Tekanan Ban Mobil Avanza yang Disarankan

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap pemilik mobil perlu mengetahui berapa tekanan angin ban yang ideal. Masing-masing kendaraan umumnya memiliki tekanan ban yang berbeda untuk mampu melaju dengan optimal sesuai kebutuhannya.
Termasuk pula pada mobil Avanza yang memiliki ukuran tekanan ban yang disarankan. Mengetahui informasi ini penting bagi pengendara karena dapat mempengaruhi kenyamanan berkendara.
Lantas berapa tekanan ban mobil Avanza? Simak penjelasan lengkapnya pada uraian di bawah ini.
Berapa Tekanan Ban Mobil Avanza?
Ukuran tekanan angin ban mobil dapat bervariasi sesuai dengan merek, model dan seri mobil. Informasi mengenai tekanan ban biasanya dapat dilihat pada buku panduan mobil atau label yang ada di pilar pintu pengemudi.
Adapun satuan tekanan ban yang digunakan adalah psi (pound per square inch) atau satu pound per inchi persegi.
Pada mobil Avanza, tekanan angin untuk ban bagian depan dan belakang memiliki ukuran yang berbeda. Untuk ban depan, tekanan ban yang ideal adalah 33 psi. Sedangkan untuk ban belakang, tekanan ban yang direkomendasikan adalah 36 psi.
Kendati demikian, ukuran tersebut dapat bervariasi berdasarkan tipe mobil Avanza. Sebagai contoh, Avanza Tipe S dan Veloz bisa menggunakan ukuran tekanan 34 psi untuk ban depan dan 38 psi untuk ban belakang ketika dinaiki penumpang penuh dan membawa barang lainnya.
Sementara untuk Avanza Tipe E dan G, tekanan ban depan adalah 31 psi dan 35 psi untuk ban belakang. Tekanan tersebut dapat ditambah jika mobil membawa beban yang berat.
Jika membawa penumpang atau barang bawaan berat, tekanannya bisa menjadi 34 psi untuk ban depan dan 38 psi untuk ban belakang.
Baca Juga: Jaga tekanan angin ban agar selalu sesuai dengan tekanan yang disarankan.
Tips Memeriksa Tekanan Angin Ban
Tekanan angin ban perlu diatur dengan tepat. Tekanan angin yang terlalu tinggi ataupun terlalu rendah dapat berdampak pada kendaraan.
Mengutip dari buku Hemat BBM dengan Air karya Urip Sudirman, jika tekanan angin ban kurang, laju kendaraan akan terasa berat, sehingga kebutuhan bahan bakarpun akan meningkat.
Apabila terlalu keras akan menyebabkan ketidaknyamanan bagi pengemudi dan penumpang. Pengisian angin ban dengan menggunakan nitrogen akan membuat konsumsi bahan bakar semakin irit.
Selain itu terdapat beberapa tips yang bisa dilakukan untuk memeriksa tekanan ban.
Periksa tekanan angin pada saat ban dalam keadaan dingin. Karena tekanan udara dalam keadaan ban yang panas akan lebih tinggi.
Jaga tekanan angin ban agar selalu sesuai dengan tekanan yang disarankan.
Gunakan ban sesuai dengan standar pabrikan. Karena jika menggunakan ban yang lebih besar dan lebar, luas penampang ban yang bergesekan dengan permukaan jalan semakin besar. Akibatnya, konsumsi bahan bakarnya akan meningkat.
Sebaiknya gunakan nitrogen untuk mengisi tekanan ban karena nitrogen lebih baik dibandingkan oksigen untuk tingkat kekerasan ban. Selain itu, nitrogen lebih ringan dan lebih ringan daripada oksigen.
(SA)
