Konten dari Pengguna

Salah Satu Penyebab Suspensi Depan Terasa Keras Adalah Pelumas, Ini Alasannya

Infootomotif

Infootomotif

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tampilan suspensi upside down Ducati Panigale V2. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tampilan suspensi upside down Ducati Panigale V2. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Salah satu penyebab suspensi depan terasa keras di antaranya penggunaan pelumas yang tidap tepat. Kondisi ini tentunya menyebabkan berkendara menjadi tidak nyaman.

Bukan itu saja, ini dapat mengganggu kinerja kendaraan saat melaju. Terutama pada motor, karena kendaraan roda dua ini seringkali terjadi masalah tersebut. Suspensi motor atau yang lebih dikenal shockbreaker adalah komponen inti yang perlu dirawat dengan baik.

Berfungsi sebagai peredam kejut yang bekerja meredam hentakan ketika melewati jalanan yang keras atau berlubang, komponen ini wajib dirawat secara berkala. Jika tidak, maka akan muncul berbagai macam masalah seperti suspensi terasa keras. Salah satu penyebab suspensi depan terasa keras adalah karena kapasitas minyak pelumas yang ada di dalam tabung melebihi standar yang dibutuhkan.

Selain itu, ada beberapa hal lain yang bisa menyebabkan kerusakan pada suspensi depan terasa keras. Dikutip dari halaman resmi astramotor.co.id ada beberapa penyebab mengapa suspensi depan terasa keras. Berikut beberapa penyebabnya.

Penyebab Suspensi Depan Terasa Keras

Cara menyetel shockbreaker all new Yamaha NMax. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

1. Pengisian Pelumas yang Tidak Tepat

Penyebab yang pertama yaitu diakibatkan oleh penggunaan pelumas yang terlalu banyak yang ada di dalam tabung. Hal inilah yang menyebabkan efek bantingan keras saat motor melewati jalan berlubang.

Begitu sebaliknya, jika pelumas yang dibutuhkan kurang juga dapat berakibat buruk terhadap kinerja suspensi depan kendaraan Anda. Oleh karena itu, pada saat memberi pelumas pada tabung suspensi tersebut. Harus pas tidak boleh berlebihan dan kekurangan.

2. Pelumas Minta diganti

Selanjutnya masih dalam faktor pelumas yaitu harus cepat diganti. Seiring berjalannya waktu dan masa penggunaan, pelumas dalam suspensi atau dimanapun akan menjadi kental.

Oleh karena itu Anda harus memastikan bahwa pelumas yang melapisi suspensi terutama suspensi depan harus diganti secara rutin. Mengapa demikian? Karena untuk menghindari kinerjanya yang kurang optimal dalam meredam kejutan saat berkendara di jalan.

Untuk menghindari hal tersebut Anda coba perhatikan kondisi suspensi depan motor Anda secara berkala. Dan jangan lupa untuk membersihkan komponen suspensi agar fungsinya tetap dapat berjalan dengan normal.

3. Garpu Suspensi Bengkok

Penyebab suspensi depan keras yang terakhir mungkin disebabkan oleh garpu atau rangkanya yang bengkok. Hal ini akan menimbulkan bantingan keras, terutama jika Anda baru saja melewati jalanan berlubang.

Satu-satunya solusinya yaitu dengan membawa sepeda motor Anda tersebut ke bengkel terdekat untuk diperbaiki. Perlu diketahui bahwa suspensi depan maupun belakang yang terasa kerasa akan membahayakan ketika berkendara selain membuat pegal.

Terlebih jika di musim penghujan Anda sering melewati jalanan berlubang yang terisi penuh dengan air. Selain dapat membuat shockbreaker motor Anda patah, juga dapat mencelakai diri Anda.

Selain itu, pada musim penghujan, Anda juga harus memperhatikan kondisi suspensi depan dan tentu juga belakang pada sepeda motor Anda ketika sedang menerobos hujan.

Karena pelumas dalam shockbreaker dapat larut sewaktu-waktu yang mengakibatkan suspensi motor tidak akan bekerja dengan maksimal.

Sedikit tips untuk memperpanjang umur suspensi pada motor Anda yaitu, jangan pernah ngebut saat melewati jalanan berlubang karena dapat membuat shockbreaker patah.

Beban bawaan pada motor juga patut diperhatikan karena berhubungan langsung dengan suspensi motor nantinya. Kelebihan muatan akan membuat shockbreaker lebih cepat rusak dan tidak awet.

(FOV)