Konten dari Pengguna

Warna Bensin Pertamax dan Spesifikasinya

Infootomotif

Infootomotif

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peluncuran BBM RON 95 E5 (Bioethanol) Pertamax Green 95 di SPBU MT Haryono, Senin (24/7/2023). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Peluncuran BBM RON 95 E5 (Bioethanol) Pertamax Green 95 di SPBU MT Haryono, Senin (24/7/2023). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Setiap jenis bahan bakar bensin mempunyai spesifikasi tertentu yang membedakannya dengan bahan bakar lainnya. Salah satu aspek yang menjadi pembeda adalah mengenai warna bensin.

Di Indonesia sendiri, produk BBM yang banyak digunakan oleh kendaraan adalah Pertalite dan Pertamax. Keduanya memiliki tampilan yang berbeda sehingga membuatnya mudah dikenali.

Lantas apa warna bensin Pertamax? Untuk memudahkan pengendara dalam membedakan tiap bahan bakar bensin, simak informasi lengkapnya di bawah ini.

Warna Bensin Pertamax

Ilustrasi warna bensin Pertmax. Foto: Unsplash

Bensin Pertamax memiliki warna yang cukup berbeda dengan Pertalite. Hal tersebut diperoleh setelah melalui serangkaian proses pengolahan di kilang minyak.

Pada Pertamax, bahan bakar ini hadir dengan tampilan warna biru terang, sedangkan Pertalite berwarna hijau terang.

Jenis BBM ini direkomendasikan untuk kendaraan yang membutuhkan bahan bakar beroktan tinggi dan tanpa timbal, terutama yang telah menggunakan teknologi setara dengan elektronic fuel injection (EFI) dan catalytic converters.

Adapun Pertamax memiliki RON 92, yang mana angka ini lebih tinggi dibandingkan Pertalite yang hanya berada di angka RON 90.

Dalam buku Hemat Energi dan Lestari Lingkungan Melalui Bangunan (2021) oleh Christina Eviutami Mediastika, Pertamax menggunakan etanol untuk menambah bilangan oktan dalam proses pembuatannya.

Dengan nilai oktan atau RON yang tinggi, Pertamax dapat menerima tekanan pada mesin berkompresi tinggi sehingga dapat bekerja dengan optimal pada gerakan piston.

Hasilnya, tenaga mesin yang menggunakan Pertamax menjadi lebih maksimal. Selain itu, pembakaran pada Pertamax lebih sempurna daripada Pertalite.

Semakin tinggi nilai oktan suatu bahan bakar minyak, maka BBM lebih lambat terbakar. Sehingga tidak akan meninggalkan residu pada mesin yang dapat mengganggu kinerja mesin.

Selain itu, bensin dengan nilai oktan yang tinggi akan tahan terhadap timbulnya engine knocking.

Baca Juga: Pertalite untuk Kompresi Berapa? Ini Jenis Kendaraan yang Cocok

Spesifikasi Bensin Pertamax

Pengendara membeli BBM di salah satu SPBU di kawasan Lenteng Agung, Jakarta, Selasa (3/1/2023). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

Pertamax pertama kali diluncurkan pada tahun 1999 sebagai pengganti Premix 98 karena mengandung unsur MTBE yang berbahaya bagi lingkungan.

Hadirnya Pertamax memiliki sejumlah keunggulan. Selain bebas timbal, Pertamax menghasilkan gas buang NOx dan COx dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan bahan bakar minyak yang lain.

Untuk mengetahui spesifikasi bensin Pertamax lebih lengkap, simak rinciannya di bawah ini seperti yang dikutip dari buku Bahan Bakar Kapal (2021) oleh Hadi Prasutiyon, dkk.

  • Kadar oktan: 92

  • Kandungan sulfur maksimal: 0,05% m/m (setara dengan 500 ppm).

  • Kandungan aromatik: 50,0 %

  • Kandungan benzena: 5,0 %

  • Residu maksimal: 2,0%.

  • Berat jenis: maksimal 770 kg/m3, minimal 715 kg/m3 (pada suhu 15 derajat celcius).

  • Warna: biru.

  • Penampilan visual: terang.

Demikian adalah penjelasan lengkap mengenai warna bensin Pertamax dan spesifikasinya yang membedakannya dengan jenis bahan bakar lainnya.

(SA)