Pasangan Peneliti Muda Indonesia Bersinar di Cambridge, Inggris

PPI Turki adalah organisasi pelajar yang berbentuk perhimpunan yang mewadahi seluruh pelajar dan mahasiswa Indonesia yang ada di Turki. PPI Turki berasaskan Pancasila dan UUD 1945.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari PPI Turki tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cambridge, Inggris – Pasangan peneliti muda asal Indonesia, Alfina Rahmatia dan Arief Dwi Saputra, berhasil mencuri perhatian dalam ajang bergengsi Gulf Research Meeting (GRM) 2025 yang digelar di Universitas Cambridge, Inggris. Keduanya mempresentasikan makalah berjudul “Quadruple Helix and Digital Literacy to Enhance Financial Inclusion Through Financial Literacy (Evidence from International Students in the Gulf States)”. Saat ini, Alfina dan Arief tengah menempuh studi doktoral di Turki melalui beasiswa YTB. Dalam kesempatan tersebut, mereka tak hanya memaparkan hasil riset, tetapi juga berbagi inspirasi dan tips bagi mahasiswa Indonesia yang ingin menapaki jejak serupa di kancah akademik internasional. Menurut keduanya, keberhasilan akademik tidak hanya ditentukan oleh gelar atau prestasi, tetapi juga karakter dan adab yang menyertainya.
“Ilmu itu penting, tapi adab yang membuatnya berarti,” ujar Arief, Alfina menambahkan, perjalanan akademik adalah proses seumur hidup. “Belajar tuh gak berhenti di satu titik aja, tapi proses seumur hidup. Dalam setiap prosesnya kasih api yang hangat buat kasih percikan semangat — jangan terlalu panas nanti membakar diri sendiri, jangan juga terlalu redup nanti cepat padam,” ungkapnya. Pasangan peneliti ini memiliki visi untuk terus berkecimpung di dunia akademik, baik sebagai peneliti maupun pengajar, dengan harapan dapat memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia dan dunia. Mereka juga mendorong mahasiswa Indonesia untuk berani mengambil langkah kecil sejak dini, seperti berlatih menulis, mengatur waktu, mencari mentor, serta tidak takut gagal. Bagi Alfina dan Arief, berpikir kritis (critical thinking) adalah kunci dalam dunia akademik. Bertanya dan melihat masalah dari perspektif yang berbeda menjadi bekal utama untuk bersaing di level global. “Alhamdulillah lebih banyak sukanya karena penuh syukur dikasih Allah kesempatan belajar dan eksplorasi di dunia riset sampai ke Cambridge,” pungkas Alfina dan Arief. Penulis : Arini Maghfiroh
Editor : Lolandra
