Lomba Jurnalistik Bencana, PPI Turki dan PPI Tunisia Dorong Peran Mahasiswa

PPI Turki adalah organisasi pelajar yang berbentuk perhimpunan yang mewadahi seluruh pelajar dan mahasiswa Indonesia yang ada di Turki. PPI Turki berasaskan Pancasila dan UUD 1945.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari PPI Turki tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Turki bersama PPI Tunisia dan Bursa Literasi menggelar Lomba Jurnalistik dan Penulisan Berita bertema “Banjir di Sumatera: Dampak, Penanganan, dan Harapan ke Depan”. Kegiatan ini diikuti lebih dari 200 mahasiswa Indonesia dari berbagai negara dan disiplin ilmu, serta ditutup melalui Awarding Ceremony daring pada Jumat malam (30/1). Lomba tersebut menjadi wadah partisipasi intelektual mahasiswa Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri, untuk merespons isu kebencanaan nasional melalui karya jurnalistik berbasis riset, analisis kritis, dan rekomendasi kebijakan. Ketua pelaksana kegiatan, Lolandra, menyampaikan bahwa lomba ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral mahasiswa terhadap persoalan bangsa. “Kontribusi untuk negeri tidak selalu harus hadir secara fisik di lapangan. Mahasiswa memiliki peran strategis melalui pemikiran, analisis, dan tulisan. Melalui karya jurnalistik, mahasiswa dapat menjadi suara publik sekaligus penggerak kesadaran kolektif,” ujarnya. Rangkaian kegiatan diawali dengan lomba penulisan berita yang menantang peserta mengulas banjir di Sumatera secara komprehensif. Mulai dari dampak sosial dan lingkungan, upaya penanganan, hingga rekomendasi ke depan. Meski mayoritas peserta tidak terjun langsung ke lapangan, karya yang dihasilkan dinilai mampu menghadirkan perspektif kritis dan solutif berbasis data serta literatur. Sebagai bagian dari penguatan kapasitas, panitia juga menggelar Workshop Jurnalistik dan Penulisan Berita pada 20 Januari 2026. Workshop ini membekali peserta dengan pemahaman tentang kaidah jurnalistik, etika pemberitaan, serta teknik penulisan berita yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.

Acara puncak Awarding Ceremony dibuka dengan keynote speech Koordinator PPI Dunia 2025–2026, Andika Ibrahim Nasution, yang menekankan bahwa jurnalisme mahasiswa memiliki peran strategis dalam edukasi publik. “Karya jurnalistik mahasiswa memiliki kekuatan moral dan intelektual. Jika dikelola dengan baik, tulisan-tulisan tersebut dapat menjadi rujukan, bahkan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan publik,” katanya. Apresiasi juga disampaikan oleh Anies Baswedan melalui pesan video. Ia menekankan pentingnya literasi, nalar kritis, dan integritas dalam jurnalisme mahasiswa. “Lomba ini mengajak para peserta menumbuhkan nalar kritis, memperluas literasi, serta menjaga etika dalam menyampaikan informasi. Teruslah mengasah pena dan menjaga integritas dalam setiap karya,” ujarnya. Adapun pemenang lomba adalah:
Juara I: I Made Yoko Vista Yoga (Universitas Negeri Gorontalo)
Juara II: Agusthin Lismalyani Mawar Syahputri (UIN Sunan Gunung Djati Bandung)
Juara III: Moh. Andy Iqbal (Bursa Uludağ University, Turki)
Panitia turut menyampaikan apresiasi kepada para media partner, antara lain Times Indonesia, CNN Indonesia, Narasi Academy, Tribun News, Metro TV, NNC, dan Indonesia Update ID, yang dinilai berperan penting dalam memperluas dampak literasi kebencanaan. Melalui kegiatan ini, PPI Turki, PPI Tunisia, dan Bursa Literasi menegaskan bahwa jarak geografis tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa Indonesia di diaspora untuk terus berkontribusi bagi bangsa melalui pemikiran, tulisan, dan karya intelektual yang berdampak.
Penulis: Muhammad Dakhlan Gazali
Editor: Luthfia Nisrina Rismayanti
