Merah Putih Berkibar: Diaspora Indonesia di Turki Merayakan HUT RI ke-80
Tulisan dari PPI Turki tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia tahun ini kembali digelar oleh diaspora Indonesia di Turki. Acara dimulai pada pagi hari pukul 08.00 waktu setempat dengan upacara bendera yang berlangsung secara khidmat. Sebanyak sembilan anggota paskibraka membentuk formasi angka 80 sebagai symbol usia kemerdekaan Indonesia, sebelum akhirnya mengibarkan Sang Merah Putih dengan penuh kebanggaan.
Setelah upacara, rangkaian dilanjutkan dengan ramah tamah, lomba-lomba, bazar makanan khas nusantara, hingga konser dan pembagian doorprize yang menambah semarak suasana.

Salah satu peserta mengungkapkan alasan kedatangannya, bukan hanya untuk merayakan, melainkan juga untuk mengingat kembali jati diri sebagai anak bangsa, ''awalnya datang cuman untuk melihat upacara lagi setelah sekian lama. Tapi ternyata lebih dari itu, aku bisa ketemu banyak teman dari luar kota, melepas rindu bahkan seru-seruan bersama. Meski tahun ini lebih sepi dibandingkan tahun lalu, aku datang untuk selalu ingat bahwa aku perwakilan Indonesia di Turki, agar perasaan ini terus tumbuh,'' ungkap Nyimas Tasya Farhana selaku ketua PPI Sakarya 2025/2026.
Bagi anggota paskibraka, momen ini memiliki makna yang lebih mendalam. Proses panjang yang dilalui selama karantina hingga hari pengibaran bendera menjadi pengalaman tak terlupakan. ''Momen paling berkesan bagiku iti saat kebersamaan selama karantina. Dari bangun pagi, sholat, ngaji, senam sampai latihan seharian penuh. Bahkan ketika ada yang cedera dan hampir pulang, kami saling menyemangati agar tetap bertahan. Prinsip kami, datang bersama, keluar juga harus bersama,'' kenang Puja Gempita Ayundari anggota paskibraka KBRI Ankara HUT RI ke-80.
Menjadi pasibraka di tanah rantau juga menjadi kebanggaan tersendiri. ''Ini adalah cita-cita sejak sekolah yang baru terwujud di Turki. Rasanya terhormat bisa dipercaya mengibarkan bendera Indonesia di negeri orang, apalagi saat masyarakat lokal Turki melihat prosesi pengibaran dengan khidmat,'' tuturnya penuh haru.
Meski jauh dari tanah air, semangat nasionalisme mahasiswa Indonesia di Turki tetap menyala. Peringatan 17 Agustus ini bukan sekedar perayaan, melainkan juga pengingat akan pentingnya merawat rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia, dimanapun berada.
Penulis: Nisrina Qurratu Ain Taufiq
Editor: Arini Maghfiroh

