Langkah Bleeding Rem Dilakukan Ketika Apa? Ini Jawabannya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Langkah bleeding rem dilakukan ketika terdapat udara di dalam sistem rem. Hal ini disebabkan karena rem tidak boleh ada udara sama sekali di dalam sistemnya. Maka dari itu, dilakukanlah bleeding rem guna mengeluarkan udara tersebut.
Sistem pengereman pada kendaraan merupakan salah satu komponen otomotif yang menunjang keselamatan berkendara. Maka dari itu, komponen ini perlu dilakukan perawatan secara rutin agar bisa menjalani fungsinya dengan optimal.
Salah satu bentuk perawatan terhadap sistem pengereman adalah melakukan bleeding, yakni sebuah prosedur untuk membuang angin atau udara yang tertampung pada sistem rem hidrolik. Sebab keluar-masuknya udara pada sistem pengereman dapat membuat rem menjadi blong.
Terdapat beberapa penyebab udara bisa masuk ke sistem pengereman, mulai dari minyak rem yang tidak pernah diganti, penggantian minyak rem yang kurang tepat, sampai penggantian komponen hidrolik rem yang tidak benar sehingga udara masuk.
Bagi pemilik mobil, mengetahui cara bleeding rem mobil merupakan langkah awal dalam mewujudkan perawatan kendaraan yang maksimal. Maka dari itu, berikut langkah-langkah membuang udara pada sistem pengereman mobil.
Cara Bleeding Rem Mobil
Dikutip dari laman auto2000, proses bleeding rem mobil sejatinya bisa dilakukan dengan beberapa cara. Namun, cara yang paling umum dilakukan adalah cara manual, tetapi membutuhkan dua orang atau lebih dalam pengerjaannya. Berikut langkah-langkah bleeding rem mobil:
Posisikan mobil pada posisi datar dan seimbang, lalu naikkan dengan menggunakan dongkrak.
Selanjutnya, periksalah kondisi minyak rem dengan membuka tutup tabung/reservoir minyak rem. Pastikan minyak rem sudah dalam kondisi penuh, alias tidak kosong atau di bawah indikator “low”.
Siapkan kunci nipel rem dan botol yang sudah terisi minyak rem secukupnya. Anda bisa memasangkan selang yang menghubungkan botol isi minyak rem dan nipel rem. Pastikan juga diameter selang sudah pas.
Kemudian Anda bisa melakukan proses pembuangan udara pada sistem pengereman kendaraan. Anda bisa memulai prosesnya mulai dari roda yang jauh dari master rem dengan urutan; kiri belakang, kanan belakang, kiri depan, dan kanan depan.
Posisikan transmisi pada posisi netral dengan rem tangan non aktif (nyalakan mesin apabila mobil menggunakan booster rem). Minta bantuan kerabat untuk menekan pedal rem sebanyak 3-5 kali (kocok rem) kemudian menahannya.
Saat pedal rem tertahan, Anda dapat memutar nipel rem setengah putaran berlawanan dengan arah jarum jam. Pada proses ini Anda bisa melihat semprotan pada selang transparan yang bisa melihat kandungan gelembung udara, lalu kencangkan kembali nipel rem-nya.
Anda bisa mengulangi proses pada langkah ke-6 dan 5 sampai angin pada sistem pengereman sudah hilang secara penuh. Perlu diingatkan bahwa porses ini perlu kesabaran dan ketelitian yang tinggi.
Apabila udara sudah hilang pada sistem pengereman, Anda bisa melakukan proses yang sama pada roda-roda lainnya sesuai urutan yang sudah disebutkan pada langkah ke-4.
Demikian informasi seputar bleeding rem dan cara melakukannya. Dengan mengetahui informasi di atas, Anda diharapkan lebih waspada terhadap segala macam kerusakan pada komponen kendaraan. Semoga bermanfaat.
(AA)
Frequently Asked Question Section
Apa itu bleeding rem?

Apa itu bleeding rem?
Yakni sebuah prosedur untuk membuang angin atau udara yang tertampung pada sistem rem hidrolik.
Apa penyebab udara masuk ke sistem pengereman?

Apa penyebab udara masuk ke sistem pengereman?
Mulai dari minyak rem yang tidak pernah diganti, penggantian minyak rem yang kurang tepat, sampai penggantian komponen hidrolik rem yang tidak benar sehingga udara masuk.
Bagaimana urutan roda saat melakukan bleeding rem?

Bagaimana urutan roda saat melakukan bleeding rem?
Anda bisa memulai prosesnya mulai dari roda yang jauh dari master rem dengan urutan; kiri belakang, kanan belakang, kiri depan, dan kanan depan.
