Konten dari Pengguna

Ukuran Rantai Motor dan Cara Membaca Kodenya

Infootomotif

Infootomotif

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ideal mana, motor pakai rantai, belt, dan shaft? Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ideal mana, motor pakai rantai, belt, dan shaft? Foto: Istimewa

Ukuran rantai motor perlu diperhatikan sebelum Anda menggantinya dengan yang baru. Sebab, setiap jenis motor memiliki ukuran rantainya masing-masing.

Perlu diketahui, rantai merupakan salah satu komponen kendaraan pada motor yang sangat penting. Tanpa adanya komponen ini, motor pasti tak akan bisa berjalan.

Rantai motor berfungsi untuk menggerakkan roda belakang dengan mesin motor melalui gear yang terpasang. Rantai menempel pada gear yang saling mengikat.

Dilansir dari jurnal berjudul Analisa Kemuluran Rantai Sepeda Motor Terhadap Usia Pemakaian Rantai oleh Adnan Kemal Pasha dan Riki Andra Putra, rantai juga berfungsi untuk menggerakkan dua buah sproket yang memiliki jarak cukup jauh dan dapat menurunkan kecepatan.

Rantai mengait pada gigi sproket dan meneruskan daya tanpa slip sehingga menjamin perbandingan putaran yang tetap. Tanpa adanya rantai dan gigi sproket maka roda belakang tidak dapat berfungsi sebagai penggerak motor.

Bagian-Bagian pada Rantai Motor

Ilustrasi memotong rantai sepeda motor. Foto: dok. Istimewa

Rantai terdiri dari beberapa mata rantai yang saling mengikat. Berikut ini bagian-bagian pada rantai motor :

1. Plat luar (outer sideplat)

Berfungsi sebagai penyambung antara pin, posisi nya ada di paling luar.

2. Plat dalam (inner sideplat)

Berfungsi sebagai penyambung antara pin,yang posisinya ada di dalam.

3. Pin

Berfungsi sebagai “as rodanya rantai”

4. Roller chain

Fungsi dari roller chain bagian yang berhubungan langsung dengan gigi sproket.

5. Bus (bushing)

Berfungsi sebagai pelindung antara roller dengan pin, agar pin tidak langsung bergesekan dengan roller.

Arti Kode dan Ukuran Rantai Motor

Setiap jenis motor memiliki kode yang berbeda-beda. Rantai motor yang umum dipakai ada beberapa tipe yakni 415, 420, 428, 428H dan 520. Untuk rantai di bawah 428, biasanya digunakan untuk motor bebek, sedangkan 428 dan 520 digunakan motor sport.

Dilansir dari laman resmi Suzuki Indonesia, kode rantai motor juga menandakan ukuran rantai. Sebagai contoh kode rantai 428H-116.

Angka pertama adalah 4 yang berarti jarak antar-pin. Lalu angka kedua dan ketiga punya arti jarak antar pelat dalam. Selanjutnya, angka 28 artinya jarak lebar pelat 7,94 mm. Angka tersebut didapat dari tabel standar rantai.

Sementara untuk kode huruf H, merupakan kepanjangan dari high tension. Huruf tersebut merupakan informasi pembeda terhadap pelat bagian dalam.

Setelah rangkaian angka di depan, ada rangkaian selanjutnya yang di situ tertulis 116. Angka ini mempunyai arti yaitu panjang dari rantai. Jika angkanya 116, berarti ukuran rantai tersebut adalah 116. Angka yang menunjukkan ukuran rantai, berarti jumlah mata rantai tempat masuknya gigi-gigi gir belakang dan depan.

Itulah penjelasan seputar ukuran rantai motor beserta keterangan lainnya.

Frequently Asked Question Section

Apa fungsi rantai?

chevron-down

Rantai motor berfungsi untuk menggerakkan roda belakang dengan mesin motor melalui gear yang terpasang. Rantai menempel pada gear yang saling mengikat.

Apakah motor bisa jalan tanpa adanya rantai?

chevron-down

Tanpa adanya rantai dan gigi sproket maka roda belakang tidak dapat berfungsi sebagai penggerak motor.

Apa itu roller chain?

chevron-down

Roller chain adalah bagian yang berhubungan langsung dengan gigi sproket.

(FOV)