Service 100.000 Km Apa Saja? Ini Komponen dan Manfaatnya bagi Mobil

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Service 100.000 km merupakan salah satu bentuk perawatan rutin atau servis berkala pada mobil. Jika jarak tempuh mobil sudah melebihi 100.000 km, pemilik kendaraan perlu membawanya ke bengkel untuk diservis agar kondisinya tetap optimal.
Lantas, service 100.000 km apa saja? Hal yang umum dilakukan montir saat servis berkala yaitu berupa pengecekan seluruh komponen mobil. Jika ditemukan ada kerusakan komponen saat servis berkala, bengkel pun akan melakukan penggantian.
Untuk mengetahui rincian komponen mobil yang perlu mendapatkan perawatan ketika sudah menempuh jarak 100.000 km, simak terus uraian artikel ini.
Komponen Mobil yang Perlu Service 100.000 Km
Merujuk laman resmi Astra Daihatsu, beberapa komponen mobil yang umumnya perlu service 100.000 km, antara lain:
Ban: Pemeriksaan keausan, tekanan udara, dan rotasi ban. Jika perlu, ban yang sudah aus akan diganti dengan yang baru.
Sistem Rem: Pemeriksaan dan penggantian cakram rem atau kampas rem yang sudah aus, serta pemeriksaan sistem hidrolik rem.
Sabuk Penggerak (Timing Belt): Penggantian sabuk penggerak jika kendaraan menggunakan jenis sabuk yang tergantung pada jarak tempuh atau usia tertentu.
Sistem Bahan Bakar: Pemeriksaan filter bahan bakar dan komponen lainnya seperti pompa bahan bakar, regulator tekanan, dan injektor.
Sistem Pendingin: Pemeriksaan dan penggantian cairan pendingin radiator serta pemeriksaan kondisi selang dan klem.
Oli Mesin dan Filter: Penggantian oli mesin dan filter oli untuk menjaga performa dan pelumasan yang baik.
Sistem Suspensi: Pemeriksaan dan penggantian komponen suspensi yang aus atau bocor seperti per, shock absorber, dan bantalan suspensi.
Sistem Kemudi: Pemeriksaan kondisi komponen sistem kemudi seperti tie rod, ball joint, dan peredam getaran.
Sistem Pengapian: Pemeriksaan dan penggantian busi, kabel pengapian, dan komponen sistem pengapian lainnya.
Sistem Pemanas dan Pendingin Udara: Pemeriksaan kinerja kipas, kondensor, evaporator, dan penggantian filter udara kabin.
Sistem Eksaust: Pemeriksaan kondisi knalpot dan komponen sistem knalpot lainnya.
Sistem Elektrikal: Pemeriksaan sistem kelistrikan umum seperti lampu, wiper, dan sistem pengisian baterai.
Baca juga: Rincian Servis Mobil, Jenis-jenis dan Kisaran Biayanya
Manfaat Service 100.000 Km
Merujuk buku Teknologi Dasar Otomotif: Untuk SMK/MAK Kelas X oleh Fathun, M.Pd, berikut manfaat yang bisa dirasakan pemilik mobil apabila melakukan servis berkala.
1. Meningkatkan kinerja mobil
Servis berkala biasanya melibatkan pemeriksaan terhadap semua sistem dan komponen kendaraan, serta penggantian oli dan filter secara teratur. Jika semua sistem dan komponen mobil bekerja dengan baik, mobil akan berjalan lebih lancar dan efisien.
2. Mencegah kerusakan lebih lanjut
Jika ada masalah atau kerusakan kecil pada mobil, servis berkala dapat membantu mencegah kerusakan yang lebih serius. Dengan melakukan servis berkala, teknisi dapat mendeteksi dan memperbaiki masalah sebelum mereka berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
3. Meningkatkan umur mobil
Dengan menjaga mobil dalam kondisi yang baik, mobil akan tetap berfungsi dengan baik selama bertahun-tahun. Selain itu, mobil yang terawat dengan baik akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
4. Menghemat biaya perbaikan
Dengan melakukan servis berkala mobil, kerusakan pada mesin mobil dapat terdeteksi lebih awal dan diperbaiki sebelum membesar dan menimbulkan biaya perbaikan yang lebih tinggi.
5. Meningkatkan efisiensi bahan bakar
Dengan melakukan servis berkala mobil, berbagai komponen seperti filter udara dan filter bahan bakar dapat diperiksa dan diganti jika diperlukan. Hal ini dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar dan menghemat pengeluaran bahan bakar.
6. Memperbaiki emisi
Melakukan servis berkala mobil juga dapat membantu memperbaiki emisi mobil. Dengan memastikan bahwa berbagai komponen mobil berfungsi dengan baik, emisi yang dihasilkan mobil dapat ditekan dan memenuhi standar emisi yang berlaku.
(NDA)
