Komponen Master Rem Motor, Cara Kerja, dan Keunggulannya

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Master rem motor dikenal juga dengan istilah master silinder kopling. Komponen ini termasuk dalam sistem rem cakram hidrolik pada motor. Fungsinya adalah sebagai tempat cairan rem.
Selain itu, master rem motor juga berperan untuk meneruskan tekanan dari tuas rem ke kaliper rem. Cara kerja rem ini memanfaatkan tekanan oli atau cairan hidrolik.
Master rem motor ini terdiri lagi dari berbagai komponen penyusun. Apa saja? Simak uraian di bawah ini untuk mengetahui komponen master rem motor dan informasi lainnya.
Komponen Master Rem Motor
Dikutip dari buku Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor SMK/MAK Kelas XII oleh Dr. Supriyadi dan Panjang Triyono, S.T., M.Eng, komponen master rem motor terdiri dari:
Pen push rod
Mur union pipa
Mur
Master silinder
Tangki reservoir
Push rod, booth, dan snap ring
Piston
Baca juga: 7 Komponen Rem Cakram Motor dan Fungsinya
Cara Kerja Master Rem Motor
Merujuk buku Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor SMK/MAK Kelas XI karya Saryanto, S.Pd.T., M.Pd., Gr., cara kerja master rem motor hampir sama dengan sistem rem yang menggunakan cairan atau fluida hidrolik.
Jika tangkai (handel) kopling ditarik, batang pendorong (pushrod) pada master silinder mendorong cairan hidrolik yang berada pada slang. Kemudian cairan hidrolik tersebut menekan piston yang terdapat pada silinder pembebas (release cylinder).
Akibatnya, piston bergerak keluar dan mendorong pushrod yang terapat pada bagian dalam poros utama transmisi. Pergerakan pushrod pada poros utama transmisi tersebut akan menyebabkan plat penekan pada kopling tertekan, sehingga kopling akan terbebas dan putaran mesin tidak diteruskan ke transmisi.
Keunggulan Master Rem Motor
Berikut beberapa keunggulan yang bisa dirasakan pengendara jika menggunakan master rem motor, menurut Saryanto, S.Pd.T., M.Pd., Gr. dalam buku Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor SMK/MAK Kelas XI:
Lembut dan ringan dalam membebaskan serta menghubungkan pergerakan kopling.
Bebas penyetelan dan perawatan, terkecuali pemeriksaan berkala pada sistem hidrolik seperti pengecekkan ketinggian/penggantian/perapatan (seal) cairan hidrolik.
Dengan pergerakan yang ringan tersebut, kopling tipe ini bisa menggunakan pegas kopling (clutch spring) yang lebih kuat dibanding kopling tipe mekanik yang menggunakan kabel kopling.
Pegas kopling yang lebih kuat akan menyebabkan daya tekan atau cengkram plat penekan menjadi lebih kuat juga saat kopling tersebut terhubung, sehingga proses penyambungan putaran mesin ke transmisi akan lebih baik.
(NDA)
