Konten dari Pengguna

Mahasiswa Indonesia Ambil Peran di Aksi Bela Palestina Istanbul

PPI Turki

PPI Turki

PPI Turki adalah organisasi pelajar yang berbentuk perhimpunan yang mewadahi seluruh pelajar dan mahasiswa Indonesia yang ada di Turki. PPI Turki berasaskan Pancasila dan UUD 1945.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari PPI Turki tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ribuan massa aksi memadati Jembatan Galata, Istanbul, sambil mengibarkan bendera Palestina berukuran besar yang membentang di tengah jembatan.
zoom-in-whitePerbesar
Ribuan massa aksi memadati Jembatan Galata, Istanbul, sambil mengibarkan bendera Palestina berukuran besar yang membentang di tengah jembatan.

Istanbul — Mahasiswa Indonesia turut ambil bagian dalam Aksi Bela Palestina yang digelar di Jembatan Galata, Istanbul, pada Rabu (1/1/2026). Aksi ini merupakan bentuk solidaritas internasional terhadap rakyat Gaza yang hingga kini masih mengalami pelanggaran hak asasi manusia pasca-genosida yang dimulai sejak 7 Oktober 2023.

Salah satu mahasiswa Indonesia, Fahri Muhammad Fatih, mengaku ini merupakan pengalaman pertamanya terlibat sebagai volunteer dalam aksi bela Palestina. Ia mulai ditawari menjadi relawan pada 29 Desember 2025 dan baru bertugas secara langsung pada hari pelaksanaan aksi.

“Ini kali pertama saya terlibat sebagai volunteer. Tugas saya adalah membagikan bendera Palestina kepada peserta aksi sejak pukul 06.30 pagi hingga agenda berakhir sekitar pukul 10.00,” ujar Fatih, Jumat (9/1/2026).

Persiapan aksi dilakukan secara singkat pada hari-H, dimulai setelah Shalat Subuh. Meski demikian, pembagian tugas dan koordinasi teknis telah dilakukan sehari sebelumnya melalui grup WhatsApp relawan.

Aksi Bela Palestina ini merupakan agenda tahunan yang telah dilaksanakan tiga kali berturut-turut pada 1 Januari 2024, 2025, dan 2026. Aksi tersebut digelar sebagai bentuk konsistensi solidaritas terhadap rakyat Palestina, khususnya Gaza, yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar seperti makanan dan tempat tinggal yang layak, meskipun gencatan senjata telah berlangsung.

Titik utama aksi berpusat di Jembatan Galata. Fatih sendiri bertugas di dekat pintu masuk K3 kawasan Karaköy, dekat lokasi orasi. Sejak pagi, ribuan peserta aksi memulai agenda dengan melaksanakan Shalat Subuh berjamaah di masjid-masjid sekitar lokasi, seperti Yeni Camii, Hagia Sophia, Sultan Ahmet, dan masjid-masjid lainnya sebelum berkumpul di jembatan.

Aksi secara resmi dimulai pukul 08.30 waktu setempat dan diisi dengan orasi-orasi kemanusiaan, pelepasan balon sebagai simbol solidaritas, serta lantunan lagu-lagu Palestina dari Maher Zain dan musisi lainnya.

Aksi ini mengusung slogan “Sinmiyoruz, Susmuyoruz, Filistin’i Unutmuyoruz” yang berarti Kami tidak gentar, Kami tidak tinggal diam, Kami tidak melupakan Palestina. Isu utama yang disuarakan adalah tuntutan keadilan bagi rakyat Gaza dan pemenuhan hak hidup yang layak.

Fatih bekerja di bawah koordinasi Türkiye Gençlik Vakfı (TÜGVA), salah satu organisasi kepemudaan di Turki. Aksi ini diinisiasi oleh Milli İrade Platformu dan melibatkan berbagai elemen masyarakat sipil.

Menurut Fatih, Istanbul dipilih karena merupakan kota terbesar dan paling strategis di Turki, sehingga aksi yang digelar di kota ini cenderung mendapatkan atensi publik dan media yang lebih luas.

“Bagi saya, ini kesempatan yang mungkin tidak bisa saya rasakan di Indonesia. Ada perasaan berbeda ketika bisa terlibat langsung, meskipun perannya sederhana dan sedikit,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa isu Palestina merupakan isu universal yang tidak bisa diselesaikan oleh satu negara saja, melainkan membutuhkan kerja kolektif dan ter-organisir lintas bangsa.

Fatih mengaitkan partisipasi mahasiswa Indonesia dalam aksi ini dengan amanat Pembukaan UUD 1945 yang menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan harus dihapuskan. Menurutnya, kehadiran mahasiswa Indonesia dalam aksi solidaritas internasional merupakan bentuk nyata konsistensi sikap bangsa Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina.

Kehadiran mahasiswa Indonesia disambut positif oleh warga Istanbul. Aksi berlangsung dengan aman dan tertib tanpa kendala berarti. Sejumlah pemerintah distrik bahkan mengirimkan truk makanan untuk mendukung para peserta aksi.

“Banyak mahasiswa Indonesia merasa berkesan. Saya sendiri merasa beruntung bisa bertemu banyak orang baru yang memiliki pemikiran yang sama, terutama terkait isu Palestina,” tutup Fatih.

Penulis : Lolandra