Konten dari Pengguna

Mengenal Perbedaan Spooring dan Balancing pada Mobil

Infootomotif

Infootomotif

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi roda mobil. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi roda mobil. Foto: Pexels

Dua jenis perawatan biasa dilakukan pada bagian kaki-kaki mobil adalah spooring dan balancing. Kegiatan ini berkaitan dengan penyetelan roda-roda mobil supaya kenyamanan dan keamanan kendaraan tetap terjaga.

Meskipun sama-sama bertujuan untuk menyelaraskan gerak rotasi ban seperti semula, namun kedua perawatan ini memiliki beberapa perbedaan.

Untuk memahami kedua jenis perawatan mobil ini, simak penjelasan dalam sajian informasi berikut mengenai apa perbedaan spooring dan balancing.

Perbedaan Spooring dan Balancing

Ilustrasi spooring dan balancing mobil. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO

Spooring dan balancing merupakan dua perawatan penting yang harus dilakukan secara rutin. Meski secara umum tampak serupa, namun jika telusuri lebih jauh, keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

Berikut penjelasan mengenai sejumlah perbedaan spooring dan balancing yang telah Info Otomotif rangkum dari berbagai sumber.

1. Spooring Mobil

Spooring adalah proses menyelaraskan roda-roda mobil yang berlawanan. Proses ini memastikan bahwa roda-roda mobil berada pada sudut yang tepat, sehingga mobil dapat berjalan lurus tanpa menarik ke satu sisi.

Proses spooring dilakukan dengan pemeriksaan dan penyesuaian sudut-sudut roda meliputi camber, caster, toe angle (toe-in atau toe-out), dan turning radius.

Jangka waktu pemeliharaan spooring sebaiknya dilakukan setiap 10.000 km sekali atau setiap enam bulan sekali. Namun, pemilik mobil dapat melakukan perawatan ini lebih awal apabila menjumpai sejumlah tanda.

Di antaranya seperti mobil menarik ke satu sisi saat berjalan lurus, roda mobil miring, hingga keausan ban yang tidak merata.

Dengan melakukan perawatan ini secara berkala akan menjaga kestabilan kendaraan. Sejumlah manfaat yang dirasakan antara lain:

  • Berkendara menjadi lebih mulus, karena roda-roda mobil sejajar

  • Mengurangi keausan ban yang tidak merata

  • Kontrol terhadap mobil lebih baik, terutama saat kecepatan tinggi atau di jalan yang tidak rata

Baca Juga: 4 Tanda Mobil Harus Dispooring dan Balancing

2. Balancing Mobil

Adapun yang dimaksud dengan balancing yaitu proses menyeimbangkan kombinasi berat ban dengan velg agar putaran roda lurus.

Hal ini supaya beban tiap velg dan ban terdistribusi dengan baik dan merata pada seluruh lingkar ban dan velg tersebut.

Jika spooring melibatkan penyetelan sudut camber, caster, dan toe pada roda, pada prosedur balancing dilakukan dengan cara menambahkan timah atau besi tempel sebagai pemberat pada velg mobil.

Pengguna mobil disarankan melakukan balancing ban setiap kali mengganti ban atau setiap 10.000 km. Namun, bila pengemudi merasakan getaran berlebih pada kemudi, maka sebaiknya segera lakukan balancing lebih awal.

Balancing tidak hanya menyeimbangkan ban mobil, namun juga memberi manfaat sebagai berikut.

  • Mengurangi getaran pada kemudi, terutama pada kecepatan tinggi

  • Meningkatkan efisiensi bahan bakar

  • Memperpanjang usia pemakaian ban mobil

  • Mengurangi biaya perbaikan mobil

(SA)