Uji Tabrak Mobil, Ini Aspek yang Dinilai

Konten dari Pengguna
16 Maret 2022 12:15 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Uji Tabrak Daihatsu Rocky. Foto: dok. Paultan
zoom-in-whitePerbesar
Uji Tabrak Daihatsu Rocky. Foto: dok. Paultan
ADVERTISEMENT
Uji tabrak mobil merupakan salah satu tes yang perlu dilakukan pada mobil. Uji tabrak merupakan salah satu elemen penting dalam NCAP (New Car Assessment Program). Program ini memiliki tujuan untuk menguji faktor keselamatan mobil baru.
ADVERTISEMENT
Dilansir dari laman lifepal, NCAP dilakukan pertama kali oleh Amerika Serikat. Saat itu, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) melakukan pengujian pada mobil-mobil baru yang dipasarkan di Amerika Serikat. uji tabrak sudah dilakukan sejak tahun 1979. Uji tersebut dilakukan sebagai gambaran komparatif tingkat keselamatan mobil untuk konsumen di Amerika Serikat.
Uji tabrak dilakukan untuk menilai beberapa aspek keselamatan pada mobil. Penilaian tersebut dilakukan dengan beberapa simulasi menggunakan dummy. Berikut ini adalah ulasannya.

Aspek-aspek Penilaian Uji Tabrak Mobil

Uji Tabrak Suzuki Ertiga Foto: doc. Global NCAP
Mengutip dari kumparanOTO, terdapat beberapa aspek yang dinilai pada uji tabrak mobil. Jika mengacu pada ASEAN NCAP, tiga aspek akan dilakukan penilaian yakni perlindungan penumpang dewasa, penumpang anak-anak, dan fitur keselamatan.
Jika aspek penilaian uji tabrak tersebut telah dilakukan, poin-poin tersebut nantinya akan digabungkan dan dihitung untuk mendapatkan hasil total poin dan jumlah bintang yang didapat.
ADVERTISEMENT
Berikut ini adalah aspek penilaian yang akan dinilai dikutip dari kumparanOTO:
1. Aspek Perlindungan Penumpang Dewasa
Uji tabrak akan dilakukan dengan menggunakan dummy orang dewasa yang ditempatkan pada kursi pengemudi dan penumpang. Nantinya, mobil tersebut akan digerakkan secara otomatis untuk dibenturkan ke arah depan dan dari arah samping.
Hasil benturan nantinya akan diperiksa apakah dummy akan mengalami dampak benturan yang parah atau tidak. Penilaian tersebut dilakukan pada dampak tabrakan terhadap kepala, leher dan badan. Jika dampak benturan pada kepala cukup parah, poin yang didapatkan akan kecil bahkan bisa mendapatkan nol.
Uji tabrak ini memiliki bobot penilaian 50 persen pada seluruh penilaian uji tabrak. Hal ini menjadikan uji aspek perlindungan penumpang dewasa menjadi cukup penting.
ADVERTISEMENT
2. Aspek Perlindungan Penumpang Anak-Anak
Uji tabrak kemudian dilanjutkan dengan penilaian aspek perlindungan anak-anak. Pengujian akan dilakukan dengan dummy yang akan disesuaikan. Selain itu, posisi duduknya pun diletakkan pada baby car seat. Nantinya, mobil tersebut akan digerakkan secara otomatis untuk dibenturkan ke arah depan dan dari arah samping.
Terdapat tiga penilaian dari pengujian perlindungan penumpang anak-anak. Penilaian tersebut yakni Dynamic Assessment dengan poin maksimal 24, CRS Installation Assesment dengan poin maksimal 12 poin, dan Vehicle Based Assessment dengan poin maksimal 13 poin. Uji tabrak ini memiliki kontribusi sebesar 25 persen dari seluruh penilaian uji tabrak yang dilakukan.
3. Aspek Peran Fitur Keselamatan
Hal terakhir yang menjadi acuan penilaian uji tabrak yaitu fitur keselamatan. Jika fungsi keselamatan berfungsi dengan baik, poin penilaian yang didapatkan akan semakin besar. Pada penilaian peran fitur keselamatan ini, terdapat 4 hal yang jadi fokus utama penilaian, yaitu Effective Braking and Avoidance (EBA), Seat Belt Reminders (SBR), Blind Spot Technology (BST), dan Advanced Safety Assist Technology (SATs). Serupa dengan penilaian penumpang anak-anak, penilaian peran fitur keselamatan ini memiliki bobot penilaian terhadap sebesar 25 persen.
ADVERTISEMENT
(RFN)