Langkah Awal Penyelamatan Terhadap Korban Kecelakaan yang Terjadi di Jalan Raya

·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Langkah awal penyelamatan terhadap korban kecelakaan yang terjadi jangan dianggap sepele karena hal tersebut berkaitan dengan nyawa seseorang.
Penting untuk mengetahui langkah pertama apa yang harus dilakukan jika terjadi hal yang tidak diinginkan itu. Karena kecelakaan lalu lintas bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Lantas apa saja langkah pertama yang harus dilakukan oleh kita?
Metode Pertolongan Terhadap Korban Kecelakaan Lalu Lintas
Pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas sangatlah penting dilakukan. Meski hanya bersifat sementara, tetapi pertolongan yang Anda berikan bisa mencegah kondisi korban semakin parah.
Dikutip dari laman resmi Alodokter, metode pertolongan terhadap korban kecelakaan lalu lintas umumnya menggunakan prinsip DRSABC, yaitu kepanjangan dari Danger, Response, Shout, Airway, Breathing, Circulation.
Berikut ini adalah tata cara dan tahapan pertolongan pertama korban kecelakaan lalu lintas berdasarkan metode DRSABC:
1. D (danger)
Pastikan Anda berada di lokasi dan kondisi yang tidak berbahaya. Misalnya, ketika Anda dan korban masih di tengah jalan yang ramai, cobalah untuk membawa korban ke tepi jalan. Pastikan kendaraan di sekitarnya telah berhenti sebelum Anda memberikan pertolongan.
Jika posisi kendaraan Anda persis di belakang kendaraan yang mengalami kecelakaan atau ada kendaraan yang berhenti di belakangnya, mintalah untuk menyalakan lampu hazard. Ini penting dilakukan guna menghindari kecelakaan susulan.
Ketika mengangkat pasien, lakukan secara hati-hati dan sebisa mungkin jangan banyak menekuk atau menggeser leher korban guna mencegah terjadinya cedera leher atau saraf tulang belakang di bagian leher.
2. R (response)
Periksa tingkat kesadaran korban dengan cara menepuk bahunya secara perlahan dan mengajukan pertanyaan singkat, seperti “Siapa nama Anda?” atau “Dapatkah Anda membuka mata?”
Perhatikan apakah korban mampu merespons panggilan Anda atau tidak bisa memberi respons sama sekali. Jika tidak ada respons, perhatikan apakah dada atau perut korban bergerak naik-turun.
Anda juga bisa meletakkan jari di depan lubang hidung korban untuk memeriksa embusan napasnya. Setelah itu, periksa denyut nadi di bagian leher atau pergelangan tangan korban untuk memastikan jantungnya tetap berdetak.
3. S (shout for help)
Segera hubungi bantuan medis atau rumah sakit terdekat agar korban dapat diberi pertolongan lanjutan. Saat menghubungi bantuan, berikan informasi terkait jumlah korban yang mengalami luka dan kondisi korban. Misalnya, apakah korban mengalami perdarahan hebat atau kesulitan bernapas,.
Nomor pertolongan darurat yang bisa dihubungi adalah 118 untuk menghubungi ambulans dan 112 untuk menghubungi polisi. Sambil menunggu kedatangan petugas medis, bila memungkinkan Anda dapat melakukan metode ABC untuk menolong korban kecelakaan lalu lintas. Berikut ini adalah penjelasannya:
A (airway)
Pertolongan ini dilakukan untuk membuka jalan nafas korban. Caranya adalah dengan menempatkan tangan Anda di dahi, kemudian angkat dagu korban secara perlahan. Langkah ini biasanya digunakan saat korban tidak memberikan respons atau tidak sadarkan diri.
B (breathing)
Setelah membuka jalan napasnya, pastikan korban benar-benar masih bernapas. Periksa pernapasannya dengan cara melihat pergerakan naik-turun dada dan mendengar suara nafasnya.
Jika korban tidak sadarkan diri tetapi masih bernapas, miringkan tubuhnya secara perlahan. Namun, pastikan posisi kepala, leher, dan tulang belakang tetap lurus. Pantau pernapasan korban hingga petugas medis datang.
3. C (compression)
Pertolongan selanjutnya yang bisa diberikan adalah melakukan kompresi dada atau disebut juga dengan CPR. Pertolongan ini dapat dilakukan jika tanda-tanda pernapasan korban tidak ada atau ketika denyut nadinya terhenti.
Jika korban adalah orang dewasa, letakkan salah satu telapak tangan di bagian tengah dada korban dan tangan lainnya di atas tangan pertama. Berikan tekanan di dada dengan kecepatan 1–2 tekanan per detik hingga korban menunjukkan respons.
Namun, bila korbannya seorang bayi, cukup tekan bagian dadanya menggunakan dua jari secara perlahan dan tidak terlalu kuat. Lakukan hingga bayi memberi respons dengan gerakan atau tangisan.
Ingat, pertolongan ini sebaiknya dilakukan jika Anda sudah benar-benar memahami bagaimana caranya. Jika tindakan yang Anda berikan salah, hal ini dikhawatirkan bisa memperburuk kondisi korban.
(HDZ)
