untuk mengisi cairan radiator sesuai indikator batasan anjuran pabrik. Informasi ini dapat dilihat pada pada tabung penyimpanan cairan. Artinya pengisian tidak boleh melebihi batas maksimum pada reservoir.
Cairan radiator yang tumpah dari reservoir bisa saja berdampak negatif terhadap kelistrikan atau kabel-kabel pada ruang mesin. Selain itu, bisa juga menimbulkan bercak atau kerak yang sulit dihilangkan.
Sebaliknya, jika volume cairan pada reservoir kurang atau tidak sesuai anjuran juga bisa berefek buruk pada mesin. Dalam laman Daihatsu dipaparkan bahwa tanpa cairan pendingin yang memadai, mesin rentan mengalami overheating.
ADVERTISEMENT
Pada gilirannya hal ini dapat mengakibatkan kerusakan internal dan mengurangi umur pakai komponen.
(SA)