Mengenal Kepanjangan STD Motor, Contoh, Kelebihan, dan Kekurangannya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada banyak singkatan dalam dunia otomotif motor, salah satunya STD. Apa kepanjangan STD motor? STD pada motor merupakan singkatan dari istilah standar motor.
Istilah standar motor merujuk pada sistem transmisi manual, yang memungkinkan pengendara untuk mengubah gigi transmisi secara manual menggunakan tuas gigi atau kopling.
Pada motor dengan sistem standar, pengendara harus mengoperasikan kopling dan mengatur gigi transmisi dengan tangan dan kaki mereka. Simak info lengkapnya di bawah ini.
Mengenal STD Motor
STD motor adalah model motor yang memadukan posisi duduk tegak dengan stang yang jaraknya agak jauh dari pengendara. Adapun kontrol kakinya jatuh tepat di bawah atau sedikit di depan pengendara.
Merujuk laman Cycle World, fungsi utama STD motor adalah memberikan kecepatan dan torsi yang sesuai dengan kondisi jalan serta kebutuhan pengendara.
Jika menggunakan motor STD di jalan yang datar, pengendara dapat menggunakan gigi yang lebih tinggi untuk mendapatkan kecepatan maksimum.
Namun, saat melewati tanjakan atau menghadapi beban berat, pengendara dapat mengubah gigi menjadi yang lebih rendah untuk memperoleh torsi lebih besar.
STD motor memungkinkan pengendara untuk secara manual mengatur gigi transmisi sesuai dengan keadaan jalan dan preferensi mereka.
Baca juga: KZR Kode Motor Apa? Ini Penjelasannya
Contoh STD Motor
Dikutip dari situs Motor Cycle Ruiser, motor standar hadir dalam kapasitas yang berbeda-beda karena posisi berkendara yang dapat diakses secara universal. Berikut beberapa contoh motor standar:
Honda
CB1100R
Triumph Street Twin
BMW R nineT
Suzuki SV650
Keunggulan STD Motor
Berikut beberapa keunggulan dari motor dengan jenis standar, sebagaimana dirangkum dari laman Cycle World:
Lebih efisien dalam hal konsumsi bahan bakar
Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa transmisi otomatis menggunakan sistem hidrolik yang memerlukan energi tambahan untuk beroperasi, sedangkan STD hanya membutuhkan koneksi mekanis yang sederhana.
Memiliki kontrol yang baik
Pada motor standar, pengendara memiliki kendali penuh atas perpindahan gigi dan dapat dengan mudah menyesuaikannya sesuai dengan situasi.
Hal ini memungkinkan pengendara untuk mengoptimalkan tenaga motor dan menghindari gesekan berlebihan atau kehilangan torsi. Selain itu, pengendara dengan motor STD juga dapat memiliki pengalaman berkendara yang lebih interaktif dan menyenangkan.
Harganya terjangkau
Biaya produksi dan perawatan transmisi otomatis cenderung lebih tinggi, sedangkan motor dengan STD memiliki sistem yang lebih sederhana dan mudah dalam pemeliharaan.
Kekurangan STD Motor
Meskipun memiliki banyak kelebihan, motor standar juga memiliki kekurangan yang perlu diperhatikan. Motor standar umumnya tidak didesain dengan fitur yang canggih.
Oleh karena itu, jika Anda menginginkan fitur-fitur terbaru dan teknologi yang lebih mutakhir, motor standar bukanlah pilihan yang tepat.
(NDA)
