Konten dari Pengguna

Pelantikan PPI Turki 2025: “Berdaya Berkarya” sebagai Awal Gerak Pengurus Baru

PPI Turki

PPI Turki

PPI Turki adalah organisasi pelajar yang berbentuk perhimpunan yang mewadahi seluruh pelajar dan mahasiswa Indonesia yang ada di Turki. PPI Turki berasaskan Pancasila dan UUD 1945.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari PPI Turki tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber : PPI Turki
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : PPI Turki

Ankara — Pelantikan Badan Pengurus Harian (BPH) Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Turki Masa Bakti 2025-2026 telah sukses diselenggarakan pada Sabtu (26/04/2025) di kompleks Masjid Ahmet Hamdi Akseki, Ankara. Mengusung tema “Berdaya Berkarya”, momen ini menjadi penanda resmi dimulainya roda kepengurusan baru PPI Turki.

Acara tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara, Ketua Forum Alumni Turki, serta 95 anggota BPH PPI Turki yang dilantik secara langsung.

Selain itu, Duta Besar Indonesia untuk Turki, Ahmad Rizal Purnama, juga memberikan pesan inspiratif kepada para pengurus baru agar terus menjaga semangat kebersamaan, menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme, serta berkontribusi aktif dalam mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Turki melalui diplomasi pelajar.

Ketua pelaksana pelantikan, Rizvana Qaeda Avicenna Tarigan, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara serta tingginya partisipasi pengurus baru. Dilaporkan setidaknya lebih dari 90% anggota BPH dan ketua PPI wilayah hadir secara langsung. Ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik untuk membangun sinergi ke depan.

“Ada sesi presidium memberikan pemaparan tentang arah gerak kabinet yang akan dikerjakan bersama satu periode ke depan. Tak hanya itu, sesi ini juga bertujuan untuk menyatukan visi dari anggota BPH dan juga ketua PPI wilayah itu sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PPI Turki, Naura Arifa, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Dalam pidatonya, Naura menekankan bahwa langkah yang diambil para pengurus bukanlah sekadar formalitas, melainkan lahir dari keresahan dan semangat perjuangan.

“Terima kasih telah memilih jalan ini—bukan karena teman-teman tak punya amanah lain, tapi karena teman-teman punya keresahan. Di tengah padatnya kuliah, kerja part-time, magang, dan rindu akan rumah, teman-teman tetap memilih untuk tidak tinggal diam. Kalian masuk ke sistem, bukan karena segalanya sudah baik-baik saja, tapi karena ada yang perlu diperjuangkan dan harapan yang ingin diwujudkan,” ungkap Naura.

Naura dan Rizvana sama-sama berharap agar amanah ini dapat menjadi ruang untuk bertumbuh, memberikan dampak positif, saling menguatkan, dan terus mencintai Indonesia dari tanah rantau.

Penulis : Khairunnisa Auliya

Editor : Luthfia Nisrina Rismayanti