Konten dari Pengguna

Ketahui Piramida Luxury Brand dalam Dunia Fashion

Info Produk

Info Produk

Menyajikan informasi seputar produk gadget hingga kendaraan yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Produk tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Piramida Luxury Brand. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Laura
zoom-in-whitePerbesar
Piramida Luxury Brand. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Laura

Piramida luxury brand memberikan gambaran tentang tingkatan merek branded suatu produk. Konsep ini membantu memahami bagaimana posisi sebuah merek di pasar mode dan gaya hidup.

Setiap level dalam piramida menunjukkan perbedaan harga, kualitas, hingga citra yang ditawarkan kepada konsumen. Dengan begitu, piramida ini memudahkan dalam melihat peta persaingan dan tren di industri barang mewah.

Informasi Mengenai Piramida Luxury Brand dalam Dunia Fashion

Piramida Luxury Brand. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Green Liu

Dikutip dari buku Manajemen Merek dan Strategi E-Commerce, David (2020), industri fashion dikenal sebagai industri yang sangat dinamis karena terus bergerak mengikuti perubahan zaman dan selera masyarakat. Selama beberapa dekade terakhir, industri ini sangat populer.

Industri fashion sering munculnya berbagai tren baru serta meningkatnya permintaan terhadap produk fashion di seluruh dunia. Piramida luxury brand berupakan salah satu hal yang patut diketahui di industri ini.

Piramida luxury brand adalah struktur tingkatan barang branded yang penting diketahui masyarakat. Berikut tingkatan brand fashion dalam piramida ini.

1. Tingkatan Dasar: Mass Market Luxury

Lapisan terbawah disebut mass market luxury atau fast fashion. Contohnya H&M, Zara, Shein, Uniqlo, Mango, dan Fashion Nova. Harganya terjangkau dan mudah ditemukan. Namun, kualitas serta nilai investasinya rendah karena diproduksi dalam jumlah besar.

2. Tingkatan Kedua: Bridge Luxury Brands

Bridge luxury atau entry luxury ialah jembatan antara fast fashion dan fashion kelas atas. Contohnya merek Michael Kors, Coach, Marc Jacobs, dan Kate Spade. Brand ini mulai populer sejak 1980-an. Produk dari brand ini cocok untuk orang yang baru ingin mengoleksi barang bermerek.

3. Tingkatan Ketiga: Diffusion Luxury Brands

Tingkatan ini juga dikenal dengan sebutan accessible luxury. Produk pada tingktaan ini juga cocok dipakai sehari-hari. Namun, kualitas dan harganya lebih tinggi dibanding fast fashion.

Banyak koleksi produk fashion mewah masuk dalam kategori ini. Contohnya Miu Miu, Calvin Klein, Balmain Paris, dan Essentials.

4 Tingkatan Keempat: Ready-to-Wear Luxury

Di tingkatan dipenuhi deretan merek ternama dengan sejarah panjang. Contohnya Yves Saint-Laurent, Gucci, Balenciaga, dan Louis Vuitton. Produk pada tingktaan ini lebih terbatas, bernilai investasi, dan sering muncul di peragaan busana internasional.

5. Tingkatan Teratas: Haute Couture

Puncaknya adalah haute couture. Tingkatan ini memiliki koleksi eksklusif yang dibuat khusus untuk klien tertentu. Contoh brand yang masuk kategori ini adalah Hermès, Dior, Balenciaga, dan Givenchy. Koleksi di tingkatan ini dianggap paling bergengsi dan memiliki nilai investasi tertinggi.

Piramida luxury brand menunjukkan bahwa setiap tingkatan punya ciri khas dan target pasar yang berbeda. Dengan memahami strukturnya, lebih mudah melihat bagaimana sebuah merek membangun citra sekaligus menentukan nilai produknya di mata konsumen. (Msr)

Baca juga: Ciri-Ciri Jam Tangan Guess Asli agar Tidak Salah Membeli