Shell Perusahaan Mana? Ini Jawabannya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia, ternyata Shell memiliki sejarah yang erat dengan Indonesia. Lantas, sebenarnya Shell perusahaan mana? Ini jawabannya.
Dikutip dari laman resminya, Shell atau Royal Dutch Shell merupakan perusahaan minyak yang lahir dan besar di Belanda. Adapun perusahaan ini didirikan di Den Haag pada tahun 1980.
Secara garis besar, Shell merupakan grup perusahaan energi dan petrokimia global yang beroperasi ke dalam empat bisnis, yakni hulu, hilir, gas terpadu, dan proyek & teknologi. Ini penjelasannya:
Hulu: Eksplorasi cadangan gas alam dan gas cair baru dengan mengembangkan berbagai proyek baru.
Hilir: Mengubah minyak mentah menjadi beragam jenis produk sulingan yang akan dipasarkan ke seluruh dunia, baik untuk penggunaan industri, domestik, maupun transportasi.
Gas Terpadu: Gas alam cair (LNG) dan mengonversi gas ke cair (GTL) sehingga mampu tersimpan dengan aman dan terkirim ke beberapa belahan dunia.
Proyek dan Teknologi: Menghadirkan proyek baru dengan penelitian dan pengembangan yang mampu menghasilkan investasi inovatif dan hemat biaya untuk ke depannya.
Jarang diketahui, ternyata perusahaan besar seperti Shell memiliki sejarah yang erat di Indonesia. Bagi yang belum tahu, ini sejarah Shell di Indonesia sampai terbentuknya perusahaan tersebut.
Sejarah Shell di Indonesia
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Shell merupakan perusahaan minyak yang lahir dan besar di Belanda. Namun, sejarah Shell di Indonesia ternyata sudah dimulai sejak tahun 1884.
Pada tahun 1884, Aeilko Jans Zijlker seorang warga negara Belanda menemukan jejak minyak di daerah Sumatra. Tahun ini lah Zijlker mendapatkan lisensi untuk menggali sumur pertamanya di Indonesia oleh Sultan Langkat.
Karena sumur yang digali tersebut ternyata kering, akhirnya tahun berikutnya (1885) Zijlker menggali Telaga Tunggal 1 di Pangkalan Brandan, Sumatra Utara dan mulai memproduksi minyak dalam kuantitas komersial.
Nah, pada tahun 1890 lah Ziljker mengubah perusahaan miliknya yang bertajuk “Provisional Sumatra Petroleum Company” menjadi sesuatu yang lebih substansial. Pada 16 Juni 1890, lahirlah Royal Dutch Petroleum Company di Den Haag. Sejak saat itu, Indonesia dan Shell memiliki beberapa aktivitas bisnis sampai saat ini.
Hingga kini, Shell di Indonesia telah menjalankan bisnisnya di sektor hulu dan hilir. Bisnis tersebut meliputi BBM, bahan bakar komersial dan bitumen, bahan bakar untuk industri kelautan, dan juga produsen pelumas untuk industri otomotif.
Kesuksesan Shell di Indonesia sampai saat ini dibuktikan dengan perusahaannya yang telah membangun lebih dari 170 SPBU di lima wilayah (Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Utara), memiliki satu pabrik pelumas, dan memiliki satu terminal penyimpanan bahan bakar.
Demikian informasi seputar Shell perusahaan mana dan sejarahnya di Indonesia. Semoga bermanfaat.
(AA)
Frequently Asked Question Section
Kenapa Shell sangat erat dengan Indonesia?

Kenapa Shell sangat erat dengan Indonesia?
Pada tahun 1884, Aeilko Jans Zijlker seorang warga negara Belanda menemukan jejak minyak di daerah Sumatra.
Apa saja sektor bisnis Shell di seluruh dunia?

Apa saja sektor bisnis Shell di seluruh dunia?
Shell merupakan grup perusahaan energi dan petrokimia global yang beroperasi ke dalam empat bisnis, yakni hulu, hilir, gas terpadu, dan proyek & teknologi.
Berapa SPBU Shell di Indonesia?

Berapa SPBU Shell di Indonesia?
Telah membangun lebih dari 170 SPBU di lima wilayah (Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Utara)
