Memilih Bahan Bakar Sesuai Kompresi, Begini Tipsnya
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memilih bahan bakar sesuai kompresi sangat penting agar performa mesin kendaraan selalu optimal. Dalam hal ini, kompresi adalah indikator yang menunjukkan jumlah tekanan yang ada di dalam silinder mesin kendaraan.
Setiap kendaraan memiliki rasio kompresi yang berbeda-beda. Maka dari itu, pemilihan bahan bakar untuk kendaraan harus sesuai dengan rasio kompresinya. Jika tidak demikian, mesin dapat mengalami knocking.
Mengutip laman Suzuki Indonesia, knocking adalah permasalahan yang terjadi akibat kesalahan penggunaan bahan bakar berupa munculnya deposit atau endapan karbon pada mesin. Simak tips di bawah ini agar terhindar dari masalah ini.
Tips Memilih Bahan Bakar Sesuai Kompresi
Untuk dapat memilih bahan bakar sesuai kompresi, Anda bisa dicek melalui buku manual kendaraan. Buku ini biasanya akan memberitahukan informasi terkait kendaraan Anda secara lengkap, termasuk rasio kompresi untuk memilih bahan bakar yang tepat.
Mesin dengan rasio kompresi rendah umumnya dapat menggunakan bahan bakar dengan oktan rendah. Sebaliknya, mesin dengan rasio kompresi tinggi memerlukan bahan bakar dengan oktan tinggi atau bahkan lebih tinggi.
Jika Anda ragu tentang bahan bakar yang tepat untuk kendaraan Anda, konsultasikan dengan mekanik atau dealer resmi. Mereka dapat memberikan rekomendasi berdasarkan spesifikasi teknis mesin dan kondisi penggunaan kendaraan Anda.
Baca juga: Pertalite untuk Kompresi Berapa? Ini Jenis Kendaraan yang Cocok
Memahami Nilai Oktan pada Bahan Bakar
Dikutip dari laman Slash Gear, nilai oktan adalah ukuran kemampuan bahan bakar untuk menahan knocking saat dikompresi dalam silinder mesin. Berikut ukuran nilai oktan pada bahan bakar.
Bahan bakar dengan oktan 88-90 (Premium): Cocok untuk mesin dengan rasio kompresi rendah hingga sedang (8:1 hingga 9:1).
Bahan bakar dengan oktan 91-93 (Pertamax): Ideal untuk mesin dengan rasio kompresi sedang hingga tinggi (9:1 hingga 10:1).
Bahan bakar dengan oktan 95 ke atas (Pertamax Turbo, Shell V-Power): Diperuntukkan bagi mesin dengan rasio kompresi tinggi (10:1 atau lebih).
Efek Pemakaian Bahan Bakar yang Tidak Sesuai
Menggunakan bahan bakar dengan oktan yang tidak sesuai dapat menyebabkan berbagai masalah pada mesin. Masalah tersebut antara lain sebagai berikut:
Knocking: Terjadinya pembakaran yang tidak terkendali sebelum waktunya, yang bisa merusak piston dan dinding silinder.
Efisiensi Bahan Bakar yang Buruk: Mesin mungkin tidak beroperasi secara optimal, mengakibatkan konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi.
Kerusakan Jangka Panjang: Penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan serius pada mesin, yang membutuhkan biaya perbaikan yang tinggi.
(NDA)

