Konten dari Pengguna

Rute Tol Demak Tuban, Sirip Penghubung Jalur Tol Trans Jawa

Infootomotif

Infootomotif

·waktu baca 3 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto udara proyek pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak seksi II di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Foto: Aji Styawan/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara proyek pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak seksi II di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Foto: Aji Styawan/Antara Foto

Rute Tol Demak Tuban saat ini sedang dalam masa proses pembangunan. Jalan tol ini nantinya akan meneruskan jalan tol Semarang menuju Demak. Pada akhirnya, proyek tol ini nantinya akan menyambung dengan jalur Tol Trans Jawa

Dilansir dari Daihatsu, jalan tol merupakan singkatan dari kata “Tax on Location”. Secara artian kata, jalan tol atau tax on location berbeda dengan jalan bebas hambatan yang disebut dengan highway atau freeway.

Setiap masuk ke jalan tol, pengemudi harus membayarkan sejumlah uang sesuai dengan jenis kendaraan, tujuan serta jarak tempuh perjalanan. Uang yang dibayarkan nantinya akan digunakan oleh pihak ketiga yang berinvestasi dalam pembangunan jalan tol agar modalnya kembali, serta digunakan untuk pemeliharaan jalan tol.

Dalam pembiayaan, jalan tol di Indonesia dibangun dengan skema PPP (Public Private Partnership) atau dikenal dengan istilah Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Skema ini memungkinkan jalan tol dibangun atas investasi pihak ketiga.

Skema ini diluncurkan karena pemerintah tidak mampu membiayai seluruh proyek infrastruktur di Indonesia. Meski demikian, jalan tol yang dibangun tetap milik Pemerintah Indonesia, namun pihak yang berinvestasi mendapatkan hak konsesi, yakni hak pengelolaan dan perizinan.

Lalu, bagaimana rencana rute Tol Demak Tuban? Berikut ini adalah ulasannya.

Rencana Rute Tol Demak Tuban

Rencana Tol Demak Tuban. Foto: Patinews

Dilansir dari laman Patinews, rute Tol Demak Tuban akan membentang sepanjang 171, 89 kilometer. Tol tersebut akan melalui daerah Demak sepanjang 19,5 kilometer, Kudus sepanjang 15,8 kilometer, Pati sepanjang 34, 69 kilometer dan Tuban sejauh 53,8 kilometer.

Dilansir dari laman kumparanBisnis, Tol Demak Tuban menjadi salah satu terusan dari Tol Trans Jawa. Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pada keterangannya dikutip dari kumparanBisnis, Tol Trans Jawa yang saat ini sudah beroperasi membutuhkan sirip-sirip penghubung. Menteri PUPR menginginkan konektivitas ke kawasan-kawasan industri yang tersebar di sejumlah daerah.

Pembangunan Tol Demak-Tuban mengalami keterlambatan akibat segmen Tol Semarang-Demak memerlukan kajian integrasi dengan tanggul laut. Tol ini sudah diprakarsai oleh beberapa badan usaha seperti Jasa Marga. Dilansir dari Kominfo Jatim, pembuatan tol ini merupakan langkah untuk mengantisipasi prakiraan pertumbuhan ekonomi wilayah dan sebagai antisipasi pergerakan barang dan jasa.

Jalan Tol Demak Tuban nantinya akan terkoneksi dengan ruas tol Ngawi-Bojonegoro-Tuban, sekaligus terkoneksi dengan tol eksisting Surabaya-Gresik. Sebagai bagian dari upaya untuk melibatkan masyarakat, pemerintah telah melakukan konsultasi publik untuk pembuatan jalan tol tersebut .

Konsultasi publik ini juga sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor 4 Tahun 2021 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup sehingga wajib untuk dilakukan.

(RFN)