Konten dari Pengguna

Tips Cara Belajar Nyetir Mobil Manual

Infootomotif

Infootomotif

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tangan istirahat pada tuas transmisi manual. Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tangan istirahat pada tuas transmisi manual. Foto: Muhammad Ikbal/kumparan

Bagi pengendara mobil pemula, mengendarai mobil manual umumnya akan mengalami kesulitan. Bahkan terkadang mendatangkan kepanikan jika salah memtransmisikan mobil manual

Dikutip dari KumparanOTO, agar terjadi hal seperti itu, menurut pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, hal utama dan paling dasar yang harus dilakukan pengemudi pemula adalah menyesuaikan diri dengan karakter mobil.

"Ini adalah yang pertama harus dipahami oleh pengemudi pemula. Kenali karakter tenaga mesin, dimensi, dan pengereman dari mobil itu sendiri," kata Jusri kepada KumparanOTO

Tak hanya sekadar karakter, Jusri juga coba memberitahu 6 tips yang perlu diperhatikan agar Kamu mahir mengendarai mobil bertransmisi manual. berikut tipsnya:

1. Setir mobil manual selama 18 bulan

Ilustrasi Mengemudi. (Foto: Pixabay)

Jika Anda benar-benar pemula dan baru mendapatkan sim A, sebaiknya terus melakukan latihan mengemudi hingga 18 bulan. Di fase ini. menurut Jusri pengemudi pemula dikategorikan sebaga green driver.

"Sayangnya memang di sini tidak ada aturan menyoal masa probation. Oke, berarti pengemudi pemula harus membangun mental percaya diri, adaptasi dan paham karakter kendaraan. Tidak dianjurkan membawa mobil ke luar kota dan patuh aturan safety driving," bungkus Jusri.

2. Membiasakan diri antara kopling dan gas

Ilustrasi kaki istirahat pada pedal kopling mobil manual. (Foto: Muhammad Ikbal/kumparanOTO)

Selanjutnya yang tak kalah penting adalah membiasakan diri mengatur akurasi melepas kopling dan berakselerasi dengan menginjak gas.

"Pastikan pertama jangan menggunakan gas, jadi injak rem, kopling, masukkan gigi satu kemudian release handbrake secara bersamaan. Kaki kiri di kopling dilepas secara bertahap, kaki kanan lepaskan dari pedal rem. Tunggu kendaraan bergerak sampai 4 putaran roda baru kemudian di gas, itu cara yang benar," kata Jusri.

3. Pahami perpindahan gigi yang tepat

Ilustrasi oper gigi mobil manual. Foto: Muhammad Ikbal/kumparan

Jika sudah tau celah atau feeling melepas kopling dan menginjak gas, langkah selanjutnya adalah membiasakan menggunakan putaran mesin optimal saat melakukan perpindahan gigi.

"Untuk mobil bensin optimalnya setiap 2.200 rpm sudah oper gigi. Nah, sebaliknya ketika shiftdown (deselerasi) melakukan perpindahan gigi di bawah sedikit 2.000 rpm," paparnya

Sementara jika mobil diesel dia menyarankan perpindahan paling optimal setiap 1.800 rpm.

"Boleh di atas itu dan sampai batas maksimum, tapi kondisikan dengan situasi tertentu misalnya saat overtake, atau butuh suplai tenaga lebih saat di tanjakan," katanya.

4. Kecepatan dan pahami situasi jalan

Panel istrumen mobil (Foto: Pixabay)

Karena tak percaya diri tak jarang pengemudi pemula akan membawa mobilnya dalam kecepatan sangat rendah. Menurut Jusri ini akan mengganggu pengguna jalan lain. Alih-alih ingin aman, hal tersebut justru sebuah kesalahan.

"Pondasi yang harus dipahami oleh pengemudi adalah terlalu cepat berkendara itu berbahaya, terlalu pelan itu akan membahayakan dirinya dan orang lain. Jadi paling tepat adalah kecepatan sesuai kondisi," paparnya.

Maksud Jusri begini, kecepatan itu subjektif, jadi pengemudi harus sadar kondisi jalanan. Jika di Tol minimum kecepatan 80 km/jam namun situasi jalanan padat maka kecepatan harus disesuaikan dan sebaliknya di jalanan padat atau sempit.

5. Berpindah jalur

Ilustrasi melihat spion. (Foto: dok, Istimewa)

Tak kalah penting dan kerap diabaikan adalah kebiasaan salah berpindah jalur. Maka dari itu, Jusri menyarankan untuk terus membiasakan diri berlatih berpindah jalur.

"Yang paling sering diabaikan pengemudi pemula adalah enggak tengok kaca spion. Ini sangat berbahaya, bisa mengancam keselamatan dirinya dan pengemudi lain. Padahal fungsi kaca spion adalah alat bantu untuk melihat situasi jalan yang terbatas. Jangan lupa nyalakan dan menoleh sekilas untuk memastikan blind spot," katanya.

6. Terus pantau keadaan sekitar

Ilustrasi mengendarai mobil. Foto: Shutterstock

Pengemudi pemula umumnya akan berfokus pada satu titik pandang yaitu ke depan. Padahal, kata Jusri pengemudi wajib untuk selalu memastikan keadaan sekitar selalu dalam kondisi aman.

"Gunakan kaca spion samping, dan tengah jika ada fitur pembantu di mobil juga harus diperhatikan. Ingat, bahaya itu bisa ada di samping kiri kanan, depan, dan belakang. Jika hujan bisa juga muncul dari sisi bawah (genangan air & lubang) dan atas (kabel atau pohon).

(HDZ)