Konten dari Pengguna

Kepanjangan SST pada Otomotif

Infootomotif

Infootomotif

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menghapus Indikator Engine Check dengan Yamaha Diagnostic Tools (YDT) Foto: Bangkit Jaya Putra
zoom-in-whitePerbesar
Menghapus Indikator Engine Check dengan Yamaha Diagnostic Tools (YDT) Foto: Bangkit Jaya Putra

Bagi Anda pecinta otomotif atau mekanik otomotif pernah mendengar kata SST. Sebab, SST merupakan salah satu alat atau komponen yang sering digunakan pada kendaraan.

Kepanjangan SST pada otomotif yaitu Special Service Tool. SST adalah sebuah peralatan mekanik otomotif khusus yang dibuat untuk membantu pembongkaran, pemasangan, hingga perakitan pada komponen otomotif.

Alat ini memang dibuat dan didesain khusus digunakan hanya untuk instalasi otomotif. Alat-alat SST pun juga terdapat berbagai macam dan berbeda-beda di setiap tipe atau merk kendaraan. Dengan adanya SST ini dapat mempercepat dan mempermudah pengerjaan servis kendaraan khusus dibandingkan dengan peralatan tangan (hand tools).

Salah satu jenis SST adalah alat pembongkar (remover) yang digunakan untuk melepas atau membongkar komponen seperti bearing separator, bearing remover, puller, dan sebagainya.

Kemudian ada juga replacer yaitu alat yang khusus digunakan untuk memasang atau mengganti komponen otomotif. Lebih spesifiknya lagi, kedua alat tersebut penggunaannya harus sesuai dengan ukurannya.

Ada beberapa macam jenis lagi pada SST ini. Dilansir dari buku berjudul Keterampilan Dasar Teknologi Otomotif oleh Fathun, M.Pd., berikut ini jenis-jenisnya.

Jenis-jenis SST pada Otomotif

Bearing swing arm pada motor matik Foto: dok. Istimewa

1. Bearing Splitter

Bearing Splitter adalah puller khusus yang digunakan untuk melepas bantalan yang berada pada posisi yang tidak dapat dijangkau oleh kaki puller biasa.

2. Oil Seal Puller

Puller jenis ini untuk melepas perapat oli yang ada pada transmisi, poros belakang, dan lainnya. Caranya yaitu puller dimasukkan pada tempat pemasangan perapat oli atau kaki puller pada posisi yang benar, kemudian lepar perapat oli.

3. Bearing Cup Puller

Alat ini digunakan untuk menarik bearing dari bagian tengah bearing atau bearing yang terpasang pada lubang atau silinder.

4. Sliding Hammer

Sliding hammer digunakan untuk melepaskan komponen yang tidak bisa dijangkau palu. Misalnya untuk melepas komponen axle shaft dengan cara dipukul.

5. Ring Compressor

Ring compressor piston digunakan untuk menekan ring piston saat dipasangkan ke dalam silinder. Jenisnya ada yang diameternya tetap atau diameter bervariasi.

6. Tang Ring Piston

Tang ting piston adalah alat untuk membantu melepas dan memasang ring torak. Alat ini digunakan untuk memudahkan pemasangan ring torak.

7. Kompresor Pegas Katup

Komporesor pegas katup ini digunakan untuk menekan pegas katup pada engine katup over-head (OHV).

8. Valve Spring Compressor

Valve spring compressor digunakan untuk melepas dan memasang pengunci katup pada tapper.

9. Compression Tester

Alat ini untuk mengukur tekanan kompresi silinder. Alat ini dibedakan menjadi dua yaitu untuk pengukur tekanan kompresi motor bensin dan pengukur tekanan kompresi motor diesel.

10. Diesel Injector Tester

Alat ini berfungsi untuk mengetahui tekanan penyemprotan nozzle, kebocoran nozzle, dan bentuk penyemprotan.

(FOV)