Sistem Pemindah Tenaga pada Mobil

ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sistem pemindah tenaga terdapat pada kendaraan dengan mesin pembakaran dalam. Sistem pemindah tenaga memiliki fungsi untuk menyalurkan tenaga dari sistem pembakaran ke roda baik depan maupun roda belakang mobil.
Keberadaan sistem ini penting karena menunjang penyaluran energi dari mesin ke roda. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang sistem pemindah tenaga pada mobil, berikut serba-serbinya.
Sistem Pemindah Tenaga Pada Mobil
Dikutip dari situs teknisimobil.com, sistem pemindah tenaga atau power train system pada sebuah mobil merupakan sistem dengan fungsi memindahkan tenaga mekanik (putaran mesin) hingga sampai ke roda. Sistem ini, seperti yang sudah disinggung, bermanfaat untuk mendukung fungsi gerak mobil.
Sistem pemindah tenaga pada mobil sendiri dibedakan berdasarkan sistem penggeraknya. Ada tiga sistem penggerak, yakni Front Wheel Drive (FWD), Rear Wheel Drive (RWD), dan Four Wheel Drive (4WD).
Pada dasarnya bagian sistem pemindah tenaga untuk jenis lain hampir sama. Perbedaannya hanya pada jenis FWd tidak menggunakan propeler shaft.
Untuk jenis 4WD menggunakan dua propeler shaft dan menggunakan dua buah differential atau gardan. Untuk itu, bagian sistem pemindah tenaga berikut dapat dijadikan rujukan untuk semua jenis sistem penggerak pada mobil.
Bagian dari Sistem Pemindah Tenaga
Kopling
Kopling atau disebut juga clutch terletak di antara mesin dan transmisi. Fungsi dari kopling secara sederhana adalah untuk membebaskan/menghubungkan putaran mesin pada transmisi secara lembut tanpa mengalami slip.
Transmisi
Transmisi secara sederhana memiliki fungsi menyesuaikan putaran mesin sesuai dengan kebutuhan, memungkinkan untuk maju dan mundur kendaraan, serta memberikan kondisi netral meski mesin hidup. Transmisi terletak di antara kopling dan propeler shaft (khusus untuk jenis RWD dan 4WD).
Propeller Shaft
Poros propeller terletak di antara komponen transmisi dan gardan atau differensial. Fungsi utamanya adalah untuk menghubungkan putaran yang diberikan oleh transmisi ke gardan.
Gardan
Gardan terletak di antara komponen poros propeller dan poros axle. Fungsi utama dari gardan adalah menghubungkan propeller shaft dengan axle shaft (as roda), memperbesar momen, mengubah putaran dari propeller shaft sebesar 90 derajat, serta memungkinkan terjadinya perbedaan jumlah putaran roda kanan dan kiri ketika kendaraan berbelok atau terjebak slip roda.
Axle Shaft
Biasa disebut juga dengan poros roda. Fungisnya untuk menghubungkan putara dari gardan ke masing-masing roda belakang. (HDZ)
