PPI Turki Adakan Kolaborasi dengan PUSPITUR dalam program DIKSI X KEPENULISAN
Tulisan dari PPI Turki tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ankara- PPI Turki Kolaborasi dengan PUSPITUR menyelenggarakan program DIKSI VOL.3 : DIKSI X KELAS KEPENULISAN Press Release secara online melalui Via Zoom. Kegiatan ini di mulai pada Sabtu, 04 Juli 2026.
Acara tersebut dihadiri oleh kurang lebih 41 peserta yang terdiri dari Mahasiswa Indonesia di Turki jenjang S1hingga S3 serta masyarakat Umum. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali sekaligus meningkatkan kemampuan mahasiswa khusunya mahasiswa Indonesia di Turki untuk menembus publikasi jurnal tingkat global {Scopus Q1/Q2}.
Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur Puspitur dan ketua Umum PPI Turki. Dalam sambutannya, Direktur Puspitur Arif Darmawan, menyampaikan pentingnya acara ini sebagai wadah untuk merespons dinamika akademik masa kini.
Setelah sesi sambutan, acara di awali denga sesi foto bersama terlebih dahulu lalu dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ika Nur Laila PhD selaku pemateri. Materi yang disampaikan meliputi Sharpening lens,Broadening Horizon dan beliau menegaskan perlunya akademisi ilmu sosial untuk mengadopsi teknologi dan berkolaborasi lintas disiplin {blending]
“Sudah bukan zamannya lagi kita berdiri sendiri-sendiri atau silo” ujar Ika, menggarisbawahi pentingnya integritas ilmu sosial dan STEM untuk mengatasi keterbatasan pendanaan dan fasilitas riset di lapangan.
Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Dr. Rian Sacipto, S.H., M.H., yang membahas Menghadapi Hegemoni Standar publikasi global (seperti jurnal Scopus Q1 dan Q2). Berbeda dengan sains eksak yang mencari teori global, Dr. Rian menekankan bahwa keakuratan ilmu sosial terletak pada penyelesaian masalah lokal.
"Tugas riset sosial adalah membawa pengetahuan lokal ke panggung global, karena dunia dipahami dari ruang sosial dan kemanusiaan," jelas Dr. Rian. Ia memaparkan tiga skrip utama bagi peneliti sosial: membangun jembatan teoritis fenomena lokal-global, dan dekolonisasi metodologi naratif. Ia juga menyarankan agar peneliti mengadopsi strategi negosiasi taktis dengan penerbit serta mendorong pemerintah agar memberikan insentif publikasi berbasis solusi masalah.
Melalui penyelenggaraan DIKSI VOL. 3 ini, diharapkan para mahasiswa dan peneliti dapat memperluas cakrawala pemikiran mereka. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi pendorong budaya penelitian yang lebih kolaboratif, adaptif terhadap kebijakan baru, serta menghasilkan riset yang berdampak nyata bagi penyelesaian masalah lokal di kancah internasional.
Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti sesi kelas kepenulisan dan praktik langsung secara berkelompok yang dipandu langsung oleh pemateri.
Di penghujung acara, panitia memberikan penghargaan kepada peserta.kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang diikuti oleh peserta, panitia, dan pemateri.
Melalui penyelenggaraan DIKSI VOL. 3 ini, diharapkan para mahasiswa di Turki dan peneliti dapat memperluas cakrawala pemikiran mereka. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi pendorong budaya penelitian yang lebih kolaboratif, adaptif terhadap kebijakan baru, serta menghasilkan riset yang berdampak nyata bagi penyelesaian masalah lokal di kancah internasional.
Penulis : Zahrotul Luthfi Wahidati

