Otomotif
·
20 Juli 2021 6:43
·
waktu baca 4 menit

Sistem Kopling Mobil dan Beragam Jenisnya

Konten ini diproduksi oleh Infootomotif
Sistem Kopling Mobil dan Beragam Jenisnya (48217)
searchPerbesar
Kopling mobil (Foto: Pixabay)
Kopling merupakan sistem atau komponen terpenting dalam kendaraan mobil. Kopling berfungsi untuk mengendalikan penambahan kecepatan.
ADVERTISEMENT
Sistem kerja kopling mobil adalah memindahkan tenaga mesin ke transmisi gigi, yang mana tenaga yang dipindahkan kopling akan diolah menjadi tingkat kecepatan yang bisa disesuaikan.
Terdapat berbagai macam jenis kopling mobil, yaitu kopling manual, kopling automatik, kopling gesek, kopling plat ganda, kopling plat tunggal, kopling basah, dan kopling kering. Dilansir dari Daihatsu Indonesia, kopling pada mobil mempunyai 2 sistem kerja yaitu:
Sistem Kopling Mobil dan Beragam Jenisnya (48218)
searchPerbesar
Kopling mobil (Foto: Pixabay)
1. Saat Kopling Mobil Tidak Ditekan
Ketika tidak ditekan, kopling mobil akan bekerja dengan cara menghubungkan langsung antara putaran mesin dengan transmisi. Pada kondisi tersebut, release bearing pada kopling tidak menekan pegas clutch cover.
Hal ini membuat plat penekan pada clutch cover melakukan tekanan, serta jepitan pada clutch disc. Jika itu terjadi, maka tenaga pada mesin akan langsung terhubung pada transmisi.
ADVERTISEMENT
2. Saat Kopling Mobil Ditekan
Sebaliknya, pada kopling mobil yang ditekan akan memutus putaran dari mesin ke transmisi. Jadi, transmisi tidak akan merasakan langsung tekanan dari mesin mobil.
Dalam sistem tersebut, release bearing menekan bagian clutch cover. Akibatnya, plat penekan pun terangkat dan tidak bisa menekan clutch disc. Karena hal tersebutlah yang membuat tenaga mesin tidak sampai ke transmisi.

Berikut Jenis-jenis Kopling Mobil Beserta Jenisnya

1. Kopling Manual
Sistem Kopling Mobil dan Beragam Jenisnya (48219)
searchPerbesar
Ilustrasi Kopling pada Toyota Kijang Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparanOTO
Kopling mobil manual adalah jenis kopling yang digunakan dengan cara manual. Pada kopling ini, pengendara dapat dengan bebas mengoperasikan mesin dan kendaraan ketika berkendara, serta mengatur kecepatan kendaraan sesuai keinginan pengendara.
Walaupun terlihat lebih mudah, kopling manual membutuhkan keahlian yang baik. Karena pengendara harus mengendalikan mobil secara manual, terutama saat berkendara di jalan yang padat. Pengendara juga harus selalu fokus dan teliti saat mengendalikan kendaraan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
ADVERTISEMENT
Akan tetapi, penggunaan kopling manual dapat menurunkan kecepatan, performa mesin kendaraan, dan juga menurunkan gaya putaran pada poros engkol. Hal ini dapat menyebabkan perubahan bahkan mesin bisa mati seiring penggunaan yang terlalu tinggi atau umur kendaraan yang sudah tua.
2. Kopling Otomatis
Jenis kopling ini memiliki sistem kerja sesuai dengan kecepatan putaran poros engkol dengan cara memutuskan dan menghubungkan poros engkol dengan roda belakang. Jadi, kecepatan yang ditimbulkan tergantung pada kecepatan putaran poros engkol tersebut.
Penggunaan kopling otomatis ini biasa digunakan pada mobil matik karena untuk memudahkan pengendara saat mengendalikan mobil jika kesulitan menggunakan kopling manual. Mobil matik sendiri mempunyai tiga arah tuas, yaitu kecepatan sedang, kecepatan maksimal, dan kecepatan saat mundur.
ADVERTISEMENT
Mobil matik juga memiliki dua pedal, yaitu rem dan gas. Kopling otomatis bekerja pada saat kecepatan rendah. Pada kondisi ini, kampas kopling akan merenggang. Selanjutnya poros engkol akan berputar dengan kecepatan yang dinamis sesuai dengan kecepatan mobil. Kecepatan bisa berubah dengan cepat sesuai keinginan pengendara mobil tersebut.
3. Kopling Gesek
Ada lagi kopling gesek yang merupakan jenis kopling dengan sistem kerja memanfaatkan gaya gesek pada dua piringan kopling saat memindahkan daya. Pada kopling ini terdapat dua bagian dalam gaya gesek, yaitu:
  • Kopling piringan
Kopling piringan merupakan kopling yang bergesekan dengan dua unit bidang gesek berbentuk piringan.
  • Kopling konis
Kopling konis adalah jenis kopling gesek yang bekerja pada dua unit piringan berbentuk kerucut terpancung.
ADVERTISEMENT
4. Kopling Plat Ganda
Selanjutnya adalah kopling plat ganda atau banyak. Kopling ini memiliki bidang dengan kepingan yang jumlahnya banyak atau lebih dari dua buah. Biasanya penggunaan kopling ini lebih banyak di mobil manual. Karena sistem kerjanya dengan menggesekan komponen pada mesin.
Kopling ganda mempunyai lebih banyak plat atau komponen karena masih bekerja secara manual. Penggunaan kopling ini juga untuk kendaraan manual dan tidak menutup kemungkinan kopling mobil macet atau tidak berfungsi. Sehingga belum dilengkapi dengan komponen tambahan lain yang lebih praktis.
5. Kopling Plat Tunggal
Kopling plat tunggal merupakan jenis kopling yang hanya mempunyai satu piringan. Sehingga banyak digunakan pada mobil matic dengan kopling otomatis. Karena lebih simple, sistem kerja kopling tunggal juga lebih mudah. Namun, penggunaanya tetap harus diperhatikan dengan baik agar lebih maksimal.
ADVERTISEMENT
Berbeda dari kopling plat ganda, justru kopling plat tunggal lebih praktis dan efektif. Karena penggunaan kopling ini untuk melengkapi kekurangan yang ada pada kopling plat ganda. Sehingga penggunaan kopling tunggal biasanya untuk mobil matic.
6. Kopling Basah
Selanjutnya ada kopling basah yang merupakan jenis kopling yang membutuhkan pendingin karena sering mengalami gesekan. Agar kopling ini tetap awet dan dalam kondisi baik, kopling basah membutuhkan pelumas atau oli. Penggunaan kopling basah biasanya pada kendaraan sepeda motor.
7. Kopling Kering
Kopling kering merupakan jenis kopling yang tidak membutuhkan pendingin seperti kopling basah. Kopling ini tidak perlu diberi pelumas agar tidak terselip. Biasanya digunakan pada mobil namun tetap membutuhkan perawatan yang teratur. Kopling basah dan kering menang bisa terselip, namun perawatan yang baik dan teratur dapat menghindari hal tersebut.
ADVERTISEMENT
Kopling mobil sangat penting untuk mendukung performa kendaraan. Kendaraan membutuhkan komponen yang lengkap untuk bisa dikendarai dengan nyaman dan aman. Salah satunya dengan memperhatikan penggunaan kopling yang sesuai dengan jenis dan tipe kendaraan yang Sahabat gunakan.
(FOV)