Otomotif
·
14 September 2021 9:59
·
waktu baca 4 menit

Road Captain: Pengertian dan Tanggung Jawabnya

Konten ini diproduksi oleh Infootomotif
Road Captain: Pengertian dan Tanggung Jawabnya (76149)
searchPerbesar
Motor listrik GESITS touring jarak jauh sampai 3.000 kilometer, Jakarta-Lombok. Foto: GESITS BSJP
Pernahkah Anda berpapasan dengan rombongan komunitas motor yang sedang "touring" di jalan? Jika Anda perhatikan di dalam rombongan tersebut, pasti ada orang yang memimpin di depan.
ADVERTISEMENT
Biasanya, orang tersebut akan membukakan jalan bagi para rider yang ada di belakangnya. Dia seperti pemimpin kelompok tersebut saat para kelompok tersebut melaju di jalan.
Selain itu, dia juga mengatur para rider untuk tetap tertib dan aman dalam berkendara. Ternyata, setiap rombongan touring motor memiliki tugas dan nama masing-masing di setiap anggotanya.
Salah satu peran yang paling penting dalam rombongan touring adalah Road Captain (RC). Dikutip dari laman Bhasicdivisitouring, Road Captain adalah pengendara sepeda motor yang memimpin perjalanan touring, pimpinan tertinggi dalam satu grup touring.
Selain RC, ada juga sebutan dan tugas lainnya dalam kegiatan touring motor seperti Vorijder, Sweaper, Technical Officer, dan Formasi. Saat menjalani touring, harus menjalankan ketentuan yang disepakati oleh kelompok.
ADVERTISEMENT
Ketentuan Touring
Biasanya ketentuan tersebut meliputi :
  • Setiap pelaksanaan touring harus dipimpin oleh seorang RC dan setidak-tidaknya dibantu oleh 1 (satu) orang Vorijder, 2 orang Sweeper, dan 1 orang Technical Officer.
  • Road Captain adalah pimpinan tertinggi dalam satu grup pengendara sepeda motor yang melaksanakan touring.

Tanggung Jawab Road Captain

Setiap peran yang telah dipilih mempunyai tanggung jawab dan wewenang kepada peserta touring. Kali ini penulis akan membeberkan tanggung dan jawab dari Road Captain, di antaranya :
  • Membawahi Vorijder, Sweaper dan Technical Officer.
  • Bertanggung jawab untuk membawa peserta touring ke tujuan dan pulang dengan selamat serta aman, dibantu oleh petugas touring.
  • Membatalkan perjalanan atas dasar pertimbangan keselamatan dan keamanan perjalanan.
  • Atas dasar keselamatan dan keamanan, berhak menolak seseorang anggota menjadi peserta touring.
  • Menyusun rencana rute perjalanan, lama perjalanan, menentukan tempat penghentian sementara, peserta touring, petugas touring dan potensi bahaya.
  • Menyampaikan rencana rute perjalanan, lama perjalanan, menentukan tempat penghentian sementara, peserta touring, petugas touring dan potensi bahaya, kepada para peserta touring.
  • Melaksanakan pemeriksaan kelayakan kondisi kendaraan para peserta touring.
  • Memberikan isyarat dimulainya touring.
  • Mengendalikan perjalanan touring melalui isyarat fisik dan radio komunikasi.
  • Menolak hubungan radio yang dianggap tidak perlu.
  • Memberikan laporan perjalanan touring kepada Ketua Umum komunitas dan Ketua Divisi komunitas.
  • Dapat diwakilkan oleh peserta lain yang ditunjuk oleh RC untuk menggantikan posisi RC. (Jika dalam kondisi kurang prima, sakit, dan hal-hal yang tidak diinginkan).
ADVERTISEMENT
Isyarat dalam Touring
Road Captain: Pengertian dan Tanggung Jawabnya (76150)
searchPerbesar
Ilustrasi berkendara berkelompok atau touring komunitas. Foto: Istimewa
Setiap rombongan touring memiliki tanda atau isyarat untuk setiap anggotanya. Fungsinya adalah untuk mengendalikan para rider dan menandakan jika terjadi sesuatu hal di dalam rombongan tersebut. Nah, berikut beberapa isyarat yang dipakai dalam komunitas touring motor yang sering dipakai.
  • Mengarahkan tangan ke arah Kanan atau Kiri, adalah tanda bahwa konvoi berbelok ke arah Kanan atau Kiri. Isyarat ini disampaikan oleh Vorijder, dan diikuti oleh peserta touring.
  • Angkat tangan tegak lurus dan melambai–lambai perpisahan, isyarat ini untuk tanda bahwa pengendara tersebut meninggalkan barisan. Isyarat ini tidak perlu diikuti oleh peserta lainnya. Cukup mengklakson 1 kali.
  • Mengangkat telunjuk ke atas dan memutar membentuk putaran, adalah tanda bahwa konvoi berputar (U–Turn). Isyarat ini disampaikan oleh Vorijder, dan harus diikuti oleh peserta Touring.
  • Mengayunkan tangan ke arah bawah, adalah tanda untuk memperlambat kecepatan dan berhati–hati. Isyarat ini disampaikan oleh Vorijder, serta Sweeper dan harus diikuti oleh peserta touring.
  • Mengangkat tangan sambil mengepalkan jari tangan, adalah tanda untuk berhenti. Isyarat ini disampaikan oleh Vorijder, Sweeper dan diikuti oleh semua peserta touring.
  • Menurunkan tangan dan mengayunkan ke arah depan, adalah tanda agar mempercepat kendaraan. Isyarat ini disampaikan oleh Sweeper, dan tidak perlu diikuti oleh para peserta touring.
  • Menurunkan kaki kiri atau kanan, adalah isyarat adanya hambatan atau halangan di sisi kiri atau di sisi kanan. Seperti: Lubang, jalan rusak, pembatas jalan yang membahayakan dll. Isyarat ini diawali oleh Vorijder dan di ikuti oleh para peserta touring.
  • Menurunkan kedua kaki kiri dan kanan adalah isyarat adanya hambatan atau halangan di kedua sisi. Seperti: Lubang, jalan rusak, polisi tidur, perbatasan jembatan, rel kereta api, dll.
  • Mengacungkan jempol adalah isyarat penghormatan, isyarat ini diawali oleh Vorijder dan diikuti oleh semua peserta touring.
  • Jika melewati kendaraan lain, seperti mobil, motor ataupun pejalan kaki, jangan sampai menyentuh, dan hanya memberi isyarat tangan menyuruh minggir, dan memberi tanda jempol untuk penghormatan.
  • Memberi isyarat seperti menunjuk ke bawah mengunakan jempol di atas helm atau ke tangki motor, adalah tanda untuk mengisi BBM, isyarat ini dilakukan oleh peserta touring yang telah kehabisan BBM, dan tidak perlu diikuti peserta Touring. (Jika salah satu anggota touring melakukan isyarat ini, Sweaper harus mendekati peserta tersebut, dan memberikan berita Ke Vorijder).
ADVERTISEMENT
(FOV)
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white