Kode MIL Yamaha Mio J, Ini Rinciannya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sistem injeksi pada motor sekarang memiliki sebuah indikator untuk melacak kerusakan pada motor. Indikator tersebut dinamakan dengan MIL (Malfunction Indicator Lamp).
MIL ini mempunyai beberapa kode yang akan memberitahukan beberapa kerusakan pada motor. Khususnya pada motor Yamaha Mio J, terdapat beberapa kode MIL yang dapat memudahkan untuk mengidentifikasi kerusakan.
Biasanya, kerusakan akan ditandai dengan lampu indikator pada sistem injeksi masih menyala meskipun mesin telah dimatikan setelah hidup. Hal ini bisa jadi karena aki (baterai) mulai tekor, sensor yang tidak terbaca ECU, ECU rusak, kabel speedometer putus, dan masih banyak hal lainnya.
Ada juga permasalahan seperti lampu check engine menyala dan kedap–kedip saat mesin dihidupkan. Tetapi motor tetap berjalan normal dan berfungsi seperti biasanya. Ini juga bisa terjadi karena faktor aki yang tekor.
Sebenarnya, indikator engine check yang menyala tidak selalu menggambarkan kode kerusakan Yamaha. Setiap mengaktifkan mesin, indikator tersebut pasti menyala. Hanya saja setelah itu mati. Ini Normal, menunjukkan kesiapan motor untuk berjalan karena adanya arus listrik yang mengalir dari aki ke perangkat ECU.
Kode kedipan Yamaha dibagi dua, yaitu khusus nyala selama satu detik, berarti kode kerusakan untuk angka 10 dan kelipatannya. Sementara bila lampu menyala 0,5 detik, sama dengan angka 1.
Contohnya pada indikator engine check mengedip satu kali selama satu detik, kemudian mengedip lagi tiga kali dengan durasi masing-masing 0,5 detik. Artinya, kode kerusakan angka 13. Dengan kata lain, ada masalah di bagian intake pressure. Contoh selanjutnya, engine check mengedip lima kali dengan durasi masing-masing satu detik. Maka kode kerusakannya adalah angka 50. Bisa diartikan sebagai memori ECU rusak.
Kode MIL Yamaha Mio J
Dilansir dari carmudi.co.id, berikut penulis rangkumkan beberapa kode MIL pada Yamaha Mio J agar mudah untuk mendeteksi kerusakannya.
12 : Cranksaft Position Sensor, atau dalam motor sistem karbu sering disebut “pulser”
13 : Intake Pressure Sensor terlepas atau terjadi hubungan arus pendek
14 : Intake Pressure Sensor tersumbat
15 : Throttle Position Sensor (TPS), terlepas atau terjadi hubungan arus pendek.
16 : Throttle Position Sensor (TPS) macet
19 : Side Stand Switch, standar samping patah atau lepas
22 : Intake Temperature Sensor lepas atau terjadi hubungan arus pendek
24 : O2 Sensor
28 : Engine Temperature Sensor
37 : ISC Valve macet pada posisi terbuka
39 : Injector
42 : Speed Sensor
44 : EEPROM Error
46 : Power Suply ke Fuel Injector
50 : Rusaknya Memori ECU
61 : ISC tidak bekerja.
79 : Terlalu banyak udara masuk
(FOV)
