Tarif Tol Jakarta-Cirebon untuk Semua Golongan Kendaraan

·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tarif tol Jakarta-Cirebon penting diketahui oleh para pengendara yang menggunakan Tol Trans Jawa. Pasalnya, terdapat penyesuaian tarif yang berlaku di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek).
Dengan mengetahui tarif tol terbaru, pengendara yang akan melakukan perjalanan dari Jakarta ke Cirebon bisa menyiapkan biaya transportasi yang sesuai.
Lantas, berapa tarif tol Jakarta ke Cirebon? Bagi pengendara dari arah Jakarta yang ingin menuju ke Cirebon menggunakan Tol Trans Jawa, simak terus uraian ini untuk mengetahui rincian tarifnya.
Tarif Tol Jakarta-Cirebon
Perjalanan dari Jakarta menuju Cirebon dengan menggunakan Jalan Tol Trans Jawa bisa melalui ruas Tol Jakarta-Cikampek, Tol Cikopo-Palimanan, dan Tol Palimanan-Plumbon / Ciperna / Kanci.
Berikut rincian tarif tol Jakarta-Cirebon untuk semua golongan kendaraan di setiap ruasnya yang dikutip dari laman Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Tol Jakarta-Cikampek
Golongan I: Rp 27.000
Golongan II: Rp 40.500
Golongan III: Rp 40.500
Golongan IV: Rp 54.000
Golongan V: Rp 54.000
Tol Cikopo-Palimanan
Golongan I: Rp 119.000
Golongan II: Rp 196.000
Golongan III: Rp 196.000
Golongan IV: Rp 246.000
Golongan V: Rp 246.000
Tol Palimanan-Plumbon
Golongan I: Rp 3.000
Golongan II: Rp 4.000
Golongan III: Rp 4.000
Golongan IV: Rp 7.000
Golongan V: Rp 7.000
Tol Palimanan-Ciperna
Golongan I: Rp 7.000
Golongan II: Rp 10.000
Golongan III: Rp 10.000
Golongan IV: Rp 16.000
Golongan V: Rp 16.000
Tol Palimanan-Kanci
Golongan I: Rp 13.500
Golongan II: Rp 19.500
Golongan III: Rp 19.500
Golongan IV: Rp 32.000
Golongan V: Rp 32.000
Sebagai informasi tambahan, tarif tol di atas dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan pemerintah. Oleh karena itu, masyarakat bisa pantau tarif tol terbaru melalui laman Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Baca juga: Tarif Tol Jakarta Merak untuk Semua Golongan Kendaraan
Sekilas tentang Tol Trans Jawa
Jalan Tol Trans-Jawa adalah sebuah jaringan jalan tol yang menghubungkan kota-kota di pulau Jawa, Indonesia. Jalan tol ini memiliki jarak sepanjang 1.056,38 km.
Tol Trans-Jawa kini memiliki 20 ruas tol yang terbentang dari Pelabuhan Merak, Cilegon, di Provinsi Banten hingga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, di Provinsi Jawa Timur.
Berdasarkan sejarahnya, Tol Trans Jawa dibangun secara estafet dalam beberapa periode, dimulai dari 1978 hingga 2018. Pembangunan tol pertama kali digagas oleh wali kota (setingkat gubernur) Jakarta periode 1953-1960, Raden Soediro.
Proyek tol pertama pun mulai digarap pada masa kepemimpinan Presiden Soeharto di 1975. Lalu pada 1978, Soeharto meresmikan jalan tol pertama di Indonesia, yakni Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) sepanjang 59 km, sebagai bagian dari Tol Trans Jawa.
Sepanjang 1978-2004, tercatat ada 242 km jalan tol Trans Jawa yang dibuka. Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), tol-tol Trans Jawa yang diresmikan Suharto, di antaranya:
Tol Jakarta-Tangerang (33 km) pada November 1984;
Tol Surabaya-Gempol (49 km) pada Juli 1986;
Tol Jakarta-Cikampek (83 km) pada September 1988;
Tol Tangerang-Merak (73 km) pada Juli 1992; dan
Tol Palimanan-Plumbon-Kanci (26,3 km) pada Januari 1998.
Periode pembangunan tol berikutnya dilakukan pada masa kepemimpinan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dari 2004 sampai 2014 dengan total panjang jalan terbangun 75 km. Pada masa itu, pembangunan tol kembali memasuki masa percepatannya setelah sempat banyak proyek yang tertunda.
Adapun untuk ruas-ruas tol Trans Jawa selanjutnya baru mulai kembali dibangun ada pada 2010. Selama tahun 1998 sampai 2010, ruas-ruas tol baru yang dibuka lebih banyak di luar Jawa, Jabodetabek dan non Trans Jawa.
Ruas Trans Jawa baru yang dibuka di antaranya Kanci-Pejagan (35 km) pada Januari 2010, Surabaya-Mojokerto seksi 1A (1,89 km) Agustus 2011, Semarang-Solo seksi I (11 km) November 2011, Semarang-Solo seksi II (11,95 km) April 2014 dan Kertosono-Mojokerto seksi I (14,41 km) pada Oktober 2014.
Periode berikutnya ialah di tahun 2015 s.d 2018, saat masa kepemimpinan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Pada periode tersebut, tol-tol pelengkap Trans Jawa mulai diselesaikan.
(NDA)
