Tarif Tol Karawang Bandung 2024 untuk Kendaraan Golongan I

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tol Trans Jawa bisa jadi salah satu pilihan alternatif bagi pengendara yang ingin melakukan perjalanan dari Karawang menuju Bandung dalam waktu singkat.
Adapun ruas jalan Tol Trans Jawa yang dapat dilalui untuk perjalanan rute Karawang-Bandung, yaitu Tol Cikampek – Purwakarta – Padalarang (Cipularang) dan Padalarang – Cileunyi (Padaleunyi).
Setiap ruas jalan tol tersebut memiliki besaran tarif yang berbeda-beda. Untuk mengetahui tarif tol Karawang Bandung 2024, simak uraian artikel di bawah ini.
Tarif Tol Karawang Bandung 2024
Berikut rincian tarif tol Karawang Bandung 2024 di setiap ruas jalannya untuk kendaraan golongan I, dikutip dari laman resmi Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Tol Cikampek – Purwakarta – Padalarang (Cipularang)
SS Dawuan – SS Padalarang: Rp 45.000
Sadang – SS Padalarang: Rp 37.000
Jatiluhur – SS Padalarang: Rp 30.500
Tol Padalarang – Cileunyi (Padaleunyi)
SS Padalarang – Padalarang: Rp 500
SS Padalarang – Baros: Rp2.500
SS Padalarang – Pasteur: Rp 4.000
SS Padalarang – Pasir Koja: Rp 5.500
SS Padalarang – Kopo: Rp 5.500
SS Padalarang – Moh. Toha: Rp 5.500
SS Padalarang – Buah Batu: Rp 6.500
SS Padalarang – Cileunyi: Rp 10.500
Baca juga: Tarif Tol Trans Jawa Termahal di Ruas Apa? Ini Rincian Terbarunya
Sekilas tentang Tol Trans Jawa
Jalan Tol Trans-Jawa adalah sebuah jaringan jalan tol yang menghubungkan kota-kota di pulau Jawa, Indonesia. Jalan tol ini memiliki jarak sepanjang 1.056,38 km.
Tol Trans-Jawa kini memiliki 20 ruas tol yang terbentang dari Pelabuhan Merak, Cilegon, di Provinsi Banten hingga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, di Provinsi Jawa Timur.
Berdasarkan sejarahnya, Tol Trans Jawa dibangun secara estafet dalam beberapa periode, dimulai dari 1978 hingga 2018. Pembangunan tol pertama kali digagas oleh wali kota (setingkat gubernur) Jakarta periode 1953-1960, Raden Soediro.
Proyek tol pertama pun mulai digarap pada masa kepemimpinan Presiden Soeharto di 1975. Lalu pada 1978, Soeharto meresmikan jalan tol pertama di Indonesia, yakni Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) sepanjang 59 km, sebagai bagian dari Tol Trans Jawa.
Sepanjang 1978-2004, tercatat ada 242 km jalan tol Trans Jawa yang dibuka. Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), tol-tol Trans Jawa yang diresmikan Suharto, di antaranya:
Tol Jakarta-Tangerang (33 km) pada November 1984;
Tol Surabaya-Gempol (49 km) pada Juli 1986;
Tol Jakarta-Cikampek (83 km) pada September 1988;
Tol Tangerang-Merak (73 km) pada Juli 1992; dan
Tol Palimanan-Plumbon-Kanci (26,3 km) pada Januari 1998.
Periode pembangunan tol berikutnya dilakukan pada masa kepemimpinan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dari 2004 sampai 2014 dengan total panjang jalan terbangun 75 km. Pada masa itu, pembangunan tol kembali memasuki masa percepatannya setelah sempat banyak proyek yang tertunda.
Adapun untuk ruas-ruas tol Trans Jawa selanjutnya baru mulai kembali dibangun ada pada 2010. Selama tahun 1998 sampai 2010, ruas-ruas tol baru yang dibuka lebih banyak di luar Jawa, Jabodetabek dan non Trans Jawa.
Ruas Trans Jawa baru yang dibuka di antaranya Kanci-Pejagan (35 km) pada Januari 2010, Surabaya-Mojokerto seksi 1A (1,89 km) Agustus 2011, Semarang-Solo seksi I (11 km) November 2011, Semarang-Solo seksi II (11,95 km) April 2014 dan Kertosono-Mojokerto seksi I (14,41 km) pada Oktober 2014.
Periode berikutnya ialah di tahun 2015 s.d 2018, saat masa kepemimpinan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Pada periode tersebut, tol-tol pelengkap Trans Jawa mulai diselesaikan.
(NDA)
